Bahas Kebebasan Pers, Akun Instagram Presiden Jokowi Digeruduk Warganet: Jangan Buta Lihat Wadas!

Dany Garjito, Ruth Meliana Dwi Indriani

Kamis, 10 Februari 2022 | 17:19 WIB
Bahas Kebebasan Pers, Akun Instagram Presiden Jokowi Digeruduk Warganet: Jangan Buta Lihat Wadas!
Presiden Joko Widodo [Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas]

Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah mengucapkan selamat Hari Pers Nasional pada Rabu (9/2/2022). Namun, pesan Jokowi dalam membahas kebebasan pers ini mendapatkan respons skeptis dari warganet yang langsung menggeruduk kolom komentar.

Melalui akun Instagram, Presiden Jokowi mengapresiasi kebebasan pers di Tanah Air. Ia menyebut Indoesia beruntung karena memiliki sumber informasi yang akurat dan terpercaya melalui pers Nasional.

"Berita dan informasi datang silih berganti, tak kenal ruang dan waktu. Sebuah kabar belum tuntas dicerna, telah muncul kabar-kabar baru dari berbagai penjuru," tulis Jokowi seperti dikutip Suara.com, Kamis (10/2/2022).

"Dari linimasa dan grup-grup percakapan, tautan-tautan di belantara dunia maya, juga yang beredar dari mulut ke mulut. Di tengah belantara informasi ini, beruntunglah kita masih punya sumber informasi yang segar, akurat, dan terpercaya: pers nasional," lanjutnya.

Menurutnya, pers nasional membuat masyarakat memiliki pegangan yang kuat dalam memilah informasi bermutu. Selain itu, ia menyebut kekuatan pers nasional sanggup mencerdaskan dan memajukan kehidupan bangsa.

"Keberadaan pers nasional membuat kita memiliki pegangan dan panduan dalam memilah informasi yang bermutu, mencerdaskan, dan mendorong kepada kemajuan," pungkas Jokowi.

Akun Instagram Presiden Jokowi Digeruduk Warganet Saat Bahas Kebebasan Pers. (Instagram/@jokowi)
Akun Instagram Presiden Jokowi Digeruduk Warganet Saat Bahas Kebebasan Pers. (Instagram/@jokowi)

Ucapan selamat Hari Pers Nasional dari Jokowi ini rupanya ditanggapi dengan menohok oleh warganet. Banyak warganet yang menggeruduk kolom komentar orang nomor satu di Indonesia itu dengan kondisi yang terjadi di Desa Wadas.

Terlebih, Presiden Jokowi hingga saat ini masih bungkam dengan situasi panas antara warga dan aparat kepolisian yang terjadi di Desa Wadas, Kecamatan Benner, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Berdasarkan pantauan Suara.com, kolom komentar Presiden Jokowi ramai diserbu dengan tagar #SaveWadas. Bahkan, warganet meminta sang presiden tidak diam dan menutup mata saat melihat kebebasan pers di Wadas dibungkam.

Melalui sejumlah tagar mengenai Wadas, warganet terus berupaya mengingatkan Presiden Jokowi mengenai situasi rakyat Wadas yang dinilai mencekam. Berikut sejumlah pesan warganet di kolom komentar Instagram Jokowi:

"#SaveWadas," tulis warganet.

"#SaveWadas #SaveWadasTolakEksploitasi #SaveWadasPurwerejo," komentar warganet.

"#WadasMelawan #StopAparatMasukWadas," tambah yang lain.

"Kebebasan pers dibungkam! Jangan diam jangan buta liat wadas oleh matamu! #wadasmemanggil," kritik warganet.

"PAK TOLONG BERI SOLUSI UNTUK KONFLIK WADAS! #SAVEWADAS," tandas warganet.

Bahas Kebebasan Pers, Akun Instagram Presiden Jokowi Digeruduk Warganet. (Instagram/@jokowi)
Bahas Kebebasan Pers, Akun Instagram Presiden Jokowi Digeruduk Warganet. (Instagram/@jokowi)

"Pak liat saudara kita di Wadas. #SaveWadas," desak warganet.

"Rakyatmu di Wadas sedang dijajah pak #WadasMemanggil #SaveWadas," timpal lainnya.

Sebagai informasi, warga Wadas menolak proyek pembangunan Bendungan Bener Purworejo. Situasi memanas saat petugas proyek melakukan pengukuran di Desa Wadas dengan dikawal ratusan aparat kepolisian.

Pasalnya, ratusan polisi itu justru tidak menjaga ketentraman, namun justru melakukan tindakan semena-mena. Mereka melakukan aksi represif terhadap sejumlah warga, di mana peristiwa ini terlihat dari video yang beredar di media sosial.

Dirangkum dari akun instagram @/wadas_melawan, terdapat beberapa unggahan video yang menampilkan tindakan semena-mena aparat polisi saat mengamankan warga Wadas yang kontra dengan rencana pembangunan tersebut.

Sejumlah video menunjukkan polisi memukul wajah warga pada saat diamankan. Selain itu, polisi juga kedapatan menangkap paksa seorang warga yang berada di rumah dengan cara ditarik dan didorong.

Video yang mungkin Anda lewatkan:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Wadas Dikepung Polisi, Usman Hamid Amnesty: Jokowi-Ganjar Harus Bertanggung Jawab!

Warga Wadas Dikepung Polisi, Usman Hamid Amnesty: Jokowi-Ganjar Harus Bertanggung Jawab!

News | Kamis, 10 Februari 2022 | 16:45 WIB

Pedas! Fahri Hamzah Sentil Anggota DPR RI Dapil Wadas: Mana Ndasmu?

Pedas! Fahri Hamzah Sentil Anggota DPR RI Dapil Wadas: Mana Ndasmu?

Banten | Kamis, 10 Februari 2022 | 16:43 WIB

Massa PMII UIN Walisongo Tutup Jalan Pantura untuk Solidaritas Warga Desa Wadas

Massa PMII UIN Walisongo Tutup Jalan Pantura untuk Solidaritas Warga Desa Wadas

Jawa Tengah | Kamis, 10 Februari 2022 | 16:41 WIB

Anak-anak Muda Menjadi Incaran, Teror dan Intimidasi di Desa Wadas: Warga Bersembunyi di Hutan dan Makam

Anak-anak Muda Menjadi Incaran, Teror dan Intimidasi di Desa Wadas: Warga Bersembunyi di Hutan dan Makam

Jawa Tengah | Kamis, 10 Februari 2022 | 16:40 WIB

Penyerbuan ke Desa Wadas Dianggap Langgar HAM, Amnesty Internasional Indonesia: Pemerintah Harus Bertanggungjawab

Penyerbuan ke Desa Wadas Dianggap Langgar HAM, Amnesty Internasional Indonesia: Pemerintah Harus Bertanggungjawab

Jogja | Kamis, 10 Februari 2022 | 16:38 WIB

Ganjar Ketemu Warga Wadas yang Setuju Pengadaan Lahan, Warganet: Kok Cuma yang Setuju?

Ganjar Ketemu Warga Wadas yang Setuju Pengadaan Lahan, Warganet: Kok Cuma yang Setuju?

News | Kamis, 10 Februari 2022 | 16:39 WIB

Terkini

PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan

PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 22:35 WIB

1 Warga Tewas Akibat Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah, 312 Jiwa Terdampak

1 Warga Tewas Akibat Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah, 312 Jiwa Terdampak

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 22:19 WIB

Apakah 'Nyanyian' Sony Sonjaya Bisa Jadi Kunci Bongkar Akar Korupsi MBG?

Apakah 'Nyanyian' Sony Sonjaya Bisa Jadi Kunci Bongkar Akar Korupsi MBG?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 21:58 WIB

BEM Bersatu Tuding Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG

BEM Bersatu Tuding Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 21:44 WIB

Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?

Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 21:35 WIB

Gus Ipul: Prof Nasar Jadi Salah Satu Figur Kuat untuk Ketua Umum PBNU

Gus Ipul: Prof Nasar Jadi Salah Satu Figur Kuat untuk Ketua Umum PBNU

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 20:58 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penyelesaian RAP Dana Otsus Tambahan & DTI Tahun 2026

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penyelesaian RAP Dana Otsus Tambahan & DTI Tahun 2026

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 20:50 WIB

BEM Bersatu Ungkap Fortuner Tyo Ardianto Atas Nama Adik Jenderal, Gerakan Mahasiswa Disusupi?

BEM Bersatu Ungkap Fortuner Tyo Ardianto Atas Nama Adik Jenderal, Gerakan Mahasiswa Disusupi?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 20:17 WIB

BEM Bersatu Tuding Ada Intervensi Politik di Balik Aksi Tolak MBG, Guntur Romli: Cocokologi

BEM Bersatu Tuding Ada Intervensi Politik di Balik Aksi Tolak MBG, Guntur Romli: Cocokologi

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 20:15 WIB

Puluhan Ribu Jemaah Bakal Padati Monas, Jakarta Gelar Haul Akbar Ulama Betawi Terbesar

Puluhan Ribu Jemaah Bakal Padati Monas, Jakarta Gelar Haul Akbar Ulama Betawi Terbesar

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 19:54 WIB