Menanggapi Permintaan Ukraina Masuk UE secara Rasional

Siswanto, Deutsche Welle

Rabu, 25 Mei 2022 | 13:10 WIB
Menanggapi Permintaan Ukraina Masuk UE secara Rasional
DW

Suara.com - Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen ingin pembangunan kembali Ukraina dibarengi dengan proses reformasi bertahap. Memang sudah seharusnya demikian, kata editor DW Barbara Wesel.

Solidaritas adalah sebuah pernyataan politik yang penting dan sangat berarti. Dan memang sudah seharusnya Ukraina mendapatkan ungkapan solidaritas yang hangat.

Namun, permohonan Ukraina untuk menjadi anggota Uni Eropa tetap harus ditangani secara rasional, terlepas dari emosi solidaritas yang menggebu.

Sebelum permintaan Ukraina dijawab, masih ada beberapa hal mendesak yang perlu diselesaikan dalam tubuh Uni Eropa sendiri, antara lain penghapusan modus pengambilan keputusan dengan suara bulat. Karena hal itu di masa lalu selalu menjadi hambatan besar Eropa dalam proses reformasi.

Tarik-menarik soal embargo minyak Uni Eropa terhadap Rusia salah satu contohnya, di mana Hungaria memblokir keputusan itu dan memanfaatkan situasi untuk mencapai hasil maksimal bagi dirinya sendiri.

Negara-negara anggota Uni Eropa harus mampu menetapkan sistem pengambilan keputusan yang lebih efektif, yaitu dengan suara mayoritas. Persemakmuran ini tidak akan runtuh, hanya karena ada keinginan satu anggotanya yang tidak mendapat dukungan mayoritas.

Eropa tidak punya pilihan lain, selain berpijak pada rasionalitas demokrasi. Selain itu, Uni Eropa harus bisa menerapkan sanksi terhadap negara anggota yang jelas-jelas menentang aturan dan bersikap anti Eropa. Nilai-nilai Eropa harus didasarkan pada prinsip-prinsip hak dasar dan hak asasi. Mayoritas negara anggota harus bisa memberlakukan sansi secara tegas terhadap satu anggota dan membekukan hak suaranya.

Hal itu memang akan menjadi suatu kekecualian dan tidak akan diberlakukan begitu saja. Namun, Uni Eropa harus mampu menjatuhkan sanksi terhadap lawan-lawannya, jika tidak mau menjadi macan ompong.

Solidaritas adalah sikap yang sangat bernilai, jangan sampai hal itu bisa diblokir oleh satu negara anggota yang tidak solider dan menentang suara mayoritas. Sinyal penting kepada Ukraina Adalah penting memberi sinyal jelas kepada Ukraina yang ingin menjadi bagian dari Eropa.

baca juga

Apa pun modus yang dipilih, negara calon anggota harus merasakan bahwa suara mereka didengar dan mereka akan menjadi bagian dari sebuah keluarga besar Uni Eropa. Langkah selanjutnya, yaitu prosedur menjadi anggota resmi, adalah prosedur yang penting dan harus dilakukan dengan teliti.

Di bawah tekanan situasi aktual, Uni Eropa makin cepat berkembang menjadi sebuah kesatuan politis. Memang dasar-dasar kesatuan ekonomi yang dulu disepakati masih penting, tetapi itu saja tidak cukup lagi. Jika persemakmuran ini ingin menjadi "global player” dengan peran dan bobot geopolitik, Uni Eropa harus bisa mempertahankan diri dan keseimbangannya.

Sebuah negara seluas Ukraina bisa mengganggu keseimbangan yang selama ini ada. Setelah perluasan Uni Eropa ke Timur dengan bergabungnya negara-negara Eropa Tengah dan Tenggara, terlihat bagaimana sulitnya melakukan koordinasi dan kerja sama dengan anggota-anggota baru, yang sebenarnya belum cukup matang untuk menjadi anggota Uni Eropa.

Beberapa anggota baru perlu waktu lama untuk melakukan transisi dari sistem otoriter ke sistem demokrasi, bahkan ada yang mencoba memangkas sistem demokrasi yang menjadi dasar utama persemakmuran.

Perlu kesabaran dan nafas panjang

Proses yang diusulkan oleh Ursula von der Leyen adalah jalan yang menjanjikan. Setelah perang usai, ketika dana miliaran disalurkan dari Uni Eropa untuk pembangunan kembali, Ukraina juga harus siap melakukan reformasi menyeluruh.

Harus dibangun lembaga peradilan yang independen, kepolisian yang berfungsi, institusi-institusi yang stabil untuk membenahi sistem politik, pendidikan, dan sektor kesehatan mendekati standar Eropa.

Dibutuhkan juga masyarakat sipil yang kuat, sebagai persyaratan untuk menjadi anggota Uni Eropa. Tentu saja ada kemungkinan, bahwa setelah pemerintahan Presiden Zelenskyy muncul sebuah rezim dengan sentimen nasionalistis yang picik.

Eropa harus bisa memastikan, bahwa tidak ada anggotanya yang kembali terjerumus ke sana. Ukraina adalah sebuah negara besar dengan potensi yang besar juga, tetapi ada ancaman besar pula untuk demokrasi.

Sebelum perang, upaya penanggulangan korupsi dan kriminalitas terorganisasi di Ukraina masih jauh dari harapan Uni Eropa. Sebuah proses bertahap, dengan langkah-langkah yang bisa diawasi dan dikonfirmasi, adalah kepentingan kedua pihak.

Ukraina pada akhir proses itu akan berdiri tegak sebagai negara demokrasi yang kuat, ditopang oleh struktur-struktur demokrasi barat. Di pihak lain, Uni Eropa akan mendapat anggota baru yang sangat bernilai. Kyiv harus punya kesabaran dan pemahaman penuh, bahwa prosedur keanggotaan yang diperpendek hanya akan merugikan dirinya dan meruntuhkan kredibilitas Uni Eropa. (hp/ha)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Integrasi Usaha Properti dan Kuliner, Apakah Dukung Nilai Komersial dan Aktivasi Kawasan?

Integrasi Usaha Properti dan Kuliner, Apakah Dukung Nilai Komersial dan Aktivasi Kawasan?

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Sport | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Strategi IPONE Dekati Pecinta Otomotif Lewat Indonesian Custom Show 2026

Strategi IPONE Dekati Pecinta Otomotif Lewat Indonesian Custom Show 2026

Otomotif | Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Ibu Makin Cermat Memilih Produk Perawatan Anak, Bukan Lagi Sekadar Soal Harga

Ibu Makin Cermat Memilih Produk Perawatan Anak, Bukan Lagi Sekadar Soal Harga

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:54 WIB

KemenPPPA Soroti Pentingnya Inklusi Keuangan bagi Perempuan Pelaku Usaha

KemenPPPA Soroti Pentingnya Inklusi Keuangan bagi Perempuan Pelaku Usaha

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:44 WIB

Terkini

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Sport | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×