Dua Dekade Setelah Diculik, Juliana Melarikan Diri Kembali ke Timor Leste

SiswantoABC Suara.Com
Selasa, 05 April 2022 | 16:36 WIB
Dua Dekade Setelah Diculik, Juliana Melarikan Diri Kembali ke Timor Leste
Foto aerial Jembatan dan Taman BJ Habibie di kawasan Bidau Santana, Dili, Timor Leste, Kamis (29/08/2019)[ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj].

Suara.com - Juliana dos Santos, yang menyebut dirinya sebagai "rampasan perang, akhirnya memutuskan sudah waktunya untuk melarikan diri dari pria yang menurutnya telah memperbudaknya selama lebih dua dekade.

Tak lama setelah Referendum Timor Timur (kini Tomor Leste) pada tahun 1999, Juliana yang berusia 15 tahun mengaku diculik oleh milisi pro-Indonesia dan dibawa ke Timor Barat yang menjadi bagian wilayah Republik Indonesia.

Juliana menyebut dirinya diperkosa dan dipaksa penculiknya yang diduga bernama Egidio Manek. Dia melahirkan anaknya setahun kemudian, saat masih berusia 16 tahun.

"Dia juga memiliki istri-istri lain. Istrinya yang kelima tinggal bersama kami," kata Juliana kepada ABC News.

"Saya diperlakukan seperti budak, dipaksa untuk melayani dia dan istrinya. Semua pekerjaan rumah tangga, termasuk merawat ladang, dibebankan ke saya," ujarnya.

Juliana menyebut penculiknya kasar. 

"Kadang-kadang dia memukuliku sampai mata saya hitam dan bengkak. Saya hanya diam dan terus bersabar karena anak-anak masih kecil," para Juliana.

Namun pada Januari tahun 2022 ini, Juliana merasa sudah tidak tahan lagi. Dengan dorongan anak-anaknya, dia berani melarikan diri ke perbatasan.

Tapi dia menyebut penculiknya tidak mau membiarkannya pergi tanpa perlawanan.

Baca Juga: Wakil Ketua KPK Alexander Marwata: Timor Leste Lebih Bersih dari Indonesia

Penculiknya menunggu di pintu gereja

Juliana dos Santos dan keluarganya masih hidup dengan trauma pada kejadian di hari dia menghilang.

Saat itu baru seminggu setelah rakyat Timor Timur memberikan suara mayoritas dalam referendum yang memilih untuk berpisah dari Republik Indonesia setelah 24 tahun menjadi Provinsi ke-27.

Berbulan-bulan menjelang pemungutan suara, laskar milisi bersenjata melancarkan kampanye teror di seluruh Timor Timur, diduga membunuh dan menyiksa warga yang mendukung kemerdekaan, membakar rumah dan ternak mereka, dan mendeportasi warga dengan truk ke Timor Barat.

Juliana dan keluarganya termasuk di antara ratusan orang yang melarikan diri ke Gereja Katolik di Suai di pantai selatan Timor Timur, ketika milisi yang diduga didukung oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) berkeliling dengan senjata, pedang, dan parang.

Saudaranya yang masih berusia 13 tahun, Carlos, dibunuh bersama sekitar 200 orang lainnya pada hari itu.

Salah satu pemimpin milisi yang memerintahkan pembunuhan di Suai, Egidio Manek, menangkap Juliana yang saat itu berusia 15 tahun dan memaksanya naik ke mobil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI