Waspada Wisatawan! Gelombang Laut di Yogyakarta dan Jabar Bisa Capai 6 Meter

Ruth Meliana Dwi Indriani

Senin, 23 Mei 2022 | 11:38 WIB
Waspada Wisatawan! Gelombang Laut di Yogyakarta dan Jabar Bisa Capai 6 Meter
Ilustrasi gelombang laut. [Shutterstock]

Suara.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan kepada masyarakat mengenai potensi gelombang air laut yang tinggi. Perairan laut selatan di Yogyakarta dan Jawa Barat dilaporkan berpotensi mencapai 6 meter.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo. Ia menjelaskan kondisi itu dipengaruhi oleh faktor kecepatan angin.

"Tinggi gelombang 4-6 meter termasuk kategori sangat tinggi. Peningkatan tinggi gelombang ini lebih dipengaruhi oleh faktor kecepatan angin di atas permukaan laut," jelas Teguh di Cilacap, Jateng, Senin.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, angin di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 5-20 knot.

Embusan angin yang cenderung searah dengan kecepatan tinggi tersebut berdampak terhadap peningkatan tinggi gelombang di laut selata, khususnya di DIY dan Jabar yang saat sekarang telah memasuki musim angin timuran.

Terkait dengan hal itu, pihaknya mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di laut selatan Jabar, Jateng, dan DIY yang berlaku pada tanggal 23-24 Mei 2022.

Dalam hal ini, tinggi gelombang 4-6 meter yang masuk kategori sangat tinggi berpotensi terjadi di perairan selatan Sukabumi, perairan selatan Cianjur, perairan selatan Garut dan perairan selatan Tasikmalaya.

Gelombang tinggi juga berpotensi terjadi di perairan selatan Pangandaran, perairan selatan Cilacap, perairan selatan Kebumen, perairan selatan Purworejo dan perairan selatan Yogyakarta.

Selain itu, kondisi serupa juga bisa terjadi di Samudra Hindia selatan Sukabumi, Samudra Hindia selatan Cianjur, Samudra Hindia selatan Garut dan Samudra Hindia selatan Tasikmalaya.

baca juga

Kemudian Samudra Hindia selatan Pangandaran, Samudra Hindia selatan Cilacap, Samudra Hindia selatan Kebumen, Samudra Hindia selatan Purworejo dan Samudra Hindia selatan Yogyakarta.

Peringatan ini juga akan segera disampaikan oleh masyarakat di sekitar pesisir hingga pengguna jasa kelautan, demi keamanan bersama.

"Kami akan segera informasikan kepada masyarakat pengguna jasa kelautan maupun yang bermukim di pesisir selatan Jabar, Jateng, dan DIY jika ada perkembangan lebih lanjut terkait dengan tinggi gelombang," katanya.

Terkait dengan peringatan dini gelombang tinggi tersebut, ia mengimbau seluruh pengguna jasa kelautan untuk memerhatikan risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran.

Apalagi, kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter berisiko terhadap perahu nelayan. Selanjutnya, kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter berisiko terhadap tongkang.

Sedangkan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter berisiko kapal feri. Lalu kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter berisiko terhadap kapal ukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar.

"Kami mohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada. Bagi wisatawan yang berkunjung ke pantai sebaiknya tidak mandi atau bermain di pantai karena gelombang tinggi dapat terjadi sewaktu-waktu," pesan Teguh Wardoyo. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Kecelakaan Maut Ciamis, Ini Evaluasi Sementara Kementerian Perhubungan

Update Kecelakaan Maut Ciamis, Ini Evaluasi Sementara Kementerian Perhubungan

News | Senin, 23 Mei 2022 | 11:23 WIB

Kecelakaan Maut Bus Pariwisata di Ciamis, Kemenhub Soroti Kondisi Jalan yang Sempit dan Banyak Tanjakan

Kecelakaan Maut Bus Pariwisata di Ciamis, Kemenhub Soroti Kondisi Jalan yang Sempit dan Banyak Tanjakan

Bogor | Senin, 23 Mei 2022 | 11:05 WIB

Prakiraan Cuaca Indonesia 23 Mei 2022: Awas Jakarta dan Yogyakarta Hujan Lebat

Prakiraan Cuaca Indonesia 23 Mei 2022: Awas Jakarta dan Yogyakarta Hujan Lebat

News | Senin, 23 Mei 2022 | 10:47 WIB

Duh, BMKG Temukan 6 Titik Panas Tersebar di Kubar, Kukar dan Berau

Duh, BMKG Temukan 6 Titik Panas Tersebar di Kubar, Kukar dan Berau

Kaltim | Senin, 23 Mei 2022 | 11:00 WIB

Dua Kelompok Bersenjata Tajam Saling Serang di Stadion Singaperbangsa, Publik: Paling Rebutan Lahan

Dua Kelompok Bersenjata Tajam Saling Serang di Stadion Singaperbangsa, Publik: Paling Rebutan Lahan

Bekaci | Senin, 23 Mei 2022 | 10:08 WIB

Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Diprediksi Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Diprediksi Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Batam | Senin, 23 Mei 2022 | 09:41 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×