Cara Mengetahui Anda Sudah Terkena Covid Tapi Tidak Menyadarinya

Siswanto, ABC

Selasa, 08 Februari 2022 | 11:09 WIB
Cara Mengetahui Anda Sudah Terkena Covid Tapi Tidak Menyadarinya
Ilustrasi covid-19 omicron, kriteria pasien omicron sembuh dan selesai isoman (pixabay)

Suara.com - Pada akhir bulan Desember lalu, lonjakan kasus COVID varian Omicron terjadi di berbagai wilayah di Australia. Bagaimanakah cara mereka yang tanpa tes mengetahui pernah tertular virus ini atau tidak?

Tak semua orang yang mengalami gangguan di tenggorokan sempat melakukan tes antigen maupun PCR.

Fakta bahwa Omicron hanya menyebabkan gejala ringan dalam sebagian besar kasus pada orang yang sehat cukup menenangkan mereka karena hanya perlu isolasi sampai gejalanya hilang.

Kini banyak orang mulai bertanya-tanya apakah mereka mungkin pernah terjangkit COVID dan bagaimana cara mengetahuinya dengan pasti?

Beban kasus tersembunyi

Pada masa puncak wabah Omicron di Australia, jumlah kasus sebenarnya di masyarakat diperkirakan jauh lebih tinggi dibanding angka resmi.

Hal ini disebabkan oleh banyaknya tes mandiri yang dilakukan oleh mereka yang mengalami gejala ringan atau tanpa gejala, atau yang tak melakukan tes sama sekali.

Pakar epidemiologi Profesor Tony Blakely dari Melbourne School of Population and Global Health menyebutkan, untuk setiap orang yang dites positif, diperkirakan ada empat kasus lainnya yang tak tercatat.

"Ada beberapa alasan, yaitu sistem pengawasan yang berantakan, orang dengan gejala ringan tak melaporkan diri, serta orang tanpa gejala sama sekali tak dites," jelasnya.

Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan Internasional memperkirakan antara 80-90 persen kasus Omicron tidak menunjukkan gejala atau hanya gejala yang sangat ringan.

baca juga

Profesor Blakely mengatakan Australia "sangat meremehkan" jumlah kasus sebenarnya di masyarakat.

Pekan lalu, tes PCR secara acak di Gold Coast, Queensland, menemukan 90 persen orang yang dites hasinya positif dan mereka tidak tahu bahwa mereka terjangkit Omicron.

"Secara hitungan kasar setelah gelombang sekarang ini, sekitar setengah dari populasi akan terinfeksi," ujar Profesor Blakely.

Epidemiolog menggunakan berbagai cara untuk memperkirakan jumlah kasus sebenarnya, termasuk data rawat inap di RS dan proporsi hasil positif dari tes PCR.

Cara lain yaitu studi serologis dengan menyaring sampel darah dari berbagai sumber untuk antibodi yang menunjukkan paparan virus di masa lalu.

Pada tahun pertama pandemi, Kirby Institute menjalankan tiga studi serologis, yaitu di New South Wales, studi nasional, dan terakhir di wilayah metropolitan Melbourne.

Studi tersebut menganalisis sampel yang diperoleh melalui donor darah, patologi rutin, dan tes skrining untuk wanita hamil.

"Tujuan utama survei ini adalah untuk mengetahui proporsi infeksi yang mungkin terlewatkan," kata Profesor John Kaldor dari Kirby Institute.

Studi yang dilakukan sebelum Omicron tiba, hanya mengambil sebagian kecil sampel dalam populasi dengan antibodi yang dapat dideteksi.

"Ada jutaan orang yang mengidap COVID di Australia," ujarnya.

Menurut Profesor Kaldor, data tentang jumlah infeksi yang sebenarnya, diperlukan untuk strategi pengendalian pandemi dan memahami titik populasi mana yang masih paling rentan terhadap infeksi.

Namun, menurutnya studi serologis memiliki keterbatasan karena sampelnya tak pernah dapat mewakili populasi secara keseluruhan. 

Mengidentifikasi infeksi masa lalu

Tes antibodi ini juga dapat digunakan pada sampel darah individu, untuk menentukan apakah seseorang telah pernah terinfeksi sebelumnya. Pertanyaannya, kapan dan mengapa Anda harus melakukannya?

Kalangan dokter berwenang memesan tes antibodi untuk pasiennya, namun menurut Chris Moy dari Asosiasi Medis Australia, tes antibodi hanya boleh digunakan jika ada alasan klinis yang jelas.

Dia menjelaskan, salah satu contoh kapan tes ini bisa berguna adalah saat pasien memiliki gejala berkelanjutan yang konsisten dengan COVID, namun tidak yakin apakah mereka terkena virus.

Saat ini orang dapat mencari tes antibodi melalui penyedia swasta dengan biaya sendiri.

Namun menurut Dr Lawrie Bott, ketua Royal College of Pathologists of Australasia, hal ini tidak dianjurkan karena "infeksi sebelumnya tidak dapat dikonfirmasi atau disangkal secara meyakinkan".

"Diagnosis akurat dengan tes PCR pada saat infeksi COVID-19 jauh lebih disukai," jelasnya.

Bagaimana cara kerja tes antibodi?

Karena vaksin hanya menargetkan protein lonjakan virus, ahli patologi dapat membedakan antara antibodi yang disebabkan oleh suntikan vaksin dibandingkan dengan yang disebabkan oleh infeksi alami.

Sederhananya, jika seseorang hanya memiliki antibodi lonjakan, maka kemungkinan besar mereka sudah divaksin tapi tidak terinfeksi.

Tapi jika protein lain yang disebut nukleokapsid muncul di samping protein lonjakan, itu artinya mereka telah terinfeksi di masa lalu.

Para ahli memperkirakan antibodi berkembang sekitar dua minggu setelah infeksi dan harus bertahan setidaknya selama enam bulan, tetapi kondisi ini bisa berbeda pada setiap orang.

"Ini berarti bahwa tes antibodi yang dilakukan di luar kerangka ini mungkin kehilangan bukti infeksi masa lalu," kata Dr Bott.

"Demikian pula, orang lanjut usia atau orang dengan gangguan kekebalan tubuh mungkin tidak pernah mengembangkan respons antibodi yang dapat dideteksi terhadap infeksi COVID-19," jelasnya.

Profesor Blakely juga memperingatkan agar kita tidak terlalu bergantung pada tes ini untuk kepentingan individu, namun lebih pada tingkat populasi untuk tujuan perencanaan penangangan pandemi.

"Apakah orang perlu tahu mereka pernah terinfeksi atau tidak? Mungkin tak perlu," ujarnya.

"Tes antigen saya negatif. Namun 95 persen saya yakin menderita COVID. Saya sudah diimunisasi. Apakah saya perlu tahu pernah terjangkit Omicron dengan akurasi lebih dari itu?" paparnya.

Diproduksi oleh Farid Ibrahim dari artikel ABC News.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Urutan Zodiak dari yang Paling Jutek dan Galak sampai yang Paling Ramah

Urutan Zodiak dari yang Paling Jutek dan Galak sampai yang Paling Ramah

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Bulan Oktober Bisa Jadi Waktu Paling Hoki Borong Emas, Ini Datanya

Bulan Oktober Bisa Jadi Waktu Paling Hoki Borong Emas, Ini Datanya

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:23 WIB

Sesuai Kekhawatiran Awal, Ini Alasan Koalisi Sipil Minta Prabowo Batalkan Pelantikan Kepala BRAN?

Sesuai Kekhawatiran Awal, Ini Alasan Koalisi Sipil Minta Prabowo Batalkan Pelantikan Kepala BRAN?

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Batik Reimagined 2026 Hadirkan Eksplorasi Batik lewat Fashion dan Kreativitas

Batik Reimagined 2026 Hadirkan Eksplorasi Batik lewat Fashion dan Kreativitas

Foto | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Perbedaan Sensor Pemantau Tidur HRV vs SpO2 pada Smartwatch

Perbedaan Sensor Pemantau Tidur HRV vs SpO2 pada Smartwatch

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Apakah Jika Baterai Laptop Sudah Penuh Charger Harus Dicabut? Ini Penjelasannya

Apakah Jika Baterai Laptop Sudah Penuh Charger Harus Dicabut? Ini Penjelasannya

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:42 WIB

The Blue Road Tayang 20 November, Son Suk Ku dan Nagayama Eita Jadi Detektif

The Blue Road Tayang 20 November, Son Suk Ku dan Nagayama Eita Jadi Detektif

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Bahas Gugatan Ijazah Gibran di MK, Anwar Usman: Itu Sepenuhnya Ranah MK!

Bahas Gugatan Ijazah Gibran di MK, Anwar Usman: Itu Sepenuhnya Ranah MK!

Video | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:24 WIB

Phuwin Tangsakyuen Sukses Gelar Fancon Perdana di Indonesia, Bikin Fans Ikut Sing Along

Phuwin Tangsakyuen Sukses Gelar Fancon Perdana di Indonesia, Bikin Fans Ikut Sing Along

Entertainment | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Anak Usaha GGRM Resmi Kelola Bandara Dhoho, Skema KSO Angkasa Pura Berakhir

Anak Usaha GGRM Resmi Kelola Bandara Dhoho, Skema KSO Angkasa Pura Berakhir

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Terkini

Urutan Zodiak dari yang Paling Jutek dan Galak sampai yang Paling Ramah

Urutan Zodiak dari yang Paling Jutek dan Galak sampai yang Paling Ramah

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:35 WIB

The Blue Road Tayang 20 November, Son Suk Ku dan Nagayama Eita Jadi Detektif

The Blue Road Tayang 20 November, Son Suk Ku dan Nagayama Eita Jadi Detektif

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Sepatu Kanky Story Honjo untuk Apa? Ini Fitur dan Kelebihannya

Sepatu Kanky Story Honjo untuk Apa? Ini Fitur dan Kelebihannya

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Bulan Oktober Bisa Jadi Waktu Paling Hoki Borong Emas, Ini Datanya

Bulan Oktober Bisa Jadi Waktu Paling Hoki Borong Emas, Ini Datanya

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:23 WIB

Jerat Perpeloncoan Kampus: Saat Regulasi Dikecoh Modus PKKMB dan Kaderisasi

Jerat Perpeloncoan Kampus: Saat Regulasi Dikecoh Modus PKKMB dan Kaderisasi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Ketum GEKRAFT Salatiga, Dyah Ayu Pitaloka Dorong Ekosistem Inklusif dan Akses Global

Ketum GEKRAFT Salatiga, Dyah Ayu Pitaloka Dorong Ekosistem Inklusif dan Akses Global

Jawa Tengah | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:11 WIB

Sesuai Kekhawatiran Awal, Ini Alasan Koalisi Sipil Minta Prabowo Batalkan Pelantikan Kepala BRAN?

Sesuai Kekhawatiran Awal, Ini Alasan Koalisi Sipil Minta Prabowo Batalkan Pelantikan Kepala BRAN?

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Apa Saja Tanda-Tanda Rumah Membawa Banyak Rezeki? Ini Kata Feng Shui

Apa Saja Tanda-Tanda Rumah Membawa Banyak Rezeki? Ini Kata Feng Shui

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Batik Reimagined 2026 Hadirkan Eksplorasi Batik lewat Fashion dan Kreativitas

Batik Reimagined 2026 Hadirkan Eksplorasi Batik lewat Fashion dan Kreativitas

Foto | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Perbedaan Sensor Pemantau Tidur HRV vs SpO2 pada Smartwatch

Perbedaan Sensor Pemantau Tidur HRV vs SpO2 pada Smartwatch

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:02 WIB

×