Pertemuan PKS-Nasdem Bahas Dukungan Ke Anies Jadi Capres? Ahmad Syaikhu: Baru Penjajakan Awal, Tenang Saja

Bangun Santoso, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 23 Juni 2022 | 10:28 WIB
Pertemuan PKS-Nasdem Bahas Dukungan Ke Anies Jadi Capres? Ahmad Syaikhu: Baru Penjajakan Awal, Tenang Saja
Presiden PKS Ahmad Syaikhu saat menghadiri Bimtek Perempuan PKS se-Indonesia di Hotel Milenium, Jakarta Pusat, Rabu (22/6/2022) malam. (Siara.com/Umay)

Suara.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) baru saja melakukan pertemuan dengan Partai Nasdem di kantor DPP Nasdem, Jakarta, Rabu (22/6/2022). Terkait itu, Presiden PKS Ahmad Syaikhu membantah pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh membahas dukungan terhadap terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai bacapres.

Kata Syaikhu, PKS saat ini baru melakukan penjajakan awal.

Diketahui, ada tiga bakal calon presiden yang diusung Partai Nasdem untuk Pilpres 2024 yakni Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Panglima TNI Jenderal Muhammad Andika Perkasa. Tiga nama itu berdasarkan hasil Rakernas Nasdem belum lama ini.

"Belum, belum ke arah sana (dukung Anies). Kita baru penjajakan awal, tenang saja," ujar Syaikhu saat menghadiri Bimtek Perempuan PKS se-Indonesia di Hotel Milenium, Jakarta Pusat, Rabu (22/6/2022) malam.

Mantan Wakil Wali Kota Bekasi itu mengatakan, pertemuannya dengan Surya Paloh merupakan pertemuan silaturahim agar saling memahami. Ia tak memungkiri banyak kesamaan antara PKS dengan Nasdem.

"Pertemuan (dengan Nasdem) alhamdulillah merupakan pertemuan yang silaturahim awal kita ingin saling memahami satu sama lain antara PKS dan Nasdem dan alhamdulillah memang banyak hal kesamaan yang ada dan mudah mudahan bisa kita tindaklanjuti ke depan," papar Syaikhu.

Kata dia, partainya masih terus melakukan komunikasi dan penjajakan dengan beberapa partai lain yang masih memiliki kebebasan untuk berkoalisi.

"Karena koalisi sekarang masih cair jadi kita akan ajak seluruh partai partai yang mungkin kita ajak," ucapnya.

Ia berharap dalam masa penjajakan dengan beberapa partai, dapat terwujud koalisi untuk mendukung capres di Pilpres 2024.

"Ya itu makanya kita dalam upaya penjajakan koalisi mudah-mudahan ini akan terus bisa mengerucut dan bisa semakin terbentuk karena berdua pun belum bisa untuk mengusung presiden sepanjang tadi Presidential threshold masih 20 persen," ujarnya lagi.

Di kesempatan yang sama Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini menyadari partainya tak bisa sendirian mengajukan calon presiden. Sehingga harus membangun komunikasi dengan partai lain.

Kata Jazuli, selain dengan partai, komunikasi dengan ormas penting karena ormas memiliki massa yang besar.

"PKS sebagai salah satu partai politik harus elegan membangun komunikasi dengan seluruh partai yang ada bahkan dengan ormas ormas kita ingin bangun karena dalam pilpres pileg ormas itu anggotanya memiliki suara besar seperti NU, Muhammadiyah," ujar Jazuli.

Ia menyebut alasan PKS masih belum memutuskan capres yang diusung, karena ingin memastikan partai koalisinya kuat dan calon presiden yang diusung paham mengelola Indonesia.

"Karena kita mau mencari pemimpin Indonesia selama lima tahun, bahkan 10 tahun yang akan datang kita harus mencari serius mencari kandidat orang yang betul-betul paham kompas, paham tujuan perjalanan karena kalau tidak nanti bahaya mengelola Indonesia kalau tidak paham," katanya.

"Kita ibarat mau berlayar perahu kuat nahkoda harus paham arah kompas arah pembangunan dan bagaimana cara memajukan Indonesia," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saling Kunjung Partai Nasdem, PKS Dan Demokrat, Tanda-tanda Bakal Koalisi?

Saling Kunjung Partai Nasdem, PKS Dan Demokrat, Tanda-tanda Bakal Koalisi?

News | Kamis, 23 Juni 2022 | 09:08 WIB

Disebut Dalam Pertemuan NasDem dan PKS, Anies Baswedan Jadi Bakal Capres?

Disebut Dalam Pertemuan NasDem dan PKS, Anies Baswedan Jadi Bakal Capres?

Kalbar | Kamis, 23 Juni 2022 | 07:00 WIB

Partai Nasdem dan PKS Berkoalisi Pemilu 2024, Nama Anies Baswedan Disebut-Sebut

Partai Nasdem dan PKS Berkoalisi Pemilu 2024, Nama Anies Baswedan Disebut-Sebut

Lampung | Rabu, 22 Juni 2022 | 21:10 WIB

Namanya Diusung Jadi Bacapres 2024, Ganjar Ngaku Belum Kasih Respons ke NasDem

Namanya Diusung Jadi Bacapres 2024, Ganjar Ngaku Belum Kasih Respons ke NasDem

News | Rabu, 22 Juni 2022 | 20:37 WIB

Pertemuan NasDem dan PKS Bahas Anies Baswedan, Ahmad Syaikhu: Sekitar Situlah

Pertemuan NasDem dan PKS Bahas Anies Baswedan, Ahmad Syaikhu: Sekitar Situlah

Sumbar | Kamis, 23 Juni 2022 | 07:15 WIB

Pertemuan Ketum Nasdem dan Presiden PKS Menyebut Anies Baswedan

Pertemuan Ketum Nasdem dan Presiden PKS Menyebut Anies Baswedan

Jakarta | Rabu, 22 Juni 2022 | 19:13 WIB

Meski Rekomendasikan Ganjar Pranowo untuk 2024, NasDem Hormati Hak Prerogatif Megawati soal Capres PDIP

Meski Rekomendasikan Ganjar Pranowo untuk 2024, NasDem Hormati Hak Prerogatif Megawati soal Capres PDIP

News | Rabu, 22 Juni 2022 | 18:53 WIB

Terkini

Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang

Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 09:20 WIB

Klaim Perdamaian Baru Versi Trump: Iran Setuju, Hormuz Dibuka, Nuklir Dibatasi

Klaim Perdamaian Baru Versi Trump: Iran Setuju, Hormuz Dibuka, Nuklir Dibatasi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 09:08 WIB

Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:01 WIB

Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo

Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:21 WIB

Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama

Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:19 WIB

Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya

Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:56 WIB

Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik

Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:50 WIB

Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema

Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:18 WIB

Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR

Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:00 WIB

Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis

Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:58 WIB