facebook

PA 212 Demo Kedubes India Setelah Sholat Jumat Besok, Protes Nabi Muhammad SAW Dihina Nupur Sharma

Pebriansyah Ariefana
PA 212 Demo Kedubes India Setelah Sholat Jumat Besok, Protes Nabi Muhammad SAW Dihina Nupur Sharma
Massa PA 212 melakukan aksi unjuk rasa salah satunya menuntut Menag Yaqut Cholil Qoumas dicopot dan ditangkap terkait dugaan penistaan agama dalam demo di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (25/3/2022). [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]

Hal itu dijelaskan Ketua DPP Front Persaudaraan Islam (FPI) Aziz Yanuar. Akan ada 3 ribu orang yang datang.

Suara.com - PA 212 demo Kedutaan Besar India di Jakarta Jumat besok. Mereka protes salah satu politisi India, Nupur Sharma menghina Nabi Muhammad.

Selain PA 212, FPI dan GNPF Ulama juga akan menggeruduk Kedubes India di Jakarta besok.

Hal itu dijelaskan Ketua DPP Front Persaudaraan Islam (FPI) Aziz Yanuar. Akan ada 3 ribu orang yang datang.

"3-4 ribu massa kami targetkan akan menyampaikan aspirasi atas kebejatan dan kebiadaban serta kelakuan model zionis kurang ajar dari India yang tidak tahu diri, yang rasis, fasis dan islamophobia," kata Azis, kepada wartawan, Kamis (16/6/2022), dikutip dari Batamnews (jaringan Suara.com).

Baca Juga: Terburuk Ketiga di Dunia, Kualitas Udara Jakarta Disebut tidak Sehat

Sejumlah tokoh FPI dan PA 212 akan hadir, di Buya Ahmad Qurtubi Jaelani, Muhammad alatas, Ali Alatas, Slamet Maarif, Ahmad Shabri Lubis, Khawit Masyhuri, Habib Hanif Alatas, Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin, hingga Abdul Qohar Al Qudsy.

"Kami serukan HENTIKAN ISLAMOPHOBIA di India. Hentikan penindasan terhadap umat Islam di India. Stop penghinaan dan penodaan agama Islam di India. Atau usir Dubes India. Boikot produk India. Usir orang India," katanya.

Sementara itu, dari poster yang beredar, aksi itu bertuliskan 'Aksi 1706. Panggilan Jihad Kembali Datang. Aksi Bela Nabi'.

Rencananya aksi akan dimulai setelah Sholat Jumat. Peserta aksi juga akan melakukan salat Jumat di masjid sekitar Kedubes India.

Baca Juga: Polemik Komentar Soal Nabi Muhammad, Apa yang Bisa Dilakukan Indonesia?

Komentar