Apa Itu Teknologi Modifikasi Cuaca? Cara Pemerintah Agar MotoGP Mandalika Tidak Kacau Diguyur Hujan

Rifan Aditya | Suara.com

Kamis, 17 Maret 2022 | 08:49 WIB
Apa Itu Teknologi Modifikasi Cuaca? Cara Pemerintah Agar MotoGP Mandalika Tidak Kacau Diguyur Hujan
Sejumlah personel TNI AU memasang penampung garam atau consul pada Pesawat CN 295 dalam Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (3/1/2020). [Antara/Aprillio Akbar]

Suara.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Sandiaga Uno mengatakan pemerintah akan menyiapkan teknologi modifikasi cuaca (TMC). Hal ini dilakukan agar tidak terjadi cuaca buruk selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika pada akhir pekan ini. Lantas apa itu teknologi modifikasi cuaca

Pemerintah memutuskan untuk menyiapkan TMC, mengingat saat gelaran World Superbike pada November 2021 lalu tetap diguyur hujan deras meskipun telah ada pawang hujan. Untuk mengetahui apa itu teknologi modifikasi cuaca, simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Teknologi Modifikasi Cuaca? 

TMC atau Teknologi Modifikasi Cuaca adalah salah satu bentuk upaya manusia untuk mengatur cuaca di suatu tempat dengan tujuan agar mendapatkan kondisi cuaca seperti yang diinginkan. Aktivitas modifikasi cuaca menggunakan suatu teknologi yang menggunakan sentuhan aplikasi dalam prosesnya. 

Tujuan modifikasi cuaca tersebut umumnya untuk meningkatkan intensitas curah hujan di suatu tempat (rain enhancement). TMC dapat juga digunakan untuk kondisi sebaliknya, yaitu sebagai upaya menurunkan intensitas curah hujan di suatu daerah tertentu (rain reduction). TMC dapat dijadikan salah satu cara mengurangi kerugian akibat terjadinya pemanasan global (global warming). 

Masyarakat selama ini mengenal teknologi TMC identik dengan menggunakan pesawat yang dapat menghantarkan bahan semai berupa NaCl ke awan melalui udara. Dalam beberapa tahun terakhir, TMC telah dikembangkan metode penghantaran bahan semai ke dalam awan melalui jalur darat. Diantaranya yaitu dengan menggunakan wahana Ground Based Generator (GBG) serta wahana Pohon Flare untuk sistem statis. 

Pada dasarnya kedua metode modifikasi cuaca tersebut memiliki cara kerja yang sama dalam proses menghantarkan bahan semai ke awan. Keduanya memanfaatkan keberadaan awan-awan orografik dan juga awan yang tumbuh di sekitar pegunungan sebagai target utamanya. Oleh sebab itu, Metode GBG dan Pohon Flare umumnya digunakan di wilayah-wilayah yang mempunyai topografi pegunungan. 

Pada TMC berbasis GBG digunakan untuk awan warm cloud, bahan semai yang digunakan dari dataran tinggi yang berlokasi di sekitar lereng gunung atau di perbukitan. Kemudian disemai dalam awan “hangat” yang dimiliki gunung/perbukitan tersebut. Awan hangat sendiri pada dasarnya yaitu awan yang berada dalam kondisi supersaturasi (supersaturated). 

Diketahui bahwa penerapan metode penyemaian awan jalur darat ini telah  beberapa kali dilakukan baik dalam upaya penambahan curah hujan ataupun redistribusi curah hujan. Salah satu perusahaan yang menerapkan metode GBG adalah PT. Vale Indonesia. Mereka menambah curah hujan di area catchment dan area DAS Larona (Danau Towuti, Mahalona dan Matano). 

Ilustrasi Sirkuit Mandalika. (Instagram/@skyscraperindonesia)
Ilustrasi Sirkuit Mandalika. (Instagram/@skyscraperindonesia)

Sementara itu Sandiaga Uno, persiapan MotoGP Mandalika telah mencapai 100 persen. Namun ia menghimbau semua pihak berdoa karena mengantisipasi cuaca yang tidak menentu. Selain itu, Sandiaga berharap TMC yang akan disiapkan dapat mencegah terjadinya hujan deras di sirkuit. 

Demikian ulasan mengenai apa itu teknologi modifikasi cuaca? Pemerintah mempersiapkan di ajang balap MotoGP mandalika pada 18-20 Maret mendatang. Semoga menambah informasi! 

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sandiaga Uno Singgung Pawang Hujan di Sirkuit Mandalika, Sudah Ada Tapi Tetap Hujan

Sandiaga Uno Singgung Pawang Hujan di Sirkuit Mandalika, Sudah Ada Tapi Tetap Hujan

Bali | Rabu, 16 Maret 2022 | 14:25 WIB

Agar Mandalika Tak Hujan seperti WSBK, Menteri Sandiaga Ingin Bikin Collab Pawang dan BMKG di MotoGP?

Agar Mandalika Tak Hujan seperti WSBK, Menteri Sandiaga Ingin Bikin Collab Pawang dan BMKG di MotoGP?

News | Rabu, 16 Maret 2022 | 12:53 WIB

Jero Pasek, Pawang Hujan Untuk Prosesi Pelebon Ida Cokorda Pemecutan XI di Denpasar Viral

Jero Pasek, Pawang Hujan Untuk Prosesi Pelebon Ida Cokorda Pemecutan XI di Denpasar Viral

Bali | Jum'at, 21 Januari 2022 | 09:17 WIB

Terkini

Amien Rais Desak Reshuffle Total: Akui Kesalahan Tak Bikin Prabowo Jadi Pemimpin Tempe

Amien Rais Desak Reshuffle Total: Akui Kesalahan Tak Bikin Prabowo Jadi Pemimpin Tempe

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:18 WIB

AS Rencanakan Serangan Baru ke Iran? Puluhan Pesawat Amunisi

AS Rencanakan Serangan Baru ke Iran? Puluhan Pesawat Amunisi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:16 WIB

Awas Ancaman Hantavirus! Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus, Ini Tips Amannya

Awas Ancaman Hantavirus! Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus, Ini Tips Amannya

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:10 WIB

Operasi Pencarian Kapal Migran WNI yang Tenggelam di Malaysia Resmi Dihentikan

Operasi Pencarian Kapal Migran WNI yang Tenggelam di Malaysia Resmi Dihentikan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:00 WIB

Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!

Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:51 WIB

Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak

Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:50 WIB

Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini

Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:47 WIB

Mendagri Apresiasi Inflasi 2,42 Persen, Minta Pemda Waspadai Dampak Geopolitik Global

Mendagri Apresiasi Inflasi 2,42 Persen, Minta Pemda Waspadai Dampak Geopolitik Global

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:42 WIB

Nama Hakim dan Dosen UGM Diduga Dicatut di Struktur Yayasan Daycare Little Aresha

Nama Hakim dan Dosen UGM Diduga Dicatut di Struktur Yayasan Daycare Little Aresha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:39 WIB

Anggota DPR Sentil Prabowo: Orang Desa Bukan Hidup di Zaman Batu, Pasti Terasa Kalau Dolar Naik

Anggota DPR Sentil Prabowo: Orang Desa Bukan Hidup di Zaman Batu, Pasti Terasa Kalau Dolar Naik

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:37 WIB