Anis Matta Sebut Bakal Terjadi Migrasi Pemilih Besar-besaran di Pemilu 2024: Parpol Lama Tak Bisa Beri Solusi

Rizki Nurmansyah | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Sabtu, 30 April 2022 | 21:26 WIB
Anis Matta Sebut Bakal Terjadi Migrasi Pemilih Besar-besaran di Pemilu 2024: Parpol Lama Tak Bisa Beri Solusi
Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta. [Suara.com/Novian]

Suara.com - Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta menilai akan terjadi migrasi besar para pemilih pada Pemilu 2024. Migrasi itu disebutnya lantaran para pemilih melihat partai-partai lama yang ada di DPR RI tak memberikan solusi bagi krisis yang ada kekinian.

Hal itu disampaikan oleh Anis Matta saat ditanya awak media soal strategi Partai Gelora gaet pemilih di Pemilu 2024.

"Sebenarnya dalam masa krisis ini masyarakat akan melihat bahwa partai-partai lama ini punya suatu masalah, mereka tidak bisa membawa solusi bagi krisis yang ada sekarang," kata Anis Matta di Media Centre Partai Gelora, Jakarta Selatan, Sabtu (30/4/2022).

Ia mengatakan, hal itu juga ditandai paling buruk dalam periode ini dengan parlemen menjadi lemah. DPR kekinian dicap hanya sebagai tukang stempel.

Di mana, kata Anis, banyak kebijakan yang sangat fundamental dan penting untuk masyarakat justru dengan mudah diloloskan oleh DPR tanpa adanya perdebatan.

Contohnya adalah UU Omnibus Law Cipta Kerja hingga UU Ibu Kota Negara (UU IKN).

"Nah ini ada suatu masalah bahwa koalisi besar dalam pemerintahan justru mematikan DPR-nya. Padahal sebenarnya dalam sistem presidential itu walaupun koalisinya besar, DPR tidak harus mati. Ini kan masalah publik yang harus kita bicarakan," tuturnya.

Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta ditemui di Media Centre Partai Gelora di Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (30/4/2022). [Suara.com/Bagaskara Isdiansyah]
Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta ditemui di Media Centre Partai Gelora di Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (30/4/2022). [Suara.com/Bagaskara Isdiansyah]

Hal itulah, menurut Anis, yang membuat migrasi pemilih justru akan terjadi pada Pemilu 2024 nanti.

Ia mengklaim, hal tersebut juga sudah dibuktikan melalui survei reguler yang dilakukan internal partainya.

"Kita sudah melihat dalam survei yang secara reguler kita lakukan akan ada migrasi besar-besaran pada pilihan politik masyarakat, walaupun sampai sekarang belum menentukan itu. Jadi kami menganggap hampir semua survei-survei yang ada sekarang juga tidak menggambarkan kenyataan yang akan terjadi nanti 2024," pungkas Anis Matta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minta Pemerintah Gratiskan Tol pada Arus Balik, Anis Matta: Rugi Sedikit Tapi Kasih Senang Warga

Minta Pemerintah Gratiskan Tol pada Arus Balik, Anis Matta: Rugi Sedikit Tapi Kasih Senang Warga

News | Sabtu, 30 April 2022 | 21:04 WIB

Fahri Hamzah Sentil Para Kandidat Capres: Maju Pilpres Harus Pakai Tiket Baru, Jangan Tiket Basi

Fahri Hamzah Sentil Para Kandidat Capres: Maju Pilpres Harus Pakai Tiket Baru, Jangan Tiket Basi

News | Sabtu, 30 April 2022 | 15:12 WIB

Masinton PDIP Sebut Korupsi Migor Terindikasi Untuk Biaya Tunda Pemilu, LaNyalla: Aparat Hukum Harus Tindaklanjuti

Masinton PDIP Sebut Korupsi Migor Terindikasi Untuk Biaya Tunda Pemilu, LaNyalla: Aparat Hukum Harus Tindaklanjuti

News | Kamis, 28 April 2022 | 10:23 WIB

Terkini

Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur

Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur

News | Sabtu, 11 April 2026 | 07:00 WIB

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:42 WIB

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:28 WIB

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:24 WIB

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:21 WIB

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:53 WIB

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:47 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:15 WIB

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB