Pemerintah Australia Dituntut karena Proses Visa Kemanusiaan yang Lama

Siswanto | ABC | Suara.com

Selasa, 22 Maret 2022 | 17:25 WIB
Pemerintah Australia Dituntut karena Proses Visa Kemanusiaan yang Lama
Ilustrasi visa (Shutterstock)

Anak Abdullah dan Fatema yang berusia 19 tahun yaitu Zamen dan ketiga saudaranya tidak bisa sekolah di Pakistan karena tidak dianggap sebagai pengungsi.

"Aplikasi kami diproses dengan sangat lambat. Kami tidak menyangka ini dilakukan komunitas Australia. Sudah lama sekali [kami menunggu] sejak mengajukannya," ujar Zamen.

"Ini sangat memengaruhi keluarga kami, kami dalam situasi yang sangat sulit saat ini."

Perlunya reformasi sistem migrasi keluarga

Pusat Hak Asasi Manusia mengatakan waktu proses visa keluarga warga Afghanistan bisa memakan waktu 44 bulan, yang durasinya dua kali lebih lama dari proses aplikasi dari negara lain.

"Kelambatan ini bukan karena birokrasinya tidak efisien," ujar Josephine.

Ia mengatakan bila keluarganya menang di pengadilan, aplikasi visa akan diberikan batas waktu, sehingga ribuan warga Afghanistan bisa pindah ke Australia.

"Kalau pengadilan menyetujui bahwa keluarga ini telah menunggu terlalu lama, artinya mereka mengirim pesan kepada pemerintah bahwa cara mereka menangani aplikasi visa tidak bisa diterima," ujarnya.

"Kami berharap aksi ini dapat mengirim pesan yang sangat jelas bahwa pemerintah perlu mereformasi sistem migrasi keluarga kami sehingga mereka tidak menunggu bertahun-tahun tanpa jawaban."

Zamen meminta Pemerintah Australia untuk menerima keluarganya.

"Kami tidak meninggalkan negara kami karena keinginan kami, tapi karena kami sedang menghadapi situasi sulit," ujarnya.

"Kepada Pemerintah Australia, saya tanya, mengapa kalian menyiksa kami sedemikian rupa? Saya harap mereka menyelesaikan masalah ini sehingga kami bisa mencapai tujuan hidup kami di sana."

Juru bicara Departemen Dalam Negeri dalam pernyataannya menyebutkan waktu proses aplikasi visa keluarga beragam.

"Waktu proses ditentukan oleh kerumitan dan kelengkapan dokumen dalam aplikasi, yang membutuhkan pemeriksaan menyeluruh dari hubungan, karakter, identitas, kesehatan dan kriteria keamanan," katanya.

"Departemen kami terus memprioritaskan warga negara Afghanistan yang sudah mengajukan aplikasi visa keluarga."

Departemen tersebut juga mengatakan bahwa di pertengahan tahun 2021-22, mereka sudah membentuk tim khusus untuk menyeleksi aplikasi ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah di Level Kritis Rp17.300, Pakar Sarankan Ini Buat Pemerintahan Prabowo

Rupiah di Level Kritis Rp17.300, Pakar Sarankan Ini Buat Pemerintahan Prabowo

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 07:59 WIB

7 Day Cream Wardah yang Ampuh Cegah Kulit Keriput dan Flek Hitam

7 Day Cream Wardah yang Ampuh Cegah Kulit Keriput dan Flek Hitam

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 07:58 WIB

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:57 WIB

Wall Street Ditutup Merah Setelah Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi

Wall Street Ditutup Merah Setelah Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 07:50 WIB

Rumor iPhone 18, Layar Diduga Turun Kualitas, Pakai Teknologi Lama Samsung?

Rumor iPhone 18, Layar Diduga Turun Kualitas, Pakai Teknologi Lama Samsung?

Tekno | Jum'at, 24 April 2026 | 07:48 WIB

Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo

Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:47 WIB

Viral Terapi Balita Bikin Ngeri, Diduga Berkedok Pengobatan Tradisional

Viral Terapi Balita Bikin Ngeri, Diduga Berkedok Pengobatan Tradisional

Entertainment | Jum'at, 24 April 2026 | 07:40 WIB

Investasi Harita Group di KIPP Serap 1.800 Tenaga Kerja, Dorong Ekonomi Kayong Utara

Investasi Harita Group di KIPP Serap 1.800 Tenaga Kerja, Dorong Ekonomi Kayong Utara

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 07:36 WIB

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:33 WIB

20 Kode Redeem FF 24 April 2026: Klaim Pagi Ini, Diskon Tebus Murah 90 Persen Borong Bundle Dino

20 Kode Redeem FF 24 April 2026: Klaim Pagi Ini, Diskon Tebus Murah 90 Persen Borong Bundle Dino

Tekno | Jum'at, 24 April 2026 | 07:57 WIB

Terkini

Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina

Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'

PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:42 WIB

Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon

Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:18 WIB

Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa

Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:12 WIB

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:57 WIB

Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo

Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:47 WIB

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:33 WIB

Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:21 WIB

Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?

Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:15 WIB

263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!

263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:11 WIB