Fakta Tragedi Paiton, Kecelakaan Bus Maut Tahun 2003 Tewaskan 54 Orang

Rifan Aditya

Jum'at, 17 Juni 2022 | 14:29 WIB
Fakta Tragedi Paiton, Kecelakaan Bus Maut Tahun 2003 Tewaskan 54 Orang
Fakta Tragedi Paiton, Kecelakaan Bus Maut Tahun 2003 - Ilustrasi bus terbakar [shutterstock]

Suara.com - Pada tanggal 8 Oktober 2003 lalu, sebuah kecelakaan maut menjadi tragedi mengenaskan dalam sejarah transportasi di Indonesia. Disebut dengan istilah Tragedi Paiton. Apa saja fakta tragedi Paiton?

Tragedi Paiton adalah sebuah kecelakaan bus terbakar menewaskan penumpang sejumlah 54 orang. Kecelakaan bus maut tersebut terjadi di Jalan Raya Kecamatan Banyuglugur antara Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Probolinggo, dekat PLTU Paiton. Berikut tim Suara.com telah mengumpulkan beberapa fakta tragedi Paiton untuk anda ketahui.

Lebih menyedihkannya lagi, bus tersebut berisi 51 orang siswa dan siswi SMK Yapemda 1 Sleman, Yogyakarta, bersama dengan dua guru dan satu pemandu wisata yang hendak pulang ke Sleman setelah karyawisata di Bali.

Seluruh korban tewas terbakar karena mereka tidak berhasil membuka pintu atau memecahkan kaca bus untuk menyelamatkan diri. Seperti apa fakta tragedi Paiton 19 tahun lalu itu? Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

1. Terbakar setelah ditabrak truk kontainer dan dihantam truk tronton dari belakang

Bus AO Transport yang mengalami kecelakaan tersebut terbakar setelah truk kontainer memotong jalur dari arah berlawanan dan menabraknya. Kemudian bus dihantam truk tronton dari belakang. 

Tangki truk tronton pecah, hingga menyebabkan munculnya percikan api dan akhirnya merembet ke badan bus. Kebakaran begitu cepat terjadi, ditengarai karena adanya bahan-bahan yang mudah terbakar di dalam bus.

2. Korban di dalam bus berlarian ke arah belakang

Korban tewas banyak ditemukan di bagian belakang bus, tepatnya di dekat pintu. Para saksi menduga bahwa para penumpang berusaha ke luar dari sana tapi pintu tersebut justru tidak dapat dibuka.

baca juga

Di dalam bus juga tidak dilengkapi alat pemecah kaca, sehingga penumpang tidak dapat menyelamatkan diri ketika bus terbakar. Sementara itu, sang sopir bisa selamat setelah melompat dari bus sedangkan kernetnya memecah kaca bagian depan.

3. Bus dikemudikan oleh sopir cadangan

Pria bernama Budi yang saat kejadian mengemudikan bus ternyata hanya sopir cadangan. Sementara itu, sopir yang sebenarnya adalah Armando.

Sempat beredar kabar bahwa mereka melarikan diri setelah kejadian tersebut, namun dari pihak perusahaan otobus menyangkal bahwa sopirnya melarikan diri. Mereka justru ikut membantu untuk mengeluarkan penumpang.

4. Mayat korban kecelakaan disekat dengan balok es

Karena bnyaknya jumlah korban meninggal, pihak RSUD Situbondo terpaksa harus mengawetkan jenazah menggunakan balok es. Saat itu, jenazah juga hanya ditempatkan di lorong karena ruang kamar mayat tidak terlalu besar. Kebanyakan jenazah mengalami luka bakar yang serius, bahkan ada bagian tubuh yang hilang dan beberapa sulit dikenali.

Sebagai tambahan informasi, tempat terjadinya kecelakaan adalah sebuah jalan yang cukup tinggi. Sementara itu, sisi kiri dan kanannya berupa bukit dan tanaman liar yang sepi.

Pada saat bus itu terbakar, warga di sekitar lokasi melihat adanya kobaran api dan letupan-letupan kecil. Petugas pemadam kebakaran juga langsung datang untuk membantu memadamkan api. Demikian ulasan singkat mengenai fakta tragedi Paiton yang terjadi 19 tahun silam.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Bocah Tewas Dilindas, Cerita Sopir Honda Jazz Maut Ketakutan Dikepung Warga usai Tabrak Ayah-Anak di Pancoran

Kasus Bocah Tewas Dilindas, Cerita Sopir Honda Jazz Maut Ketakutan Dikepung Warga usai Tabrak Ayah-Anak di Pancoran

News | Jum'at, 17 Juni 2022 | 13:00 WIB

Sopir Honda Jazz Maut di Pancoran Lindas Anak 5 Tahun hingga Tewas, Warga: Dia Meleng Main HP

Sopir Honda Jazz Maut di Pancoran Lindas Anak 5 Tahun hingga Tewas, Warga: Dia Meleng Main HP

News | Jum'at, 17 Juni 2022 | 12:33 WIB

Minibus Hantam Truk Kontainer di Tol Pekanbaru-Dumai, Dua Penumpang Tewas

Minibus Hantam Truk Kontainer di Tol Pekanbaru-Dumai, Dua Penumpang Tewas

Riau | Kamis, 16 Juni 2022 | 16:52 WIB

Kecelakaan Maut di Sukabumi, Pengendara Motor Tewas Setelah Motornya Masuk Jurang

Kecelakaan Maut di Sukabumi, Pengendara Motor Tewas Setelah Motornya Masuk Jurang

Jabar | Kamis, 16 Juni 2022 | 07:40 WIB

Terkini

Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak

Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak

Sumbar | Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang

Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:50 WIB

Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:27 WIB

Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan

Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:33 WIB

IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau

IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:47 WIB

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus

Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus

Riau | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:32 WIB

BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah

BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026

Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:27 WIB

×