Harga Bensin di Australia Naik, Warga Diaspora Sesuaikan Gaya Hidup

Siswanto, ABC

Kamis, 24 Maret 2022 | 12:54 WIB
Harga Bensin di Australia Naik, Warga Diaspora Sesuaikan Gaya Hidup
Ilustrasi Australia (Pixabay/pattyjansen)

"Puji Tuhan. Income kami masih mencukupi, tapi enggak bisa sesukanya lagi. Misalnya beli tanaman sama koleksi tas dan sepatu, terpaksa puasa dulu walau tangan ini sudah gatal [ingin membeli]," kata Maria.

Untuk menyiasati kenaikan harga BBM saat ini, Calia Pratama, seorang warga lainnya, memilih untuk memonitor Petrol Spy, situs yang berisi daftar pompa bensin dengan harga jualnya masing-masing.

"Saya selalu mencari harga terendah dan juga menggunakan fuel docket [nota belanja yang memiliki program diskon] dari supermarket Woolworth, Coles atau IGA," katanya.

Sedangkan untuk belanja kebutuhan pokok, Calia mengaku berbelanja dengan cara bulky atau borongan, karena menurutnya "lumayan menghemat pengeluaran".

"Untuk makanan dan minuman terkadang supermarket menjual barang yang masa kadaluwarsanya sudah mau habis dengan harga diskon nyaris 75 persen. Jadi, tinggal pintar-pintarnya kita saja mengolahnya," tuturnya.

Bagi warga yang tinggal sendirian, seperti Hazra Husain, situasi saat ini tampaknya tidak begitu mengkhawatirkan, terutama dari sisi pengeluaran untuk BBM dan makanan.

"Saya bekerja menggunakan mobil karena tempat kerjanya lumayan jauh dan kadang mendapatkan tugas malam. Seminggu sekitar AU$50 untuk bensin, sekarang sekitar AU$60 - $70," ujar Hazra yang juga bekerja di perawatan lanjut usia.

Untuk menghemat pengeluaran makan sehari-hari, Hazra yang jarang masak karena kesibukannya, kadang ikut makan bersama penghuni panti tempatnya bekerja.

"Belakangan ini kadang saya makan roti atau bubur di tempat kerja setelah warga panti selesai makan," katanya.

baca juga

Solusi jangka panjang

Pekerja di bidang real estate di Sydney, Alexander Lim, punya solusi jangka panjang untuk menghadapi kenaikan harga BBM.

"Solusinya beli mobil listrik. Untuk jangka panjang bisa dipertimbangkan, apalagi ada subsidi dari pemerintah 'kan," kata Alex kepada Farid Ibrahim dari ABC Indonesia.

Menurutnya, paling tidak dalam beberapa bulan ke depan, harga bensin yang sudah terlanjur naik akan sulit untuk turun kembali.

Alex sendiri masih menggunakan mobil biasa saat ini, dan menghabiskan sekitar AU$100 per minggu untuk BBM.

"Saya lagi berpikir untuk ganti ke mobil listrik, teman-teman saya sudah banyak yang beralih ke sana," ujarnya.

Tapi Alex mengaku jika pengeluarannya untuk bensin tidak memberatkan karena di akhir tahun anggaran dia bisa mengklaim sebagai bagian dari biaya bisnis.

"Namun dengan kenaikan harga bensin ini, akan berpengaruh banyak ke bahan pokok lainnya seperti makanan. Restoran dan kafe, semua sudah naik sekitar 20 persen," ujarnya.

Lain halnya dengan warga Sydney lainnya, Harry Kurniawan, yang bekerja di bidang informasi dan teknologi.

Karena pandemi COVID ia lebih banyak bekerja dari rumah dan hanya ke kantor sekali dalam seminggu.

"Saya lebih sering naik kereta, karena mengemudi ke kantor juga lama, macet," ujar Harry yang sudah menetap di Australia sejak 1997.

Strategi mengurangi penggunaan mobil mobil pribadi dan beralih ke angkutan umum dilakukan pula oleh Reinita Silitonga yang juga tinggal di Sydney.

"Saya mengurangi makan di luar dan ke cafe, dan lebih banyak masak sendiri sekarang," tambahnya.

Bantuan keuangan dari pemerintah

Selain berbagai langkah penghematan, Harry Kurniawan kini menunggu kabar tentang rencana Pemerintah Federal memberikan bantuan sekali bayar atau 'one-off payment' kepada para pekerja yang memenuhi syarat.

Bendahara Negara Australia, Josh Frydenberg kepada media setempat menyatakan rancangan APBN yang akan diajukan pada bulan Maret ini mengalokasikan "sejumlah bantuan" untuk rumah tangga dalam mengatasi kenaikan harga-harga.

Laporan media 7NEWS menyebutkan bentuk bantuan ini berupa pembayaran bonus kepada para pekerja yang menurut Frydenberg bersifat "temporer, tepat sasaran dan proporsional".

Dikatakan bahwa pembayaran ini akan ditranfer ke akun bank penerimanya sebelum digelarnya Pemilu pada bulan Mei.

Menanggapi hal ini, ekonom dan peneliti pada Australian National University (ANU) Canberre, Dr Arianto Patunru menjelaskan ada beberapa langkah yang biasanya ditempuh pemerintah untuk mengatasi dampak kenaikan harga.

"Kalau dikhawatirkan kenaikan harga merembet ke yang lain [sehingga terjadi inflasi], biasanya tingkat bunga akan dinaikkan," jelasnya.

Menurut Dr Arianto, kebijakan berupa pembayaran tunai langsung [cash transfer] menjadi pilihan bila pihak berwenang masih bisa untuk tidak menaikkan tingkat bunga.

"Kalau tingkat bunga naik, investasi turun akan mengganggu pemulihan ekonomi. Itu dialami di Amerika Serikat sekarang, yang mungkin menjalar ke sini juga," jelasnya.

"Jadi kalau APBN masih mampu, maka cash transfer masih lebih dipilih [oleh pemerintah]," tambah Dr Arianto.

Ikuti informasi menarik lainnya dari ABC Indonesia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Commuter Line Disulap Jadi Etalase Promosi Visit Malaysia 2026 di Indonesia

Commuter Line Disulap Jadi Etalase Promosi Visit Malaysia 2026 di Indonesia

Foto | Rabu, 29 Juli 2026 | 06:30 WIB

GIIAS 2026 Dibuka, Astra Financial Hadirkan Solusi Pembiayaan Terintegrasi

GIIAS 2026 Dibuka, Astra Financial Hadirkan Solusi Pembiayaan Terintegrasi

Foto | Rabu, 29 Juli 2026 | 05:50 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

Terkini

Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed

Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:38 WIB

Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!

Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!

Bri | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:34 WIB

Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun

Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:26 WIB

Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste

Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:23 WIB

Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten

Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:22 WIB

Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik

Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:17 WIB

Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular

Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:10 WIB

Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak

Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 21:51 WIB

Unai Emery Senang Kembali ke Indonesia, Aston Villa Siap Suguhkan Permainan Terbaik di GBK

Unai Emery Senang Kembali ke Indonesia, Aston Villa Siap Suguhkan Permainan Terbaik di GBK

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 21:48 WIB

DPR Sentil OPK BPJS-TK Jalan di Bara Api: Materi Tak Relevan Tak Perlu

DPR Sentil OPK BPJS-TK Jalan di Bara Api: Materi Tak Relevan Tak Perlu

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 21:43 WIB

×