Perempuan Pengusaha Mina Guli Ikuti 200 Lari Maraton Kampanye Air Dunia

Siswanto, ABC

Kamis, 28 April 2022 | 14:38 WIB
Perempuan Pengusaha Mina Guli Ikuti 200 Lari Maraton Kampanye Air Dunia
Ilustrasi lari maraton [Shutterstock]

Suara.com - Seorang perempuan pengusaha Australia Mina Guliberencana melakukan 200 maraton dalam setahun untukmengkampanyekan masalah krisis air dunia.

Mina akan melakukan lari maraton 200 kali di 200 negara dalam kurun waktu setahun untuk meningkatkan informasi mengenai krisis air yang menurutnya masih banyak tidak disadari oleh warga dunia.

Dia sudah memulai maraton pertama di Uluru yang dulu dikenal dengan nama Ayers Rock di akhir Maret yangrutenya melewati Finke di Northern Territory dan sampai keOodnadatta di Australia Selatan, kota yang paling kering dan paling panas di Australia.

Suhu udara tertinggi yang pernah dilaporkan diOodnadatta pernah mencapai 50 derajat Celcius.

Di awal Mei, Mina Guli diperkirakan sudah akan menyelesaikan 27 maraton dalam tujuh pekan.

Alasannya untuk melakukan maraton tersebut sangat sederhana.

"

"Kita sekarang sedang berada dalam krisis air global yang parah," katanya.

"

"Kita harus melakukan aksi, kita tidak boleh menyia-nyiakan waktu."

baca juga

Krisis air dunia saat ini

Dunia saat ini menghadapi kekurangan air bersih yang parah dengan 40 persen penduduk dunia tidak memiliki akses yang persediaan air bersih yang memadai.

Salah satu masalah utamanya adalah apa yang disebut 'air siluman', jumlah air yang digunakan setiap hari secara tidak langsung.

"

"Air ada dalam bentuk apa saja, dari apa yang kita gunakan, kita beli dan kita konsumsi," kata Mina Guli.

"

"Apakah dalam bentuk pakaian yang kita gunakan atau makanan yang kita santap."

Menurut lembaga Water Footprint Network, proses untuk menghasilkan sebuah harmburger daging memerlukan 2.500 liter air.

Sebuah handphone memerlukan 3.500 liter untuk proses produksi sementara satu celana jins memerlukan 10 ribu liter air.

Di tahun 2012, setelah mengetahui mengenai 'air siluman' ini Guli mendirikan yayasan bernama Thirst Foundation, sebuah organisasi nir laba dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan krisis air global dan mendorong tindakan segera guna mengatasi krisis tersebut.

Dia ingin adanya perhatian internasional akan masalah tersebut sehingga dia kemudian melakukan 100 maraton di tahun 2016.

Dia percaya dengan melakukan maraton d berbagai negara dan berbicara dengan berbagai komunitas yang mengalami masalah air bersih akan membuat perhatian semakin terarah ke sana.

Pernah melakukan 100 maraton

Ini bukanlah kali pertama Mina Guli melakukan maraton untuk mengkampanyekan masalah-masalah yang dianggapnya penting.

Di tahun 2019, dia berencana untuk melakukan 100 maraton dalam waktu 100 hari.

Tetapi di hari ke-62 dia hampir tidak bisa berjalan.

Dia tidak sadar bahwa ketika itu retak di tulang kakinya sudah melebar menjadi sekitar 15 sentimeter.

Namun, dia berhasil menyelesaikan maraton di hari tersebut. Barukeesokan harinya ia diberi tahu bahwa dia harus segera berhentijika ia tidakmaumengalami cedera permanen.

"Ketika melihat foto saya melakukan maraton, saya sempat berpikir 'itu gila ya, apa sih yang saya lakukan ketika itu," katanya kepada ABC.

Namun pengalaman tersebut tidaklah membuatnya berhenti, tapi malah semakin memberinya semangat untuk melakukan maraton lagi.

Tujuh gurun, enam sungai dan ribuan kilometer

Di tahun 2016, dia melakukan Lari Tujuh Gurun yang meliputi 40 maraton selama 49 hari di tujuh benua.

Setahun kemudian dia melakukan Lari Enam Sungai, yaitu 40 maraton selama 40 hari.

Dan di tahun 2019, dia melakukan 100 maraton dalam 100 hari.

Dan sekarang dia melakukan maratonglobal untuk menarik perhatian lebih besar lagi.

Dalam melakukan 200 maratondalam masa setahun tersebut, Mina Guli akan melakukannya dari Oceania, Timur Tengah, Afrika, Eropa dan Amerika Serikat.

Dia bermaksud menyelesaikan maraton ke-200 tersebut pada bulan Maret 2023 bertepatan dengan Konferensi Air PBB yang akan dilangsungkan di New York.

Sama seperti apa yang dilakukan sebelumnya, maraton yang dilakukan Guli akan berlangsung di berbagai tempat di dunia di mana krisis air parah sedang terjadi.

"

"Kami memilih lokasi berdasarkan cerita yang harus kami ungkapkan," katanya.

"

"Kami akan berbicara dengan perempuan dan anak-anak di negara seperti India dan Bangladesh, di mana mereka setiap hari harus berjalan dalam kondisi ekstrim atau bahkan bisa mengancam keselamatan mereka, guna mendapatkan air.

"Dan anak-anak di tempat seperti Afrika Selatan di mana anak-anak tidak ke sekolah karena harus menunggu kiriman air."

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dariABC News.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

Ketiak Mudah Bau dan Berkeringat? Begini Cara Merawatnya

Ketiak Mudah Bau dan Berkeringat? Begini Cara Merawatnya

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 06:35 WIB

Perselingkuhan Benjamin Netanyahu dengan Konsultan Politik Terbongkar Usai 33 Tahun Tertutup

Perselingkuhan Benjamin Netanyahu dengan Konsultan Politik Terbongkar Usai 33 Tahun Tertutup

News | Minggu, 13 September 2026 | 09:26 WIB

Dari Jawa Tengah, MTQ Nasional XXXI Pancarkan Kedamaian dan Pererat Kebersamaan

Dari Jawa Tengah, MTQ Nasional XXXI Pancarkan Kedamaian dan Pererat Kebersamaan

News | Minggu, 13 September 2026 | 09:17 WIB

Bukan Sekadar Film Anak, Iyus Jenius Hadirkan Kembali Lagu Legendaris Papa T.Bob yang Dirindukan

Bukan Sekadar Film Anak, Iyus Jenius Hadirkan Kembali Lagu Legendaris Papa T.Bob yang Dirindukan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 09:40 WIB

Komdigi Koordinasi dengan 3 Operator Selular Cari Lokasi 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Komdigi Koordinasi dengan 3 Operator Selular Cari Lokasi 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Minggu, 13 September 2026 | 08:55 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

Terkini

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 10:13 WIB

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

×