Diduga Harga Anjlok, Petani Buang Ratusan Tomat Sepanjang Jalan, Warga Boleh Bayar Seikhlasnya

Dany Garjito, Agatha Vidya Nariswari

Minggu, 27 Maret 2022 | 13:29 WIB
Diduga Harga Anjlok, Petani Buang Ratusan Tomat Sepanjang Jalan, Warga Boleh Bayar Seikhlasnya
Diduga Harga Anjlok, Petani Buang Ratusan Tomat Sepanjang Jalan (instagram/@terangmedia)

Suara.com - Momen saat petani tomat membuang tomat-tomatnya di sepanjang jalan telah menjadi viral di media sosial. Diduga hal itu karena harga tomat yang anjlok.

Seperti yang terlihat dalam unggahan akun Instagram @terangmedia, Sabtu (26/3/2022), petani tomat itu membuang ratusan tomat hasil panennya di pinggir jalan.

"Anjloknya harga tomat membuat petani kesulitan untuk menjual hasil tomatnya sesuai harga yang diinginkan (seperti dulu)," tulis keterangan akun @terangmedia dikutip Suara.com, Minggu (27/3/2022).

Petani tomat yang diduga merugi akibat harga tomat yang anjlok ini tidak sekadar membuang tomat hasil panennya.

Petani ini membuang ratusan tomat hasil panennya rupa-rupanya untuk menggelar lapaknya di pinggir jalan agar tomatnya bisa terjual.

Hal itu dialami oleh petani tomat di Desa Sebarus, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat, Lampung.

Ia menggelar lapak ratusan tomatnya di pinggir jalan sementara para warga bisa membayar seikhlasnya tanpa patokan harga.

"Mereka menjual tomatnya dengan harga seikhlasnya, bahkan ada sebagian yang diberikan secara cuma-cuma," lanjut keterangan.

Dalam video, salah seorang warga merekam saat para warga mendatangi lapaknya di pinggir jalan.

baca juga

"Pasar sore bu. Mari merapat mari merapat. Ayo merapat, tomat tomat, merah merah," ucap ibu-ibu yang berada di lapak.

Para warga berdatangan untuk mengambil tomat-tomat yang dibuang oleh petani di sepanjang jalan.

Tomat yang dibuang oleh petani ini terlihat masih segar sehingga para warga berdatangan untuk mengambil tomat itu.

Bahkan, ada warga yang membawa karung untuk mengangkut tomat yang sengaja dibuang petani tersebut.

Sontak, video yang memperlihatkan petani membuang tomat di sepanjang jalan itu lantas menuai perhatian warganet.

"Harusnya penanaman bergilir. Jangan srmua 1 jenis tanaman. Jadi ada rotasi dan tidak kelebihan stock," tulis salah seorang warganet di kolom komentar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Bulan Ramadhan, Harga Daging Terpantau Naik Jadi Rp135 Ribu per Kilogram

Jelang Bulan Ramadhan, Harga Daging Terpantau Naik Jadi Rp135 Ribu per Kilogram

Bisnis | Minggu, 27 Maret 2022 | 06:50 WIB

Parah, Harga Minyak Goreng di Daerah Capai Rp29 Ribu per Liter!

Parah, Harga Minyak Goreng di Daerah Capai Rp29 Ribu per Liter!

Bisnis | Minggu, 27 Maret 2022 | 06:30 WIB

Mulai Dapat Pasokan Minyak Goreng Curah, Pedagang Beringharjo Pikir-pikir Jual Sesuai HET

Mulai Dapat Pasokan Minyak Goreng Curah, Pedagang Beringharjo Pikir-pikir Jual Sesuai HET

Jogja | Sabtu, 26 Maret 2022 | 20:09 WIB

Sadis! Ibu Muda 18 Tahun dan Bayi Usia 4 Bulan Dibacok, Video Pelaku Diamuk Massa Beredar, Wajahnya Ditendang

Sadis! Ibu Muda 18 Tahun dan Bayi Usia 4 Bulan Dibacok, Video Pelaku Diamuk Massa Beredar, Wajahnya Ditendang

Kaltim | Sabtu, 26 Maret 2022 | 19:41 WIB

Viral Pria Borong Dagangan Kakek Penjual Sayur di Pinggir Jalan, Banjir Apresiasi Publik

Viral Pria Borong Dagangan Kakek Penjual Sayur di Pinggir Jalan, Banjir Apresiasi Publik

Lifestyle | Sabtu, 26 Maret 2022 | 21:50 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×