Soroti Demo Masak Tanpa Minyak Goreng Megawati, Blok Politik Pelajar: Partai Penguasa Gagap dan Memalukan

Erick Tanjung, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 28 Maret 2022 | 19:38 WIB
Soroti Demo Masak Tanpa Minyak Goreng Megawati, Blok Politik Pelajar: Partai Penguasa Gagap dan Memalukan
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam acara demo masak tanpa minyak goreng, (ist)

Suara.com - Kelompok Blok Politik Pelajar menyentil kegiatan demo masak tanpa minyak goreng menggunakan yang digelar PDI Perjuangan dan dihadiri Megawati Soekarnoputri.

Delpedro Marhaen Rismansah dari Blok Politik Pelajar menyebut, demo masak tersebut adalah bentuk kegagalan PDI Perjuangan sebagai partai pengusaha untuk memastikan ketersediaan minyak goreng.

“Itu adalah cara gagap partai penguasa menanggapi isu krisis (kelangkaan minyak goreng) yang terjadi di masyarakat. Itu adalah cara-cara yang dulu dilakukan era orde baru, ketika tidak ada nasi silakan makan yang lain,” kata Pedro di Grogol Pertamburan, Jakarta Barat, Senin (28/3/2022).

Bahkan, menurutnya demo masak yang dilakukan Megawati tersebut justru mempermalukan dirinya sebagai Presiden RI ke-4 sekaligus pemimpin partai penguasa.

“Hari ini dipertegas oleh demo masak yang menurut saya konyol, memalukan. Sebagai pimpinan partai politik dan juga sebagai keturunan Presiden Soekarno, itu sangat memalukan,” ujar dia.

Dia menambahkan, demo masak yang diperagakan itu juga telah melecehkan tuntutan masyarakat untuk mendapatkan minyak goreng sebagai barang kebutuhan pokok.

“Masak tanpa menggunakan minyak goreng itu adalah salah satu bentuk melecehkan tuntutan masyarakat. Jika sebelumnya disebutkan bahwa 'Kenapa sih Ibu-ibu ngomongin minyak goreng terus, emang setiap harinya masak pakai minyak goreng', itukan salah satu bentuk pelecehan,” ucapnya.

Sebelumnya Megawati menjadi sorotan karena pernyataannya terkait kelangkaan minyak goreng dan harganya yang melambung tinggi. Dia menyoroti soal antrian Ibu-ibu untuk mendapatkan minyak goreng.

"Bukan masalah mahalnya beli minyak goreng. Saya itu sampai mikir, jadi tiap hari Ibu-ibu itu apakah hanya menggoreng? Sampai begitu rebutannya? Sampai kalau sekarang kita lihat toh hebohnya urusan beli minyak goreng. Saya itu sampai ngelus dada," tutur Megawati.

baca juga

Kemudian, Megawati menyarankan untuk mengolah makanan dengan cara lain seperti direbus.

"Apa tidak ada cara merebus atau mengukus atau seperti rujak? Itu menu Indonesia loh. Lah kok jelimet begitu," sambung Mega.

Berselang beberapa hari setelah pernyataan itu menuai hujatan dari publik, Megawati hari ini menggelar demo masak tanpa minyak goreng dengan menghadirkan juru masak terkenal di Sekolah PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Megawati Kenang Ajaran Bung Karno: Politik Itu yang Penting Perut Kenyang

Megawati Kenang Ajaran Bung Karno: Politik Itu yang Penting Perut Kenyang

News | Senin, 28 Maret 2022 | 19:30 WIB

Mahasiswa Ancam Demo Besaran-besaran, Jika Wacana Penundaan Pemilu Dilakukan

Mahasiswa Ancam Demo Besaran-besaran, Jika Wacana Penundaan Pemilu Dilakukan

News | Senin, 28 Maret 2022 | 18:53 WIB

Terkait Pernyataannya yang Sempat Viral Terkait Minyak Goreng, Megawati Soekarnoputri Mengaku Sedih

Terkait Pernyataannya yang Sempat Viral Terkait Minyak Goreng, Megawati Soekarnoputri Mengaku Sedih

Kalbar | Senin, 28 Maret 2022 | 18:23 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×