Terinfeksi Cacar Monyet, Ketahui Apa Saja yang Perlu Dilakukan

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Senin, 23 Mei 2022 | 17:00 WIB
Terinfeksi Cacar Monyet, Ketahui Apa Saja yang Perlu Dilakukan
Ilustrasi Cacar - Sudah Masuk Singapura, Waspadai Penyebaran Cacar Monyet di Indonesia (Pexels)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat kasus cacar monyet atau monkeypox dari rentang 13 hingga 21 Mei 2022 ada 92 yang dikonfirmasi dan 28 kasus suspek. Semua itu tersebar di 11 negara bukan endemik.

Semakin bertambahnya kasus di beberapa negara tentu cukup mengkhawatirkan kita semua. Meski belum ada kasus terdeteksi di Indonesia, tidak ada salahnya jika kita memahami infeksi ini terlebih dahulu.

Cacar monyet merupakan penyakit dari infeksi orthopoxvirus, menurut The Conversation.

Orthopoxvirus termasuk virus pernapasan, yang dapat menyebar ke manusia tanpa kontak, kemungkinan besar dari aerosol atau tetesan udara.

Apa yang harus dilakukan saat terinfeksi?

Dilansir Global News, ada dua fase dalam perkembangan infeksi cacar monyet, yang meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan lesi di seluruh tubuh.

"Pada apa yang disebut 'fase invasif' pertama, seseorang dapat mengalami demam, sakit tenggorokan, dan batuk," jelas spesialis penyakit menular dan ahli mikrobiologi medis di Pusat Kesehatan Universitas McGill (MUHC), Kanada, Donald Vinh.

Cacar monyet
Cacar monyet

Dalam seminggu, ruam atau lesi kulit penuh cairan atau nanah akan mulai berkembang. Masa inkubasi, atau waktu dari paparan hingga timbulnya gejala, rata-rata antara lima dan 21 hari.

"Isolasi dan karantina sangat manjur untuk membatasi penyebaran cacar monyet," kata ahli epidemiologi di UCLA School of Public Health, Anne Rimoin.

baca juga

Rimoin menjelaskan, "Akan menjadi ide yang baik untuk memeriksakan ke dokter dan mengisolasi dari orang lain sampai Anda yakin bahwa Anda sudah tidak terinfeksi."

Orang yang terinfeksi harus diisolasi selama sekitar tiga minggu, serta mereka yang berpotensi telah berkontak dengan kasus yang dikonfirmasi atau suspek.

"Benda atau permukaan apa pun yang mungkin bersentuhan dengan tetesan pernapasan orang yang terinfeksi atau cairan lesi di kulit harus didesinfeksi dengan benar," saran Vinh.

Hingga kini belum ada obat khusus yang tersedia untuk cacar monyet, tetapi antivirus cacar dapat digunakan. Namun, agen antivirus tecovirimat yang dikembangkan untuk cacar dianggap sebagai terapi untuk cacar monyet di Eropa dan Amerika Serikat.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS telah mendaftarkan cidofovir, brincidofovir dan vaccinia immune globulin (VIG) sebagai pilihan pengobatan.

WHO mengimbau agar pasien cacar monyet diberi cairan dan makanan bernutrisi untuk mempertahankan status gizi yang memadai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemberitaan Cacar Monyet Banyak Menyudutkan Kelompok Gay dan Biseksual, UNAIDS Angkat Bicara

Pemberitaan Cacar Monyet Banyak Menyudutkan Kelompok Gay dan Biseksual, UNAIDS Angkat Bicara

Health | Senin, 23 Mei 2022 | 16:37 WIB

Mencegah Penyebaran Cacar Monyet selain Menggunakan Vaksin, 2 Hal Ini Juga Diperlukan

Mencegah Penyebaran Cacar Monyet selain Menggunakan Vaksin, 2 Hal Ini Juga Diperlukan

Health | Senin, 23 Mei 2022 | 16:13 WIB

Seberapa Berbahayakah Cacar Monyet? Ini Kata Ahli

Seberapa Berbahayakah Cacar Monyet? Ini Kata Ahli

Health | Senin, 23 Mei 2022 | 13:05 WIB

Terkini

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Media Vietnam Panas Bahas Adik Mitchell Baker yang Disebut Mau Gabung Timnas Indonesia

Media Vietnam Panas Bahas Adik Mitchell Baker yang Disebut Mau Gabung Timnas Indonesia

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Keluarga Polisi Dihantam Tragedi: Avanza Ringsek di Tol Lampung, 6 Orang Tewas Seketika

Keluarga Polisi Dihantam Tragedi: Avanza Ringsek di Tol Lampung, 6 Orang Tewas Seketika

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Drama Menit Akhir, Persib Tundukkan Garudayaksa FC

Drama Menit Akhir, Persib Tundukkan Garudayaksa FC

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Singapura Siapkan Opsi Nuklir Usai Indonesia Stop Ekspor Gas

Singapura Siapkan Opsi Nuklir Usai Indonesia Stop Ekspor Gas

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Kemenkraf Dorong Komersialisasi Penyiaran Melalui Program Akselerasi Ekonomi Kreatif

Kemenkraf Dorong Komersialisasi Penyiaran Melalui Program Akselerasi Ekonomi Kreatif

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:33 WIB

×