Kongo Jadi Negara dengan Tingkat Kriminal Tertinggi Dunia

Iwan Supriyatna

Kamis, 24 Februari 2022 | 08:33 WIB
Kongo Jadi Negara dengan Tingkat Kriminal Tertinggi Dunia
Peta Kongo.

Suara.com - The Global Initiative Against Transnational Organized Crime (The Global Initiative) mencatat indeks kriminal sepanjang 2021.

Kongo menjadi negara dengan tingkat kriminalitas tertinggi di dunia dan human trafficking menjadi kejahatan terbesar di dunia.

Managing Partner Firma Hukum Dalimunthe & Tampubolon Lawyers (DNT LAWYERS), Pahrur Dalimunthe yang ditunjuk The Global Initiative Against Transnational Organized Crime (The Global Initiative) sebagai salah satu expert menyusun dan menyempurnakan The Global Organized Crime Index 2021.

Indeks ini merupakan dokumen data analisis komprehensif pertama di dunia yang dibuat dan disusun oleh expert seluruh dunia sehingga dapat digunakan untuk mengetahui level kerentanan dan ketahanan kejahatan transnasional terorganisir.

Termasuk pula di antaranya dengan memberikan rangking terhadap 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Berdasarkan catatannya, Republik Demokratis Kongo menjadi negara dengan tingkat kriminalitas tertinggi di dunia dengan skor 7.75, Indonesia berada di peringkat ke-25 dengan skor 6.38, sementara negara dengan tingkat kriminalitas terendah di dunia adalah Tuvalu (peringkat 193) dengan skor 1.54, diikuti oleh Nauru (peringkat 192) dengan skor 1.76. (Catatan skor dari 1-10, semakin tinggi maka semakin tinggi tingkat kriminalitas).

Penelitian hanya didasarkan pada kriminalitas kejahatan-kejahatan yang termasuk dalam kategori kejahatan transnasional, ada 10, yaitu human trafficking, human smuggling, arms trafficking, flora crimes, fauna crimes, non-renewable resources crimes, heroin trade, cocaine trade, cannabis trade, dan Syntetic drug trade.

Sementara itu, untuk kejahatan paling banyak dilakukan pada 2021. Human trafficking merupakan kejahatan transnasional terbesar didunia, diikuti oleh perdagangan ganja, perdagangan senjata, dan penyelundupan hewan liar.

Asia merupakan negara dengan benua dengan tingkat kriminalitas tertinggi (skor 5.30), diikuti Africa (5.17) dan Amerika (5.06).

baca juga

Menurutnya, karena ada Pandemi Covid-19, bentuk kejahatan transnasional terorganisir berubah bentuk, beberapa hal yang baru antara lain adanya perdagangan illegal perlindungan diri seperti makser, obat-obatan covid dan vaksin valsu, serta korupsi pengadaan alat Kesehatan yang dilakukan oleh organ pemerintah. Aktivitas Cybercriminal juga meningkat.

Kemudian, Finlandia dan Liechtenstein menjadi negara dengan tingkat ketahanan menghadapi organisasi criminal paling bagus di dunia (resilience) dengan skor 8.42, diikuti oleh New Zaeland (8.42), Indonesia berada di peringkat 118 (skor 4.33), sementara terendah adalah Libya dengan skor 1.54.

Adapun Pahrur Dalimunthe dipilih sebagai salah satu expert karena latar belakang dan rekam jejaknya sebagai praktisi hukum yang telah terlibat langsung dalam banyak penanganan kasus transnasional terorganisir (transnational organized crime), baik sebagai advisor pemerintah maupun lembaga internasional.

Kasus-kasus tersebut antara lain adalah kejahatan perdagangan manusia, lingkungan, kelautan dan perikanan, maupun sebagai pengacara dalam berbagai kasus besar tindak pidana pencucian uang di Indonesia.

Managing Partner Firma Hukum Dalimunthe & Tampubolon Lawyers (DNT LAWYERS), Pahrur Dalimunthe.
Managing Partner Firma Hukum Dalimunthe & Tampubolon Lawyers (DNT LAWYERS), Pahrur Dalimunthe.

“Merupakan kehormatan bagi saya untuk terlibat dalam penyusunan report prestisius ini. Saya berharap ini bisa menjadi rujukan pemerintah, penegak hukum, praktisi dan akademisi dalam meneliti, mempelajari dan menanggapi berbagai masalah hukum dan ancaman kejahatan terorganisir,” ujar Pahrur.

Selain Pahrur, terdapat beberapa ahli lainnya yang menyusun laporan ini, antara lain seperti Dr Alexander Kupatadze (Senior Lecturer, School of Politics and Economics, King's College London, UK) , Allan Ngari (Regional Organised Crime Observatory Coordinator for West Africa, ENACT), Dr Annette Idler (University of Oxford/Harvard University), Benjamin Lessing, PhD (Associate Professor, University of Chicago), Hugo Frühling E. (Professor, Public Affairs Institute, University of Chile), Dr Lina Khatib (Director, Middle East and North Africa Programme, Chatham House), Maria Popova (McGill University), Dr Matthew Pate (Lecturer, School of Criminal Justice, The University at Albany/State University of New York), Dr Michael Main (The Australian National University), Odd Berne Malme (Senior Advisor, GI-TOC and former Deputy National Police Commissioner of Norway), Rajeshwari Krishnamurthy (Institute of Peace and Conflict Studies, New Delhi, India) dan Assoc.prof.dr.Dr.h.c. Sunana Roksandi (Faculty of Law, University of Zagreb).

Selain para ahli tersebut, The Global Organized Crime Index 2021 juga turut disusun berkat kerjasama dan dukungan dari ENACT (Enhancing Africa’s Response To Transnational Organised Crime), INTERPOL, The Institute for Security Studies (ISS), the European Union, Government of Norway, dan The United States Department of State.

The Global Initiative sendiri merupakan lembaga independen yang berpusat di Jenewa, Swiss. Lembaga ini berisi jaringan penegak hukum, pemerintah, dan praktisi seluruh dunia yang saling berbagi dan bertukar pikiran dalam mengembangkan inovasi strategis untuk merespon kejahatan terorganisir seluruh dunia. Pada tahun ini jaringannya telah terdiri atas 500 ahli seluruh dunia. Lembaga ini diresmikan pertama kali pada tahun 2013 di Kantor Pusat PBB di New York.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nekat Curi Mesin Speed Boat, Dua Tersangka Diringkus Polisi, Sempat Diwarnai Aksi Kejar-kejaran

Nekat Curi Mesin Speed Boat, Dua Tersangka Diringkus Polisi, Sempat Diwarnai Aksi Kejar-kejaran

Kalbar | Senin, 21 Februari 2022 | 20:56 WIB

3 Bisnis dan Sumber Kekayaan Adiguna Sutowo, Mertua Dian Sastrowardoyo

3 Bisnis dan Sumber Kekayaan Adiguna Sutowo, Mertua Dian Sastrowardoyo

Bisnis | Senin, 21 Februari 2022 | 17:00 WIB

Dua Korban Penembakan KKB di Puncak Jaya Diterbangkan ke Timika Papua

Dua Korban Penembakan KKB di Puncak Jaya Diterbangkan ke Timika Papua

Malang | Senin, 21 Februari 2022 | 10:34 WIB

Terkini

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:19 WIB

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:00 WIB

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:46 WIB

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:38 WIB

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:14 WIB

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:55 WIB

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Banten | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:50 WIB

Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026

Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:50 WIB

Jaga Marwah Kota Santri, DPRD Cianjur Desak Aturan Tegas Sanksi ASN Terafiliasi LGBT

Jaga Marwah Kota Santri, DPRD Cianjur Desak Aturan Tegas Sanksi ASN Terafiliasi LGBT

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:45 WIB

×