Biaya Hidup Australia Naik, Mahasiswa Internasional Australia Kesulitan Bertahan

Siswanto, ABC

Selasa, 07 Juni 2022 | 14:10 WIB
Biaya Hidup Australia Naik, Mahasiswa Internasional Australia Kesulitan Bertahan
Ilustrasi Kafe (freepik)

Suara.com - Tasnim Upama tidak pernah membayangkan harus menghitung setiap sen pengeluarannya ketika pindah ke Australia untuk belajar.

Namun ini harus dilakukan mahasiswa akuntansi Universitas Charles Darwin tersebut, demikian halnya bagi para mahasiswa internasional lain di tengah masalah kenaikan biaya hidup di Australia.

"Sebelum datang ke Darwin, saya tidak menyangka akan sebanyak ini biaya [yang ditanggung]," kata Tasnim.

Biaya hidup yang harus dibayarkan Tasnim antara lain adalah biaya sewa, listrik, bensin, kebutuhan bayi, kebutuhan umum, dan uang kuliah.

Karena banyaknya pengeluaran, dia merasa kesulitan untuk bertahan.

"Kenaikan biayanya semakin parah, tetapi pendapatan kami tidak bertambah," katanya.

Dua pekerjaan tidak cukup untuk membayar tagihan

Untuk mengurus bayinya yang berumur tujuh bulan, Tasnim harus mengambil cuti kerja.

Suaminya, Mohammad Islam bekerja sebagai sopir kendaraan berbasis aplikasi sembari bekerja paruh waktu di supermarket.

"Kami sudah menitipkannya ke penitipan anak tapi harganya sangat mahal karena kami tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah, jadi kami harus mengurusnya sendiri," katanya.

Mohammad mengatakan pekerjaannya di dua tempat masih tidak dapat mengimbangi jumlah pengeluaran mereka.

"Sebagian besar pendapatan kami tergantung pada Uber [tetapi] karena kenaikan harga bensin, pendapatan saya tertahan," katanya.

Kini, pasangan tersebut masih berharap agar di masa depan kehidupan mereka menjadi lebih mudah.

"Saat istri saya sudah menyelesaikan gelarnya, mudah-mudahan kondisi kami lebih baik," kata Mohammad.

Siswa di Australia 'tidak dapat mengatasi' masalah biaya hidup

Hingga Desember tahun lalu, terdapat 300.000 pemegang visa pelajar di Australia, dengan 2.000 di antaranya kuliah di Universitas Charles Darwin.

Staf Internasional Persatuan Mahasiswa di Australia, Dhruv Sabharwal, mengatakan seluruh mahasiswa internasional di seluruh Australia khawatir dengan adanya kenaikan biaya hidup.

"Biaya meningkat sangat cepat saat ini … sehingga mahasiswa internasional tidak mampu mengatasinya," katanya.

"Yang peningkatannya paling tajam adalah biaya sewa ... bahkan makanan dan hal lain juga naik semua, ongkos naik kendaraan umum juga.

"Tujuan utama mahasiswa internasional adalah untuk menyelesaikan tugas kuliah mereka di sini, tapi kami tetap terpuruk karena kenaikan biaya."

Seluruh warga Australia berusaha bertahan di tengah kenaikan harga, tetapi Georgie Beatty, presiden Persatuan Mahasiswa di Australia, mengatakan hal ini terutama "sangat menyulitkan bagi siswa".

"Mereka memiliki pekerjaan yang tidak pasti, pekerjaan kasual dengan upah minimum dan pendapatan mereka sangat-sangat kecil dibandingkan dengan negara lain," katanya.

'Tidak ada penyangga' dalam menghadapi tekanan biaya hidup

Pelajar internasional, khususnya di kawasan Australia Utara, termasuk yang terkena dampak paling parah.

Laporan Layanan Sosial Dewan Kawasan Australia Utara (NTCOSS) baru-baru ini melaporkan kenaikan biaya di beberapa daerah jauh di atas rata-rata nasional.

Staf kebijakan NTCOSS Sarah Holder mengatakan mereka yang berpenghasilan rendah, seperti kebanyakan mahasiswa internasional, adalah yang paling terpukul.

"Biaya hidup di Kawasan Australia Utara telah naik secara signifikan untuk hal utama dan biaya hidup, termasuk perumahan, transportasi, dan bahan bakar," katanya.

Sarah mengatakan indeks harga konsumen (CPI) Darwin secara signifikan lebih tinggi daripada bagian negara lainnya.

"Misalnya, CPI untuk perumahan naik sekitar 16 persen di Darwin dibandingkan dengan empat persen secara nasional, dan bahan bakar naik lebih dari 41 persen di Darwin dibandingkan dengan sedikit di atas 32 persen secara nasional," katanya.

"Untuk mahasiswa internasional, mereka sebenarnya tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan pendapatan, jadi mereka sebenarnya tidak memiliki penyangga untuk dapat mengatasi kenaikan biaya hidup ini."

Australia menjadi 'kurang menarik' bagi siswa internasional

Tasnim mengatakan masalah keuangan ini telah mempengaruhi kesehatan mentalnya.

"Jika saya mempertimbangkan biaya kuliah saya, dan kemudian biaya hidup, produk bayi, bahan makanan … semuanya sangat menegangkan bagi kami saat ini," katanya.

"Saya merasa sangat stres setiap kali saya memikirkan bayi saya."

Dhruv Sabharwal dari Persatuan Mahasiswa di Australia mengatakan dampak kenaikan biaya memiliki dampak "drastis" pada kesehatan mental siswa internasional.

"Semua orang sangat stres … Saya menyaksikan sendiri orang-orang mogok kuliah," katanya.

Ini terjadi karena mereka tidak dapat menghidupi diri sendiri, tidak memiliki cukup waktu untuk belajar, harus bekerja berjam-jam dan terkadang dipaksa bekerja di bawah upah minimum. Semua ini menyebabkan kondisi kesehatan mental para siswa menurun.

"Kami menjadi beban keluarga kami, kami tidak mampu memenuhi kebutuhan minimum yang kami butuhkan secara finansial," katanya.

Dia mengatakan penghasilan yang didapat dari mahasiswa internasional mereka bisa mengering jika tidak ada langkah yang diambil untuk memperbaiki kondisi mereka.

"Australia menjadi semakin tidak menarik bagi siswa internasional sekarang karena biaya pendidikan dan biaya hidup yang terlalu tinggi," katanya.

"Kami ditinggalkan dan diabaikan."

Diproduksi oleh Natasya Salim dari laporan dalam bahasa Inggris

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN

Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN

News | Senin, 15 Juni 2026 | 22:14 WIB

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:55 WIB

Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG

Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:37 WIB

Motor Listrik Pintar OMO-X Resmi Mengaspal di Indonesia Simak Keunggulan dan Harganya

Motor Listrik Pintar OMO-X Resmi Mengaspal di Indonesia Simak Keunggulan dan Harganya

Otomotif | Senin, 15 Juni 2026 | 21:32 WIB

BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan

BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:20 WIB

Tayang Besok Pagi di ANTV, Ini 7 Fakta Kuch Kuch Hota Hai yang Mungkin Jarang Orang Tahu

Tayang Besok Pagi di ANTV, Ini 7 Fakta Kuch Kuch Hota Hai yang Mungkin Jarang Orang Tahu

Entertainment | Senin, 15 Juni 2026 | 21:19 WIB

Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD

Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:07 WIB

Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan

Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:04 WIB

Ditjen Bina Pemdes 'Todong' Pemkab Muna Segera Tata Ratusan Posyandu, Ada Apa?

Ditjen Bina Pemdes 'Todong' Pemkab Muna Segera Tata Ratusan Posyandu, Ada Apa?

News | Senin, 15 Juni 2026 | 09:10 WIB

Sabri Lamouchi dan 2 Pelatih yang Dipecat di Tengah Piala Dunia

Sabri Lamouchi dan 2 Pelatih yang Dipecat di Tengah Piala Dunia

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 20:57 WIB

Terkini

7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG

7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 23:15 WIB

Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN

Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN

News | Senin, 15 Juni 2026 | 22:14 WIB

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:55 WIB

Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG

Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:37 WIB

BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan

BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:20 WIB

Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD

Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:07 WIB

Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan

Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:04 WIB

Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini

Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:43 WIB

Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan

Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:40 WIB

Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya

Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:28 WIB