Amien Rais Curiga Agenda Amandemen UUD Disusupi Ubah Masa Jabatan Presiden, Arsul Sani PPP: Terlalu Prematur

Chandra Iswinarno, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 04 April 2022 | 12:44 WIB
Amien Rais Curiga Agenda Amandemen UUD Disusupi Ubah Masa Jabatan Presiden, Arsul Sani PPP: Terlalu Prematur
Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani. (Dok: DPR)

Suara.com - Wakil Ketua MPR RI Fraksi PPP Arsul Sani memastikan, hingga kini tidak ada agenda sidang istimewa MPR untuk melakukan amandemen UUD 1945. Ia menegaskan, mayoritas fraksi di parlemen tidak menghendaki amandemen untuk memperpanjang masa jabatan presiden. 

Pernyataan Arsul tersebut menanggapi kecurigaan dari Politisi senior Amien Rais yang menilai adanya agenda penyusupan amandemen UUD 1945 untuk memperpanjang masa jabatan presiden. 

"Yang bisa saya sampaikan sejauh ini, tidak ada agenda sidang istimewa MPR untuk mengamandemen UUD NRI tahun 1945," kata Arsul saat dihubungi pada Senin (4/4/2022). 

Arsul mengatakan, kekinian PDIP sebagai salah satu pengusul amandemen UUD terbatas untuk menghadirkan kembali Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN), justru menarik diri. PDIP disebut meminta amandemen agar tak dilakukan periode ini. 

"Jadi terlalu prematur untuk merespon kecurigaan Pak AR (Amien Rais)," tuturnya. 

Kendati begitu, Arsul enggan mempermasalahkan kecurigaan yang disampaikan Amien Rais tersebut. Menurutnya yang disampaikan Amien merupakan bagian dari demokrasi. 

"Namun karena curiga itu tidak bisa dilarang dalam alam demokrasi, maka kita lihat saja apakah kecurigaan itu proporsional atau tidak," ungkapnya.

Arsul pun menegaskan, mayoritas partai politik di parlemen kekinian tidak menghendaki agar amandemen UUD 1945 dilakukan. Terlebih untuk memperpanjang masa jabatan presiden. 

"Yang jelas posisi-posisi politik mayoritas parpol yang ada di DPR sampai dengan saat ini masih jelas yakni tidak menghendaki adanya amandemen UUD yang menyangkut Pemilu dan masa jabatan Presiden," katannya.

baca juga

Untuk diketahui, Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais menyindir Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai pemimpin yang tak berkompeten dan tak tahu kapan harus mundur dari jabatannya.

Pernyataan Amien itu disampaikan usai isu perpanjangan masa jabatan presiden atau tiga periode menguak kembali. 

Ia awalnya menyinggung soal duet Jokowi dengan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan dianggap kekinian sudah menggila, dan mulai ugal-ugalan terutama dalam urusan mengubah konstitusi. 

"Jadi tidak bisa lain kesimpulan saya bahwa memang saudara saya jokowi ini itu selain tidak kompeten sebagai pemimpin yang saya tulis dalam risalah kebangsaan saya, tapi juga tidak tahu kapan dia harus mundur," kata Amien di chanel Youtubenya Amien Rais Official, Sabtu (2/4/2022). 

Menurut Amien pemimpin yang baik itu harus tahu persis kapan dia harus mundur dari jabatannya. Dalam konstitusi atau UUD 1945 sudah dijelas dikatakan bahwa kepala negara dibatasi hanya dua periode menjabat. 

"Tapi sekarang mau dipaksakan supaya ada sidang MPR khusus untuk buat PPHN, jadi kemudian nanti arahnya mengubah secara sangat ugal-ugalan, lebih dari itu, sangat jahat, ini luar biasa, jadi saya akan mengatakan nanti bagaimana kita harus mengatasai hal hal diluar nalar sehat," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dibilang Megalomania, Jubir Luhut Semprot Amien Rais: Beliau yang Harus Tes Kejiwaan

Dibilang Megalomania, Jubir Luhut Semprot Amien Rais: Beliau yang Harus Tes Kejiwaan

News | Senin, 04 April 2022 | 12:23 WIB

Disebut Itu Pak Tua Ngapain ya, Amien Rais: Saya Sedang Sampaikan Kekhawatiran sebagai Anak Bangsa

Disebut Itu Pak Tua Ngapain ya, Amien Rais: Saya Sedang Sampaikan Kekhawatiran sebagai Anak Bangsa

Bogor | Senin, 04 April 2022 | 09:19 WIB

Jika Jokowi 3 Periode, Amien Rais: Kebangkitan Komunis Jadi Hal Yang Pasti, Aba-aba Dari Beijing

Jika Jokowi 3 Periode, Amien Rais: Kebangkitan Komunis Jadi Hal Yang Pasti, Aba-aba Dari Beijing

News | Senin, 04 April 2022 | 07:31 WIB

Terkini

Hilirisasi Agro Berpotensi Tambah PDB hingga 10 Kali Lipat, Ini Strateginya

Hilirisasi Agro Berpotensi Tambah PDB hingga 10 Kali Lipat, Ini Strateginya

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:39 WIB

7 Cara Memakai Air Mawar sebagai Setting Spray agar Makeup Tidak Crack

7 Cara Memakai Air Mawar sebagai Setting Spray agar Makeup Tidak Crack

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 08:36 WIB

Jenius Catat Transaksi Valas hingga Nabung Jadi Andalan Pengguna

Jenius Catat Transaksi Valas hingga Nabung Jadi Andalan Pengguna

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:35 WIB

Jateng Rawan Bencana, Wakil Ketua DPRD Usulkan Pelajaran Mitigasi Masuk Kurikulum Sekolah dari PAUD

Jateng Rawan Bencana, Wakil Ketua DPRD Usulkan Pelajaran Mitigasi Masuk Kurikulum Sekolah dari PAUD

Jawa Tengah | Kamis, 17 September 2026 | 08:22 WIB

Ada Menkeu Baru, Rencana Dividen BUMN Rp120 Triliun ke APBN Dinego Lagi

Ada Menkeu Baru, Rencana Dividen BUMN Rp120 Triliun ke APBN Dinego Lagi

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:21 WIB

10 Hal yang Sebaiknya Tidak Disampaikan lewat Telepon

10 Hal yang Sebaiknya Tidak Disampaikan lewat Telepon

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 08:20 WIB

QRIS Tembus 68 Juta Pengguna, Keamanan Transaksi Jadi Sorotan

QRIS Tembus 68 Juta Pengguna, Keamanan Transaksi Jadi Sorotan

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 08:09 WIB

Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Pengamat Sebut Kalkulasi Partai Menuju 2029 Berubah

Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Pengamat Sebut Kalkulasi Partai Menuju 2029 Berubah

News | Kamis, 17 September 2026 | 08:08 WIB

Review Cherophobia: Takut Bahagia Justru Menjauhkan Kita dari Kebahagiaan

Review Cherophobia: Takut Bahagia Justru Menjauhkan Kita dari Kebahagiaan

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 08:00 WIB

Tembus Pelosok! 90 Dapur Makan Bergizi Gratis Resmi Berdiri di Wilayah 3T Lampung

Tembus Pelosok! 90 Dapur Makan Bergizi Gratis Resmi Berdiri di Wilayah 3T Lampung

Lampung | Kamis, 17 September 2026 | 07:58 WIB

×