15 Negara yang Melaporkan Kasus Cacar Monyet, dari Amerika Serikat sampai Tetangga Indonesia

Agatha Vidya Nariswari

Senin, 23 Mei 2022 | 18:59 WIB
15 Negara yang Melaporkan Kasus Cacar Monyet, dari Amerika Serikat sampai Tetangga Indonesia
Cacar monyet (Monkeypox). [Statnews]

Suara.com - Sudah ada 15 negara yang melaporkan virus cacar monyet atau monkeypox di wilayahnya. Sejumlah negara Eropa seperti Jerman, Italia, Swedia dan Belanda mengikuti Inggris dalam penemuan kasus. Terakhir Austria, Swiss dan Israel turut melaporkan adanya penularan penyakit tersebut.

Ada pula negara tetangga Indonesia yang telah mengonfirmasi kasus pertama monkeypox. Berikut negara-negara yang melaporkan cacar monyet.

1. Amerika Serikat

Melansir USA Today, kasus pertama cacar monyet pertama di Amerika Serikat dilaporkan pertama kali menjangkit seorang laki-laki dewasa asal Massachusetts. Ia sempat melakukan perjalanan ke Kanada sebelum terinfeksi. Pasien tersebut saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit dan dalam kondisi baik. Para pejabat setempat meyakini kasus cacar monyet pertama di AS tersebut tak menimbulkan risiko berarti bagi masyarakat.

2. Inggris

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mencatat ada tiga kasus cacar monyet di London dan satu kasus yang berkaitan di Newcastle. Dengan adanya penambahan kasus ini, total ada tujuh kasus cacar monyet di negara itu.

Keempat kasus menginfeksi laki-laki yang telah melakukan hubungan seksual dengan laki-laki atau mereka mengidentifikasi diri sebagai gay atau biseksual. Inggris sendiri menjadi salah satu negara pertama di Eropa yang melaporkan kasus cacar monyet.

3. Italia

Italia melaporkan tiga kasus cacar monyet yang pasiennya kini dirawat di Roma. Pasien mengeluh demam, sakit kepala dan pembengkakan kelenjar setelah bepergian ke Pulau Canary.

baca juga

4.  Kanada

Kanada telah mengonfirmasi lima kasus cacar monyet dan tengah menginvestigasi 17 kasus dugaan penularan penyakit tersebut. Kasus cacar monyet ditemukan di Quebec dan Montreal.

5. Spanyol

Spanyol mengonfirmasi tujuh kasus cacar monyet dan sedang menginvestigasi 24 dugaan kasus. Kasus terbanyak muncul di ibu kota Madrid.

6. Australia

Pasien cacar monyet yang dilaporkan pertama kali di Australia merupakan seorang turis yang baru kembali dari Inggris. Negara tetangga Indonesia itu juga menemukan dugaan kasus serupa di Melbourne.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar Kesehatan: Cacar Monyet Bukan Penyakit Gay!

Pakar Kesehatan: Cacar Monyet Bukan Penyakit Gay!

Health | Senin, 23 Mei 2022 | 18:27 WIB

2022, Perusahaan Asal AS Ini Targetkan Jual Mesin ATM 1.000 Unit di Indonesia

2022, Perusahaan Asal AS Ini Targetkan Jual Mesin ATM 1.000 Unit di Indonesia

Bisnis | Senin, 23 Mei 2022 | 17:41 WIB

Terinfeksi Cacar Monyet, Ketahui Apa Saja yang Perlu Dilakukan

Terinfeksi Cacar Monyet, Ketahui Apa Saja yang Perlu Dilakukan

Health | Senin, 23 Mei 2022 | 17:00 WIB

Pemberitaan Cacar Monyet Banyak Menyudutkan Kelompok Gay dan Biseksual, UNAIDS Angkat Bicara

Pemberitaan Cacar Monyet Banyak Menyudutkan Kelompok Gay dan Biseksual, UNAIDS Angkat Bicara

Health | Senin, 23 Mei 2022 | 16:37 WIB

Mencegah Penyebaran Cacar Monyet selain Menggunakan Vaksin, 2 Hal Ini Juga Diperlukan

Mencegah Penyebaran Cacar Monyet selain Menggunakan Vaksin, 2 Hal Ini Juga Diperlukan

Health | Senin, 23 Mei 2022 | 16:13 WIB

Terkini

InJourney Ajak Masyarakat Ramaikan Pertamina Grand Prix of Indonesia, Tiket Diskon Sampai 30%

InJourney Ajak Masyarakat Ramaikan Pertamina Grand Prix of Indonesia, Tiket Diskon Sampai 30%

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:48 WIB

4 Jenazah Korban Kecelakaan Sibolangit Sudah Diambil Keluarga

4 Jenazah Korban Kecelakaan Sibolangit Sudah Diambil Keluarga

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:37 WIB

Unik! PKB Jateng Rayakan Harlah dengan Nobar Final Piala Dunia 2026

Unik! PKB Jateng Rayakan Harlah dengan Nobar Final Piala Dunia 2026

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:36 WIB

Demon Slayer dan Exit 8 Masuk Nominasi Critics Choice Super Awards 2026

Demon Slayer dan Exit 8 Masuk Nominasi Critics Choice Super Awards 2026

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:30 WIB

Kulit Sawo Matang Cocok Pakai Bedak Warna Apa? 4 Shade Ini Dijamin Bikin Flawless

Kulit Sawo Matang Cocok Pakai Bedak Warna Apa? 4 Shade Ini Dijamin Bikin Flawless

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:30 WIB

Viral Dugaan Penipuan Tes TOEFL saat MPLS, Disdikpora DIY Tegaskan Nama Dinas Dicatut

Viral Dugaan Penipuan Tes TOEFL saat MPLS, Disdikpora DIY Tegaskan Nama Dinas Dicatut

Jogja | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:23 WIB

Sudah Kantongi Hak Cipta, Tari Kipas Ajer Raih Medali Emas di Singapura

Sudah Kantongi Hak Cipta, Tari Kipas Ajer Raih Medali Emas di Singapura

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:23 WIB

57% Orang Indonesia Simpan KTP dan Paspor di HP, Kaspersky Ingatkan Risiko Kebocoran Data Meningkat

57% Orang Indonesia Simpan KTP dan Paspor di HP, Kaspersky Ingatkan Risiko Kebocoran Data Meningkat

Tekno | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:15 WIB

Misi Terakhir Deschamps di Piala Dunia 2026: Kawal Kylian Mbappe Rebut Sepatu Emas dari Lionel Messi

Misi Terakhir Deschamps di Piala Dunia 2026: Kawal Kylian Mbappe Rebut Sepatu Emas dari Lionel Messi

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:15 WIB

Tren Ngopi Bertahan di Tengah Tekanan Ekonomi, Pelaku F&B Didorong Ciptakan Menu Bernilai Tambah

Tren Ngopi Bertahan di Tengah Tekanan Ekonomi, Pelaku F&B Didorong Ciptakan Menu Bernilai Tambah

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:12 WIB

×