Meski Dapat Bantuan, Penerima BLT Minyak Goreng Ingin Harga Turun

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Jum'at, 22 April 2022 | 21:20 WIB
Meski Dapat Bantuan, Penerima BLT Minyak Goreng Ingin Harga Turun
Trina Asturi, Warga Cipinang yang menerima BLT Minyak Goreng. (Restu Fadilah/Suara.com)

Suara.com - Kementerian Sosial (Kemensos) mulai menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng kepada masyarakat di wilayah regional 2 (Jabodetabek dan Banten). Namun, para penerima BLT minyak goreng memilih harga kembali normal daripada memperoleh bantuan.

Trina Asturi, satu dari jutaan penerima BLT minyak goreng di Kantor Pos Cikini Jakarta Pusat mengatakan, meskipun menerima bantuan, dia tidak setuju harga minyak goreng naik. Sebab, minyak goreng merupakan kebutuhan yang selalu digunakan setiap hari.

"Mendingan harga turunlah. Soalnya minyak dibutuhkan setiap harinya," tutur Trina Asturi kepada wartawan di Kantor Pos Cikini, Jakarta Pusat pada Jumat, (22/4/2022).

Hal senada disampaikan oleh penerima BLT minyak goreng lainnya, Nahriyah. Warga Desa Bojongrangkas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu mengatakan, kenaikan harga minyak dari kisaran Rp20.000 sampai Rp50.000 memberatkannya. Namun, dia terpaksa membeli karena harus tetap masak.

"Mau tidak mau harus dibeli karena kebutuhan sehari-hari. Kalau tidak beli, tidak bisa masak," ucap Nahriyah saat diwawancara secara terpisah.

Trina pun Nahriyah mengaku bahwa pemberian BLT minyak goreng adalah sesuatu yang baik karena bisa sedikit mengurangi bebannya. Kendati demikian, nominal BLT minyak goreng yang diterimanya tidak cukup untuk menanggung selisih harga yang naiknya melambung tinggi ini. Sekalipun minyak goreng yang dibeli adalah minyak curah.

"Tentu saya senang mendapatkan BLT minyak goreng karena bisa sedikit mengurangi beban. Tapi Rp100 ribu per bulan ini tidak cukup, jadi lebih baik harganya diturunkan lagi," ujar Nahriyah.

Menurut Nahriyah, pemberian BLT minyak goreng oleh Pemerintah hanya akan menjadi solusi jangka pendek dan beresiko membuat harga minyak goreng akan semakin sulit turun dan dikontrol. Sebab, pasar akan menganggap masyarakat mampu membeli minyak goreng dengan harga yang sangat fantastis ini.

Oleh karena itu, dia berharap ada solusi yang lebih pasti dari Pemerintah untuk segera menstabilkan harga minyak goreng, selain memberikan bantuan yang sifatnya sementara.

"Harapannya, Pemerintah jangan hanya memberikan BLT minyak goreng, lebih baik harganya diturunkan. Karena kalau tidak turun-turun, nanti malah seakan jadi normal. Kalau sudah dianggap normal seperti itu, mau tidak mau kita masyarakat cuma bisa menerima harga minyak goreng yang tinggi ini," lugasnya.

Deputi Kantor Cabang Utama (KCU) Jakarta Premier, Dicky Hendrawan. (Restu Fadilah/Suara.com)
Deputi Kantor Cabang Utama (KCU) Jakarta Premier, Dicky Hendrawan. (Restu Fadilah/Suara.com)

Diketahui, penyaluran BLT minyak goreng yang dibarengi dengan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) ini disalurkan melalui PT Pos Indonesia.

Deputi Kantor Cabang Utama (KCU) Jakarta Premier, Dicky Hendrawan mengatakan, realisasi penyaluran BLT minyak goreng sudah berada di angka 98,44 persen dari 1.442.453 keluarga penerima manfaat (KPM).

"Untuk regional 2 sampai sekarang sudah mencapai 98,44 persen dari jumlah 1.442.453 KPM," tutur Dicky.

Dicky menambahkan, penyaluran BLT minyak goreng ditargetkan bisa selesai pada 24 April 2022.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Mafia Minyak Goreng, Akademisi UB Menduga Ada Tangan-tangan Lain yang Terlibat

Kasus Mafia Minyak Goreng, Akademisi UB Menduga Ada Tangan-tangan Lain yang Terlibat

Malang | Jum'at, 22 April 2022 | 19:53 WIB

Sudah Terlalu Banyak Ambil Untung, Pengusaha-pengusaha Kini Diminta Tunduk ke Presiden Tak lagi Ekspor Migor

Sudah Terlalu Banyak Ambil Untung, Pengusaha-pengusaha Kini Diminta Tunduk ke Presiden Tak lagi Ekspor Migor

News | Jum'at, 22 April 2022 | 19:32 WIB

5 Fakta dan Alasan Jokowi Larang Ekspor Minyak Goreng, Buntut Kasus Suap?

5 Fakta dan Alasan Jokowi Larang Ekspor Minyak Goreng, Buntut Kasus Suap?

News | Jum'at, 22 April 2022 | 19:26 WIB

Sikat Mafia Minyak Goreng, Gerak Cepat Jokowi Dinilai Mengedepankan Kepentingan Rakyat

Sikat Mafia Minyak Goreng, Gerak Cepat Jokowi Dinilai Mengedepankan Kepentingan Rakyat

Bisnis | Jum'at, 22 April 2022 | 19:24 WIB

Dirjen Kemendag Tersangka Kasus Migor, DPR: Harus Ada Upaya Agresif Selesaikan Masalah Ini

Dirjen Kemendag Tersangka Kasus Migor, DPR: Harus Ada Upaya Agresif Selesaikan Masalah Ini

Bisnis | Jum'at, 22 April 2022 | 19:22 WIB

Penetapan Tersangka Kasus Minyak Goreng, Ekonom Ingatkan Jalur Distribusi Bisa Terhambat

Penetapan Tersangka Kasus Minyak Goreng, Ekonom Ingatkan Jalur Distribusi Bisa Terhambat

Bisnis | Jum'at, 22 April 2022 | 19:18 WIB

Terkini

Bukan Pembersihan Biasa! Butuh 6 Bulan untuk Bikin Tugu Monas Kembali Kinclong

Bukan Pembersihan Biasa! Butuh 6 Bulan untuk Bikin Tugu Monas Kembali Kinclong

News | Senin, 01 Juni 2026 | 09:01 WIB

Mendagri Tito Ajak PIKI Ambil Peran Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045

Mendagri Tito Ajak PIKI Ambil Peran Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:58 WIB

Jaga Stabilitas dan Pemerataan Ekonomi, Mendagri Dorong Kepala Daerah se-Sulawesi Perkuat Sinergitas

Jaga Stabilitas dan Pemerataan Ekonomi, Mendagri Dorong Kepala Daerah se-Sulawesi Perkuat Sinergitas

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:52 WIB

Cek Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kupang, Gus Ipul: Sudah Mendekati 75 Persen

Cek Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kupang, Gus Ipul: Sudah Mendekati 75 Persen

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:42 WIB

Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah se-NTT Bangun Sekolah Rakyat

Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah se-NTT Bangun Sekolah Rakyat

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:37 WIB

Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard Ryacudu di Kemhan Pagi Ini

Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard Ryacudu di Kemhan Pagi Ini

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:36 WIB

Idul Adha Berdarah di Gaza! Drone Israel Tewaskan Dokter Senior dan Warga Sipil

Idul Adha Berdarah di Gaza! Drone Israel Tewaskan Dokter Senior dan Warga Sipil

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:19 WIB

Mama Sinta Bantah Diintimidasi TNI dan Naik Jet Haji Isam ke Jakarta: Itu Provokator!

Mama Sinta Bantah Diintimidasi TNI dan Naik Jet Haji Isam ke Jakarta: Itu Provokator!

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:14 WIB

Negosiasi Memanas! Trump Ubah Syarat Damai, Iran Belum Mau Mengalah

Negosiasi Memanas! Trump Ubah Syarat Damai, Iran Belum Mau Mengalah

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:13 WIB

Viral! Gegara Hal Ini Polisi Banting dan Seret Wanita Hamil, Suami Korban Ikut Dipukuli

Viral! Gegara Hal Ini Polisi Banting dan Seret Wanita Hamil, Suami Korban Ikut Dipukuli

News | Senin, 01 Juni 2026 | 07:45 WIB