Rusia Terancam Tak Bisa Bayar Utang dalam Mata Uang Asing, Apa Dampaknya?

Siswanto, ABC

Rabu, 23 Maret 2022 | 11:41 WIB
Rusia Terancam Tak Bisa Bayar Utang dalam Mata Uang Asing, Apa Dampaknya?
Presiden Vladimir Putin Umumkan Daftar Negara Musuh Rusia (Pixabay/DimitroSevastopol)

Suara.com - Pekan lalu, Rusia membayar bunga dari sebagian utang luar negeri dalam bentuk dolar Amerika Serikat. Tapi ada kemungkinan mereka tidak bisa lagi membayar utangnya dan ini menunjukkan dampak dari sanksi internasional.

Menurut laporan, Rusia sudah membayar bunga sebanyak US$158 juta, lebih dari Rp1,5 trilun kepada para investor di Amerika Serikat lewat dua lembaga keuangan JP Morgan dan Citibank.

Namun dalam waktu dua pekan mendatang adalah masa tenggang pembayaran utang, yang jumlahnya lima kali lebih besar, sehingga menimbulkan  kekhawatiran Rusia akan "mengemplang" kewajiban tersebut karena langkanya persediaan mata uang dolar Amerika Serikat.

Di tahun 2015, dunia keuangan internasional pernah melihat hal yang serupa saat Yunani gagal membayar utang sebesar US$ 2,4 miiliar kepada lembaga Dana Moneter Internasional (IMF).

Yunani bukanlah negara besar pengekspor komoditas, bukan juga negara adikuasa dalam hal militer. Tapi apa yang terjadi di Yunani ketika itu sudah memengaruhi pasar keuangan internasional.

Terkait Rusia, para pengamat mengatakan dampak kemungkinan Rusia tidak bisa membayar utangnya akan lebih dirasakan oleh negara dan warga Rusia sendiri.

Kemungkinan Rusia tidak bisa membayar utang semakin besar karena aset mereka luar negeri sudah dibekukan dan juga tidak lagi jadi bagian dari sistem keuangan internasional.

Amerika Serikat masih mengizinkan dana dari Rusia dikirim ke luar untuk membayar utang, namun aliran dana masuk ke dalam negara Rusia dibatasi.

Ini menjadi masalah besar bagi Presiden Putin.

baca juga

Keputusan Yeltsin menaikkan pamor Putin

Terakhir kalinya Rusia tidak bisa membayar kewajiban utangnya adalah di tahun 1998,  yang menciptakan kritis politik di dalam negeri dan kesengsaraan bagi warganya.

Disebabkan karena tingginya biaya untuk perang di Chechnya dan turunnya pendapatan dari penjualan minyak, perekonomian Rusia saat itu mengalami kesulitan parah.

Inflasi mencapai angka 84 persen sehingga menimbulkan banyak pembangkangan, protes dan pemogokan, diperburuk dengan buruknya panen gandum di dalam negeri hingga terjadi kekurangan pangan.

Masalah ini mengakhiri kekuasaan Boris Yeltsin dan membuka jalan untuk naiknya Vladimir Putin.

Putin berusaha keras memastikan bahwa negaranya tidak akan lagi mengemis bantuan makanan dari dunia internasional.

Dampaknya terhadap sistem keuangan internasional juga besar. 

Beberapa bank lokal Rusia bangkrut, kemudian nilai mata uang rouble, jatuh sekitar 60 persen, yang juga hampir menyebabkan salah satu perusahaan besar Banker Trust di Amerika Serikat hampir bangkrut.

Krisis keuangan bisa dihindari ketika Deutsche Bank mengambil alih Bankers Trust dengan memberi dana US$10 miliar.

Seberapa besar kemungkinan Rusia gagal lunasi utangnya?

Peluangnya tinggi, karena pembekuan separuh dari US$640 miliar cadangan devisa asing dan emas yang disimpan di luar  negeri.

Dan sekarang Rusia kesulitan untuk bisa mendapatkan mata uang asing dengan mudah.

Pekan lalu, Rusia bersikeras mengatakan akan memenuhi semua kewajiban pembayaran utang.

Presiden Putin mengatakan negara yang terlibat dalam "kegiatan permusuhan" hanya akan mendapat bayaran dalam bentuk mata uang rubel.

Resolusi PBB dua minggu lalu, yang menuntut Rusia menarik diri dari Ukraina, sudah didukung oleh 143 negara. Artinya negara yang dianggap musuh dengan Rusia hampir mencapai seluruh dunia.

Dan mereka yang sebelumnya memberikan uang dalam bentuk dolar Amerika Serikat atau mata uang Euro, ingin dibayar kembali dalam mata uang tersebut karena nilai mata uang rubel tidak berharga banyak di dunia internasional.

Ketika Rusia tidak bisa membayar saat jatuh tempo Rabu lalu, secara otomatis mendapat kesempatan memenuhi kewajibannya dalam masa 30 hari berikutnya, yang kemudian berhasil dipenuhi.

Namun nilai utang berikutnya sebanyak US$650 juta yang jatuh tempo dalam waktu dua pekan lagi akan menjadi masalah yang lebih rumit.

Rusia memiliki aturan untuk membayar sebagian obligasi yang dikeluarkan Pemerintah dalam bentuk mata uang lokal rubel.

Namun aturan soal pembayaran bunga utang tidak masuk dalam perjanjian, selain juga nilai mata uang rubel sekarang sudah tinggal kurang dari satu sen dolar Amerika Serikat. Menjadi sebuah hal yang tidak mudah.

Seberapa buruk utang Rusia?

Setelah bertahun-tahun berusaha melepaskan diri dari pengaruh Barat, keseluruhan utang Rusia tergolong kecil.

Rusia sudah berutang sekitar US$100 miliar dari investor asing.

Sekitar US$40 miliar adalah utang pemerintah, sisanya utang oleh perusahaan negara besar, seperti perusahaan gas Gasprom dan Rosneft, jaringan kereta Russian Railways, dan sejumlah bank lokal.

Perusahaan minyak Rusia sudah berjanji akan menetapi pembayaran utan,  karena mereka biasa menerima pembayaran dalam mata uang asing dan juga memiliki kantor cabang di luar negeri. Kemampuan membayar utangnya masih besar walau nantinya pemerintah Rusia 'ngemplang'.

Menurut beberapa laporan, perusahaan besar ini sudah mendapat persetujuan untuk membayar utang dalam mata uang asing.

Namun banyak perusahaan besar sekarang mengalami krisis uang tunai karena perusahaan gas dan mineral Rusia sudah diboikot dan mereka tidak lagi menjadi bagian dari sistem keuangan internasional. Akibatnya pengiriman dana menjadi sulit dilakukan.

Bagi Rusia, bila ada 'pengemplangan' maka nilai mata uang rubel akan semakin jatuh sehingga semakin membuat warga mengalami kesulitan.

Mata uang yang lemah membuat daya belinya menurun. Ini menyebabkan harga-harga kebutuhan pokok di dalam negeri meningkat atau berpotensi membuat barang-barang hilang dari pasar.

Sudah ada sekitar 400 perusahaan asing yang menarik diri dari Rusia. Jika Rusia memutuskan tidak bisa membayar utang, maka para investor akan semakin takut untuk melakukan bisnis di negara tersebut.

Siapa saja yang memberi utang ke Rusia?

Para pemberi utang kebanyakan adalah bank dan institusi investor besar. Namun dengan utang yang relatif kecil, dampaknya secara global diperkirkaan tidak akan besar juga.

Tapi bank-bank di Eropa khususnya di Austria, Prancis dan Italia akan mengalami kerugian besar.

Sebuah lembaga bernama The Bank For International Settlements memperkirakan bank Italia dan Prancis masing-masing sudah memberikan utang masing-masing sekitar US$25 miliar, sementara bank Australia sekitar US$17,5 miliar.

Sejak Rusia mengambil alih paksa wilayah Crimea di Ukraina tahun 2014, perbankan Amerika Serikat mengurangi keterlibatan dengan Rusia, meski Citibank dilaporkan tetap memberi utang sebesar sekitar US$10 miliar.

Kasus penghentian pembayaran utang oleh sebuah negara selalu menjadi masalah.

Yang terburuk adalah terjadinya krisis global ketika bank tidak mau melakukan hubungan dengan bank lain karena takut masuk dalam krisis.

Namun dalam banyak kasus, seperti yang terjadi sebelumnya di Yunani, Argentina, Venezuela, dan Lebanon selama beberapa tahun terakhir, warga negara mereka sendirilah yang paling banyak menjadi korban.

Ini akibatnya akan menciptakan masalah baru, yakni ketidakpuasan warga, yang nantinya harus mendapat perhatian serius dari Presiden Putin.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:10 WIB

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Laba Bank Jago Meroket 50 Persen Jadi Rp298 Miliar hingga Kuartal III-2026

Laba Bank Jago Meroket 50 Persen Jadi Rp298 Miliar hingga Kuartal III-2026

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:37 WIB

Urutan Skincare Pagi untuk Anak Sekolah agar Wajah Cerah dan Segar

Urutan Skincare Pagi untuk Anak Sekolah agar Wajah Cerah dan Segar

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:29 WIB

Bos BEI Tertarik BUMN Hasil Restrukturisasi Danantara Bisa Melantai di Bursa

Bos BEI Tertarik BUMN Hasil Restrukturisasi Danantara Bisa Melantai di Bursa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:23 WIB

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:55 WIB

Dihadiri Titiek Soeharto, Momen Prabowo Pimpin Siswa SD Gaungkan Sumpah Pemuda di Perpustakaan

Dihadiri Titiek Soeharto, Momen Prabowo Pimpin Siswa SD Gaungkan Sumpah Pemuda di Perpustakaan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:00 WIB

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:51 WIB

Terkini

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:05 WIB

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:48 WIB

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat

Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:40 WIB

×