Pakar Kesehatan: Cacar Monyet Bukan Penyakit Gay!

Bimo Aria Fundrika

Senin, 23 Mei 2022 | 18:27 WIB
Pakar Kesehatan: Cacar Monyet Bukan Penyakit Gay!
Cacar monyet (Antara)

Suara.com - Monkeypox atau cacar monyet menyebar lebih cepat dari biasanya. Bulan ini, lebih dari 140 kasus yang dikonfirmasi dan dicurigai telah terdeteksi di selusin negara di seluruh Eropa, Amerika Utara, dan Oseania.

Meski demikian, banyak pakar dan pemberitaan yang hanya fokus ke lelaki gay. Menanggapi hal itu, para pakar kesehatan masyarakat dan ahli virologi mengatakan bahwa fokus pada pria gay yang terkena cacar monyet sekarang mengingatkan pada beberapa pelaporan awal tentang HIV dan AIDS 40 tahun yang lalu.

"Cacar monyet bukanlah penyakit gay, dan juga bukan penyakit menular lainnya," ahli virus dan dokter Dr. Boghuma Kabisen Titanji, peneliti kesehatan masyarakat Keletso Makofane seperti dilansir dari Insider.

Ilustrasi Cacar - Sudah Masuk Singapura, Waspadai Penyebaran Cacar Monyet di Indonesia (Pexels)
Ilustrasi Cacar - Sudah Masuk Singapura, Waspadai Penyebaran Cacar Monyet di Indonesia (Pexels)

Sementara pakar kesehatan masyarakat lainnya yang bernama Dr. Neurofourier di Twitter menulis di PLOS blog bahwa sngat disayangkan bahwa ini masih perlu dikatakan, menyoroti betapa sedikit yang telah kita pelajari dari wabah sebelumnya.”

Organisasi Kesehatan Dunia juga menimpali pada hari Jumat, menunjukkan dalam sebuah pernyataan bahwa siapa pun yang berinteraksi secara dekat dengan orang yang menular dapat berisiko terkena cacar monyet.

"Ini termasuk petugas kesehatan, anggota rumah tangga dan pasangan seksual," kata WHO.

"Menstigmatisasi sekelompok orang karena suatu penyakit tidak pernah dapat diterima. Ini dapat menjadi penghalang untuk mengakhiri wabah karena dapat mencegah orang mencari perawatan, dan menyebabkan penyebaran yang tidak terdeteksi."

McCollum, dengan CDC, mengatakan bahwa kasus cacar monyet telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir di Afrika, dan ada beberapa alasan mengapa hal itu mungkin terjadi.

Profesor Jimmy Whitworth, seorang ahli penyakit menular di London School of Hygiene and Tropical Medicine, mengatakan bahwa "kita sangat perlu mencari tahu" apakah versi cacar monyet ini menyebar dengan cara baru.

baca juga

Biasanya, monkeypox menyebar dari orang ke orang melalui kontak yang sangat dekat. Virus dapat terbawa pada permukaan, dari tempat tidur, pakaian, atau ekskresi pernapasan, tetapi sangat mudah untuk menularkannya melalui kontak kulit ke kulit.

"Anda bisa membayangkan bahwa seorang wanita yang tinggal di rumah yang sama, berbagi peralatan dan sebagainya dengan seseorang yang mengeraminya bisa tertular, tapi sejauh ini kita belum melihatnya," kata Whitworth. "Itulah yang membuat kami agak curiga bahwa mungkin ini menular secara seksual, dan kami perlu mencari tahu. Karena jika demikian, itu baru — yang belum pernah terlihat sebelumnya."

Salah satu alasan utama mungkin karena keberhasilan vaksin cacar yang tak tertandingi. Karena cacar telah diberantas dari bumi pada tahun 1980, kebanyakan orang yang hidup saat ini belum divaksinasi terhadap penyakit tersebut. (

Cacar dan cacar monyet adalah virus yang terkait erat, dan vaksin yang telah dikembangkan untuk cacar dapat memberikan perlindungan silang yang kuat terhadap cacar monyet. Tetapi para ahli memperkirakan bahwa, hari ini, lebih dari 70% orang di seluruh dunia tidak memiliki kekebalan terhadap cacar monyet, karena mereka tidak perlu divaksinasi terhadap cacar untuk memulai.

Pengurutan genetik yang dilakukan sekarang harus menjelaskan dengan lebih baik apakah ini benar-benar bentuk cacar monyet yang lebih menular atau tidak, dan apakah itu menyebar dengan cara baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terinfeksi Cacar Monyet, Ketahui Apa Saja yang Perlu Dilakukan

Terinfeksi Cacar Monyet, Ketahui Apa Saja yang Perlu Dilakukan

Health | Senin, 23 Mei 2022 | 17:00 WIB

Pemberitaan Cacar Monyet Banyak Menyudutkan Kelompok Gay dan Biseksual, UNAIDS Angkat Bicara

Pemberitaan Cacar Monyet Banyak Menyudutkan Kelompok Gay dan Biseksual, UNAIDS Angkat Bicara

Health | Senin, 23 Mei 2022 | 16:37 WIB

Mencegah Penyebaran Cacar Monyet selain Menggunakan Vaksin, 2 Hal Ini Juga Diperlukan

Mencegah Penyebaran Cacar Monyet selain Menggunakan Vaksin, 2 Hal Ini Juga Diperlukan

Health | Senin, 23 Mei 2022 | 16:13 WIB

Terkini

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:45 WIB

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:19 WIB

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:30 WIB

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:27 WIB

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:15 WIB

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:09 WIB

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:05 WIB

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:01 WIB

×