Covid-19: Apakah Kita Dapat Terinfeksi Ulang dengan Omicron Varian Baru?

Siswanto, Deutsche Welle

Sabtu, 02 April 2022 | 10:29 WIB
Covid-19: Apakah Kita Dapat Terinfeksi Ulang dengan Omicron Varian Baru?
DW

Suara.com - Sub varian Omicron BA.2 menyebar dengan cepat beberapa bulan belakangan. Para ahli mencemaskan proteksi dari vaksinasi maupun penyintas akan melemah seiring waktu. Apakah kita bisa terinfeksi ulang Omicron?

Mereka yang terinfeksi virus corona varían Omicron beberapa bulan lalu dan sembuh, akan merasakan eforia imunitas dari antibodi yang dipicu infeksi COVID-19 tersebut. Bahkan penyintas yang sudah mendapat vaksinasi booster akan merasa lebih terlindungi.

Namun, para ahli virologi juga mengamati tingkat perlindungan antibodi secara berangsur menurun seiring perjalanan waktu.

Pada beberapa kasus bahkan dalam jangka waktu relatif singkat. Yang lebih mencemaskan para ahli saat ini terkait menurunya imunitas, adalah penyebaran cepat sub varian baru Omicron yang disebut BA.2.

Virus sub varian ini diduga lebih cepat menular dibanding varian Omicron sebelumnya yang disebut BA.1 Ketika varian Omicron BA.1 menyebar cepat di seluruh dunia pada akhir tahun 2021 lalu, para ahli mengamati dengan khawatir lonjakan drastis kasus infeksi COVID-19 global.

Omicron memang memicu gejala yang lebih ringan, tetapi jauh lebih gampang menular. Orang yang sudah mendapat booster alias divaksinasi tiga kali atau para penyintas COVID-19 varian lain, dilaporkan tidak terhindar dari infeksi Omicron.

Kini subvarian BA.2 muncul dan diduga lebih menular lagi dibanding varian Omicron pertama yang disebut BA.1. Bisa terinfeksi ulang Omicron? Data awal dari Inggris menunjukkan, beberapa pasien terinfeksi dua kali, yakni oleh Omicron varian asli BA.1 dan subvarian BA.2.

Juga para dokter di Vanderbilt University Medical Center di AS kepada DW mengatakan, mengamati ada beberapa kasus pasien yang terinfeksi ulang Omicron. Namun, Shira Doron, seorang dokter yang aktif menangani pasien dan asisten professor dari Tufts University School of Medicine di AS membantah data itu.

"Saya sama sekali belum pernah melihat kasus infeksi ulang Omicron”, katanya. Doron menyebutkan, kasus yang dilaporkan sebagai infeksi ulang, faktanya mungkin saja kasus "positif yang keliru”.

baca juga

"Jika saya mendapat laporan seseorang terinfeksi ulang, saya selalu mengundang mereka untuk melakukan tes ulang. Dan kebanyakan hasil tes ulang negatif,” papar dokter Doron.

Kasus sangat langka Walau ada pro dan kontra infeksi ulang virus Omicron, sebuah hasil riset dari Denmark yang dirilis akhir Februari lalu menyimpulkan, infeksi ulang Omicron bisa terjadi, walau kasusnya sangat langka.

Riset menganalisis data sekitar 1,8 juta kasus saat gelombang infeksi virus Omicron antara akhir November 2021 hingga pertengahan Februari 2022. Hasilnya, di sepanjang durasi penelitian, tercatat 187 kasus terinfeksi ulang COVID-19.

Dari seluruh kasus terinfeksi ulang, ada 47 kasus pasien yang terinfeksi kedua varian Omicron BA.1 dan BA.2.

Juga penelitian di Israel terhadap 2,8 juta penyintas COVID-19 dalam durasi pendek, sekitar dua bulan setelah mereka sembuh, menunjukkan hanya ada ratusan kasus infeksi ulang.

Jadi rasionya sangat rendah, 47 kasus dari 1,8 juta di Denmark, dan ratusan dari 2,5 juta di Israel, mengindikasikan kasus infeksi ulang sangat langka. Namun, hal itu diyakini akan terus berubah, seiring makin banyaknya data yang dikoleksi.

Hal ini diamini Monica Gandhi, profesor kedokteran di University of California, San Francisco, yang menyebutkan kasus infeksi ulang virus Omicron diduga jauh lebih banyak lagi.

Gandhi mengatakan, antibodi yang dipicu booster vaksinasi atau infeksi COVID-19 akan melemah dalam jangka waktu sekitar 4 bulan dan orang kembali rentan terinfeksi virus corona.

Vaksinasi terbukti melindungi Vaksin yang ada di pasaran, sejauh ini terbukti memberikan tingkat proteksi cukup bagus melawan COVID-19. Orang yang sudah divaksin komplit, tetap punya kemungkinan terinfeksi, tapi sangat jarang mengembangkan gejala sakit parah.

Sebuah penelitian di AS menunjukkan, orang yang sudah divaksinasi lengkap, jika terinfeksi Omicron varian BA.1 akan mengembangkan antibodi yang juga tangguh melawan subvariant BA.2.

Penelitian itu menyebutkan, satu kasus dari orang yang tidak divaksinasi dan terinfeksi Omicron varian asli, menunjukkan yang bersangkutan tidak mengembangkan antibodi terhadap subvarian Omicron BA.2.

Hasil riset di Austria bulan Maret 2022 juga menunjukkan hasil serupa. Orang yang tidak divaksinasi dan terinfeksi varian Omicron asli, hanya mengembangkan kekebalan atas varian itu, dan tidak mengembangkan antibodi untuk varian COVID-19 lainnya.

Masih diamati Para ilmuwan mengatakan, masih terus mengamati perkembangannya dan belum mengetahui dengan pasti keseluruhan sifat subvarian omicorn BA.1. Yang sudah diketahui, varian ini memiliki daya penularan 30% lebih cepat dibanding Omicron asli.

Data menunjukan, subvarian ini menyebar cepat di Eropa sejak awal Februari 2022. Jerman termasuk negara yang paling parah dilanda gelombang Omicron ini, terlihat dari data kasus infeksi yang mencapai puncaknya pertengahan Maret lalu, dengan lebih 250.000 kasus baru tiap hari. Jadi satu hal sudah pasti: pandemi COVID-19 belum berakhir, terlepas dari pro dan kontra para ilmuwan terkait kemungkinan terinfeksi ulang varian Omicron bagi para penyintas COVID-19. (as/vlz)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Uang Pengganti Kerry Riza Direvisi MA, Berapa yang Harus Dibayar?

Uang Pengganti Kerry Riza Direvisi MA, Berapa yang Harus Dibayar?

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Terkini

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:07 WIB

Awas Kena PHP Perusahaan! Ini Bahaya Terselubung Tren Ghost Job bagi Pencari Kerja

Awas Kena PHP Perusahaan! Ini Bahaya Terselubung Tren Ghost Job bagi Pencari Kerja

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Rp33.000 dalam Dua Hari

Harga Emas Antam Anjlok Rp33.000 dalam Dua Hari

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik

Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:59 WIB

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:37 WIB

×