Kronologi Baru yang Diungkap Soal Penembakan di SD Texas: Pelaku Masuk Lewat Pintu yang Tak Dikunci

Agatha Vidya Nariswari | Suara.com

Jum'at, 27 Mei 2022 | 11:51 WIB
Kronologi Baru yang Diungkap Soal Penembakan di SD Texas: Pelaku Masuk Lewat Pintu yang Tak Dikunci
Anggota keluarga berkumpul di luar Ssgt Willie de Leon Civic Center, tempat para siswa dipindahkan dari Sekolah Dasar Robb setelah penembakan, di Uvalde, Texas, AS (24/5/2022). allison / AFP

Suara.com - Kronologi baru terkait penembakan sekolah dasar di Texas telah diungkapkan. Menurut laporan, pelaku masuk lewat pintu yang tidak dikunci.

Pelaku lalu membunuh 19 siswa dan dua guru saat menyandera kelas selama satu jam sebelum ia diserbu dan ditembak mati oleh tim taktis.

Hal itu diungkapkan oleh Departemen Keselamatan Publik (DPS) Texas, Kamis, terkait penembakan massal yang terjadi di Rob Elementary School pada Selasa.

Penjelasan resmi itu diketahui berbeda dengan yang disampaikan polisi sebelumnya, sehingga mengundang pertanyaan tentang aturan keamanan di sekolah itu dan respons dari penegak hukum.

Kompleks pendidikan yang berada di Uvalde, Texas, itu (sekitar 130 km arah barat San Antonio) menerapkan kebijakan untuk mengunci semua akses masuk sebagai tindakan pengamanan, termasuk mengunci pintu kelas.

Melansir Reuters, seorang siswa mengatakan bahwa pada hari kejadian beberapa pintu tidak dikunci. Hal itu supaya orang tua siswa dapat masuk untuk merayakan "hari penghargaan".

Kronologi baru yang terperinci itu muncul beberapa jam setelah beredar video-video yang memperlihatkan sejumlah orang tua siswa tampak putus asa di luar gedung sekolah selama penyerangan berlangsung.

Mereka memohon kepada aparat keamanan untuk menyerbu masuk ke sekolah, sementara beberapa ayah siswa tampak dicegah oleh aparat.

Insiden tersebut menjadi kasus penembakan sekolah paling mematikan di AS dalam hampir satu dekade.

Tragedi itu menjadi semakin dramatis setelah media melaporkan bahwa suami salah satu guru yang tewas, meninggal akibat serangan jantung pada Kamis saat mempersiapkan pemakaman istrinya.

Dalam pengarahan pers, juru bicara DPS Victor Escalon mengatakan si penembak, Salvador Ramos, 18 tahun, masuk dengan bebas ke halaman sekolah setelah menabrakkan truk pikapnya di dekat lokasi. Penembakan terjadi 12 menit kemudian.

Laporan awal polisi mengatakan bahwa Ramos, yang berkendara dari rumahnya usai menembak dan melukai neneknya, dicegat oleh petugas polisi yang menjaga sekolah itu ketika dia berlari ke arah sekolah.

Faktanya, tidak ada petugas bersenjata di sekolah itu ketika Ramos tiba, menurut Escalon. Dia mengatakan sebagian besar tembakan muncul di awal serangan.

Tersangka lalu menabrakkan pikapnya di luar sekolah pada pukul 11.28 waktu setempat (23.28 WIB), menembak dua orang di rumah persemayaman di seberang jalan. Pelaku juga memanjat pagar sekolah dan berjalan ke dalam gedung melalui pintu belakang yang tidak dikunci pada 11.40 (23.40 WIB), kata Escalon.

Dua petugas yang merespons panggilan tiba di sekolah empat menit kemudian tetapi berlindung dari tembakan beruntun yang dilepaskan Ramos, kata Escalon.

Sang penembak kemudian bersembunyi selama satu jam di dalam ruang kelas empat, di mana para korbannya, yang berusia 9-10 tahun, belajar. Pelaku kemudian tewas ditembak oleh tim taktis Patroli Perbatasan AS yang menyerbu kelas tersebut, kata Escalon.

Selang waktu yang cukup lama itu tampak ganjil karena biasanya penegak hukum berusaha melumpuhkan "penembak aktif" secepat mungkin untuk mencegah lebih banyak korban.

Ketika ditanya apakah polisi berusaha menerobos masuk lebih cepat, Escalon menjawab, "Itu pertanyaan yang sulit". Dia menambahkan bahwa otoritas akan memberikan lebih banyak informasi karena penyelidikan masih berjalan.

Dia menggambarkan adanya suasana kacau setelah baku tembak awal dengan petugas yang meminta bantuan dan mengevakuasi siswa dan staf sekolah.

Dalam sebuah video yang dibagikan di Facebook oleh seorang pria bernama Angel Ledezma, para orang tua terlihat menerobos garis polisi dan berteriak kepada petugas agar masuk ke sekolah.

"Ini sudah satu jam, dan mereka masih belum mengeluarkan semua anak," kata Ledezma dalam video itu. Dia tidak merespons pesan yang meminta komentarnya.

Video lain yang diunggah ke YouTube memperlihatkan petugas berusaha mencegah sedikitnya satu orang dewasa. Seorang wanita terdengar mengatakan, "Kenapa membiarkan anak-anak itu mati? Ada penembakan di dalam sana."

"Ada rekan kami yang masuk untuk mengambil anak-anak," seorang petugas terdengar berteriak ke arah kerumunan. "Mereka sedang berusaha."

Para penyidik masih mencari motif si penembak, kata Escalon.

Ramos, yang berhenti sekolah saat SMA, tidak memiliki catatan kejahatan dan gangguan jiwa. Namun, beberapa menit sebelum penyerangan, dia menulis pesan online bahwa dirinya akan "menembak sebuah sekolah dasar", menurut Gubernur Greg Abbott.

Kenapa pintu belakang sekolah tidak dikunci masih diselidiki, kata Escalon.

Miguel Cerrillo, 35 tahun, dan Elena, puterinya yang berusia 8 tahun dan siswa kelas tiga di Robb, mengatakan pintu yang dilewati penembak biasanya dikunci.

"Tapi hari itu tidak dikunci karena ada Hari Penghargaan, dan beberapa orang tua masuk melalui pintu itu," kata Elena, yang berada di sekolah saat kejadian.

"Tempat parkir penuh di depan, jadi orang-orang parkir di belakang dan masuk lewat pintu itu," katanya.

Sedikitnya 17 orang, termasuk anak-anak, juga terluka dalam insiden itu.

Uvalde County, salah satu kawasan termiskin di Texas, memiliki empat petugas polisi – seorang kepala, seorang detektif dan dua petugas – untuk berpatroli di sembilan sekolah di distrik tersebut dan beberapa kampus "kedua" mempekerjakan petugas keamanan, menurut situs distrik pendidikan itu.

Para guru menjalani pelatihan keamanan tahunan dan para siswa diminta menaati prosedur penguncian, evakuasi dan aturan keselamatan lainnya, kata situs itu.

Serangan tersebut, yang terjadi 10 hari setelah 10 orang tewas oleh penembak berusia 18 tahun di toko swalayan di Buffalo, New York, telah memicu perdebatan di seluruh AS tentang senjata api.

Presiden Joe Biden dan para anggota parlemen dari Demokrat telah berjanji untuk mendorong pembatasan senjata yang baru, meskipun ditentang oleh kubu Republik.

Biden dijadwalkan akan mengunjungi Uvalde pada Minggu. [Reuters/ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inilah Sebagian Korban Penembakan Massal di Sekolah Dasar di Texas

Inilah Sebagian Korban Penembakan Massal di Sekolah Dasar di Texas

News | Kamis, 26 Mei 2022 | 15:53 WIB

Respons Pemimpin Dunia atas Tragedi Penembakan di Sekolah Texas

Respons Pemimpin Dunia atas Tragedi Penembakan di Sekolah Texas

News | Kamis, 26 Mei 2022 | 13:48 WIB

Presiden Joe Biden Akan Kunjungi Keluarga Korban Penembakan Salvador Ramos di Texas

Presiden Joe Biden Akan Kunjungi Keluarga Korban Penembakan Salvador Ramos di Texas

News | Kamis, 26 Mei 2022 | 13:19 WIB

Profil Salvador Ramos, Pelajar SMA Pelaku Penembakan Brutal di Texas hingga Tewaskan 21 Orang

Profil Salvador Ramos, Pelajar SMA Pelaku Penembakan Brutal di Texas hingga Tewaskan 21 Orang

News | Kamis, 26 Mei 2022 | 11:55 WIB

Bahas Penembakan Texas, Denny Siregar Puji Kebijakan Presiden Soeharto

Bahas Penembakan Texas, Denny Siregar Puji Kebijakan Presiden Soeharto

News | Kamis, 26 Mei 2022 | 09:14 WIB

Terkini

Update SNBP 2026: Cek Hasil Seleksi Jalur Prestasi Resmi

Update SNBP 2026: Cek Hasil Seleksi Jalur Prestasi Resmi

News | Senin, 30 Maret 2026 | 08:20 WIB

Belanja Pegawai Mau Dibatasi 30 Persen APBD, Pemprov DKI Pastikan PPPK Jakarta Tak Dikorbankan

Belanja Pegawai Mau Dibatasi 30 Persen APBD, Pemprov DKI Pastikan PPPK Jakarta Tak Dikorbankan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 07:14 WIB

Earth Hour 2026: Pertamina Hemat 9 MW Energi dan Tekan 2 Ton Emisi CO2

Earth Hour 2026: Pertamina Hemat 9 MW Energi dan Tekan 2 Ton Emisi CO2

News | Senin, 30 Maret 2026 | 07:11 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Melandai, Jasa Marga: 2,9 Juta Kendaraan Sudah Masuk Jakarta

Arus Balik Lebaran 2026 Melandai, Jasa Marga: 2,9 Juta Kendaraan Sudah Masuk Jakarta

News | Senin, 30 Maret 2026 | 07:03 WIB

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:47 WIB

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:13 WIB

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:19 WIB

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:33 WIB

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:23 WIB

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:05 WIB