YLBHI Samakan Jokowi Dengan Soeharto, Mardani PKS: Kasus Wadas Bisa Jadi Bukti

Bangun Santoso | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Rabu, 16 Februari 2022 | 07:42 WIB
YLBHI Samakan Jokowi Dengan Soeharto, Mardani PKS: Kasus Wadas Bisa Jadi Bukti
Mardani Ali Sera. (Dok DPR)

Suara.com - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera membela Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang menyejajarkan pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan Presiden Soeharto. Kasus Desa Wadas dinilai menjadi salah satu contoh kesamaan antara Jokowi dengan Soeharto di sektor pembangunan.

Mardani menilai kalau YLBHI menggunakan data untuk menyusun 10 persamaan antara Jokowi dengan Soeharto. Dengan demikian, ia menganggap wajar terhadap poin-poin kesamaan yang disusun YLBHI.

"YLBHI @YLBHI punya data. Jadi penyamaan itu wajar dan boleh," kata Mardani melalui akun Twitternya @MardaniAliSera pada Rabu (16/2/2022).

Lagipula Mardani juga melihat ada satu contoh kasus yang menurutnya menjadi dasar mengapa pembangunan di era Jokowi tidak jauh berbeda dengan era Orde Baru. Yakni kasus Desa Wadas yang dianggapnya menjadi korban atas nihilnya perencanaan risiko bagi masyarakat yang terdampak pembangunan.

Selain itu, anggota Komisi II DPR RI tersebut juga melihat di era pemerintahan Jokowi dan Soeharto sama-sama mengesahkan kebijakan tanpa melalui penerimaan dari masyarakat.

"Sekilas saya baca 10 kesamaan itu punya dasar. Kasus Wadas bisa menjadi bukti perencanaan risiko jadi catatan. Poin 5, orientasi legal tapi banyak ditolak publik seperti UU Cipta Kerja contohnya," ujarnya.

Sebelumnya, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) melihat adanya kesamaan antara pemerintahan Presiden Jokowi dengan pemerintahan Presiden ke-2 RI Soeharto atau masa Orde Baru. Setidaknya YLBHI melihat ada 10 kesamaan di sektor pembangunan.

"Mereka mengingkari mandat konstitusi dengan mengabaikan keadilan sosial dan kemanusiaan yang adil dan beradab!," demikian yang disampaikan YLBHI melalui akun Instagramnya @yayasanlbhindonesia pada Minggu (13/2/2022).

YLBHI memandang pembangunan di era Jokowi dengan Soeharto sama-sama menyingkirkan keadilan bagi masyarakat. Alih-alih menyebut kalau pembangunan yang dilakukan akan bermanfaat bagi publik, pada fakta di lapangan tidak sedikit masyarakat yang akhirnya dikorbankan supaya pembangunan tetap berjalan.

Selain itu, YLBHI juga menilai kalau praktik korupsi tidak pernah lepas dari program pembangunan baik di era Soeharto maupun Jokowi. Adapun 10 kesamaan Jokowi dengan Soeharto menurut YLBHI:

  1. Mengutamakan pembangunan fisik dan serba "dari atas" ke "bawah" untuk kejar target politik minus demokrasi.
  2. Pembangunan bernuansa koruptif dan nepotis
  3. Tidak ada perencanaan resiko untuk masyarakat yang terdampak pembangunan sehingga menciptakan kemiskinan (pemiskinan) struktural
  4. Pembangunan tidak berizin atau dengan izin yg bermasalah
  5. Legal (UU dan Kebijakan) namun tanpa legitimasi suara rakyat.
  6. Melayani kehendak kekuasaan dan elit oligarki dengan cara perampasan dan perusakan lingkungan.
  7. Menstigma rakyat yang melawan perampasan hak dengan melawan pembangunan, komunis, radikal, anarko
  8. Menangkap, mengkriminalisasi bahkan tak segan menembaki rakyat yang mempertahankan hak hingga terbunuh
  9. Pendamping dan warga yang bersolidaritas dihalangi bahkan ditangkap
  10. Mengontrol narasi, informasi termasuk membelokkan fakta

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kinerja Tiga Menteri Jokowi yang Tangani Covid-19 Disorot: Plin-plan

Kinerja Tiga Menteri Jokowi yang Tangani Covid-19 Disorot: Plin-plan

News | Selasa, 15 Februari 2022 | 20:34 WIB

Penanganan Covid-19 di Indonesia, Pengamat: Pejabat Kita Mulutnya Lebih Kencang dari Otak

Penanganan Covid-19 di Indonesia, Pengamat: Pejabat Kita Mulutnya Lebih Kencang dari Otak

Bekaci | Selasa, 15 Februari 2022 | 20:10 WIB

Jokowi jadi Kemah, Titik Nol IKN Bersolek, Presiden pun Dicolek: Camping Ala Sultan

Jokowi jadi Kemah, Titik Nol IKN Bersolek, Presiden pun Dicolek: Camping Ala Sultan

Kaltim | Selasa, 15 Februari 2022 | 16:58 WIB

Amien Rais Singgung Prabowo yang Gabung Jadi Menteri Jokowi, Bawa-bawa Soal Mental

Amien Rais Singgung Prabowo yang Gabung Jadi Menteri Jokowi, Bawa-bawa Soal Mental

News | Selasa, 15 Februari 2022 | 12:44 WIB

Resmikan Peluncuran Ekspor 2 Juta Kendaraan PT Toyota Indonesia, Jokowi: Hati-Hati dengan Kompetisi

Resmikan Peluncuran Ekspor 2 Juta Kendaraan PT Toyota Indonesia, Jokowi: Hati-Hati dengan Kompetisi

News | Selasa, 15 Februari 2022 | 12:19 WIB

Jokowi Disamakan dengan Soeharto, Politisi PKB: Ya Beda Lah, Bagai Bumi dan Langit

Jokowi Disamakan dengan Soeharto, Politisi PKB: Ya Beda Lah, Bagai Bumi dan Langit

News | Selasa, 15 Februari 2022 | 11:08 WIB

YLBHI Kritik Jokowi Mirip Rezim Orba, Ali Mochtar Ngabalin Sebut sebagai Fitnah dan Data Sampah

YLBHI Kritik Jokowi Mirip Rezim Orba, Ali Mochtar Ngabalin Sebut sebagai Fitnah dan Data Sampah

Bogor | Selasa, 15 Februari 2022 | 11:01 WIB

Terkini

Pemerintah Klaim Kenaikan BBM Nonsubsidi Tak Ganggu UMKM

Pemerintah Klaim Kenaikan BBM Nonsubsidi Tak Ganggu UMKM

News | Senin, 27 April 2026 | 13:37 WIB

Buntut Kekerasan di Yogyakarta, DPR Desak Evaluasi Total Daycare: Harus Ada Screening Digital

Buntut Kekerasan di Yogyakarta, DPR Desak Evaluasi Total Daycare: Harus Ada Screening Digital

News | Senin, 27 April 2026 | 13:29 WIB

Kementerian HAM Kecam Keras Kasus Daycare Yogya: Masuk Kategori Pelanggaran Berat

Kementerian HAM Kecam Keras Kasus Daycare Yogya: Masuk Kategori Pelanggaran Berat

News | Senin, 27 April 2026 | 13:27 WIB

Isu Reshuffle Menguat, Qodari: Sepenuhnya Hak Presiden Prabowo

Isu Reshuffle Menguat, Qodari: Sepenuhnya Hak Presiden Prabowo

News | Senin, 27 April 2026 | 13:26 WIB

Kondisi Membaik, Anggota TNI Korban Penganiayaan di Stasiun Depok Baru Ternyata Dinas di Kemhan

Kondisi Membaik, Anggota TNI Korban Penganiayaan di Stasiun Depok Baru Ternyata Dinas di Kemhan

News | Senin, 27 April 2026 | 13:24 WIB

KemenPPPA Sebut Lonjakan Daycare di Indonesia Tak Diiringi Standar dan Legalitas

KemenPPPA Sebut Lonjakan Daycare di Indonesia Tak Diiringi Standar dan Legalitas

News | Senin, 27 April 2026 | 13:22 WIB

Diisukan Bakal Digeser dari KSP Saat Reshuffle Kabinet Hari Ini, Qodari Bilang Begini

Diisukan Bakal Digeser dari KSP Saat Reshuffle Kabinet Hari Ini, Qodari Bilang Begini

News | Senin, 27 April 2026 | 12:57 WIB

Misteri Motif Penyiraman Air Keras di Cengkareng, Satu Orang Pelaku Kini Diperiksa Intensif

Misteri Motif Penyiraman Air Keras di Cengkareng, Satu Orang Pelaku Kini Diperiksa Intensif

News | Senin, 27 April 2026 | 12:51 WIB

Awali Kunjungan di Papua Barat Daya, Mendagri Tito Tinjau Kawasan Pusat Pemerintahan

Awali Kunjungan di Papua Barat Daya, Mendagri Tito Tinjau Kawasan Pusat Pemerintahan

News | Senin, 27 April 2026 | 12:50 WIB

Harga Minyak Makin Amburadul Gara-gara Iran Perketat Blokir Selat Hormuz

Harga Minyak Makin Amburadul Gara-gara Iran Perketat Blokir Selat Hormuz

News | Senin, 27 April 2026 | 12:26 WIB