Putra Mahkota Saudi ke Turki, Pertama Sejak Kasus Pembunuhan Khashoggi

Siswanto, BBC

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:46 WIB
Putra Mahkota Saudi ke Turki, Pertama Sejak Kasus Pembunuhan Khashoggi
BBC

Suara.com - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman atau kerap disingkat MBS, mengunjungi Turki untuk kali pertama sejak pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul pada 2018 lalu.

Presiden Recep Tayyip Erdogan dijadwalkan bertemu empat mata dengan MBS yang bertujuan memperbaiki hubungan kedua negara.

Erdogan sempat secara tidak langsung menuduh MBS memerintahkan agen-agen intelijen Saudi membunuh Khashoggi. Namun, MBS membantah terlibat dalam insiden tersebut.

Kunjungan MBS berlangsung ketika Turki sedang berupaya meningkatkan nilai perdagangan, investasi, dan bantuan guna menangani krisis ekonomi yang memburuk.

Dalam upayanya itu, Turki juga tengah memperbaiki hubungan dengan Uni Emirat Arab, Mesir, dan Israel setelah bertahun-tahun mengalami ketegangan.

Bagi MBS, kunjungan ke Turki ditengarai bertujuan mengakhiri keterkungkungan dari hubungan internasional.

Baca juga:

Selain ke Turki, MBS juga akan menyambangi Yordania dan Mesir dalam tur Timur Tengah. Bulan depan, dia pun akan bertemu Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, yang pada 2019 bertekad membuat Arab Saudi negara "pariah sebagaimana adanya" setelah wartawan Jamal Khashoggi dibunuh.

Khashoggi, seorang kolumnis harian Washington Post dan pengritik Pangeran Mohammed bin Salman, terakhir kali terlihat memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018 guna memperoleh dokumen-dokumen untuk menikahi tunangannya, Hatice Cengiz.

Seorang penyelidik PBB menyimpulkan Khashoggi "dibantai secara brutal" dan tubuhnya dimutilasi oleh sebuah tim berisi 15 agen Saudi yang dikirim dari Riyadh. Sang penyelidik membuat kesimpulan itu setelah mengumpulkan bukti-bukti, antara lain rekaman audio percakapan di dalam konsulat yang didapatkan intelijen Turki.

Walau Erdogan tidak secara eksplisit menuduh Pangeran Mohammed bin Salman, dia mengklaim mengetahui perintah pembunuhan Khashoggi "datang dari level tertinggi dalam pemerintah Saudi".

Sejumlah badan intelijen AS menyimpulkan putra mahkota Kerajaan Saudi itu menyetujui operasi penangkapan atau pembunuhan Khashoggi.

Para jaksa Saudi menyalahkan agen-agen "tak jujur" sehingga MBS tidak mengetahui operasi tersebut.

Baca juga:

Satu tahun setelah pembunuhan terjadi, pengadilan Saudi menjatuhkan vonis terhadap lima orang yang tidak disebutkan identitasnya. Kelima orang itu diputuskan bersalah dan dihukum mati atas keterlibatan langsung pembunuhan Khashoggi.

Hukuman tersebut kemudian diubah menjadi hukuman penjara selama 20 tahun. Adapun tiga orang lainnya dipenjara selama tujuh hingga 10 tahun karena menutupi kejahatan itu.

Pekan lalu, Presiden Erdogan mengatakan pembicaraannya dengan Pangeran Mohammed di Ankara akan berfokus pada peningkatan hubungan kedua negara "pada taraf lebih tinggi".

Seorang pejabat senior Turki berkata kepada kantor berita Reuters bahwa kunjungan itu diharapkan mendatangkan "normalisasi sepenuhnya dan restorasi sebelum periode krisis. Kedua pemimpin dijadwalkan menandatangani kerja sama di bidang energi, ekonomi, dan keamanan.

Tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz mengecam keputusan Turki menyambut Pangeran MBS seraya berjanji meneruskan perjuangannya mencari keadilan.

"Legitimasi politik yang dia [MBS] dapatkan melalui kunjungan ke negara berbeda setiap hari tidak mengubah fakta bahwa dia adalah pembunuh," cuit Cengiz.

https://twitter.com/mercan_resifi/status/1539559298279284736


Akan tetapi, Kemal Kilicdaroglu selaku pimpinan kubu oposisi Partai Rakyat Republik (CHP), mengritik Erdogan karena mengundang Pangeran MBS dan memilih "mendekap pria yang memerintahkan pembunuhan" Khashoggi.

Pada April lalu, Erdogan bertandang ke Arab Saudi dan mendekap Pangeran MBS di hadapan publik. Dalam lawatan itu, Erdogan menyebut kedua negara memasuki "periode baru kerja sama".

Kunjungan Pangeran MBS dilakukan tiga pekan setelah pengadilan di Istanbul menghentikan persidangan terhadap 26 warga Saudi secara absentia, termasuk dua ajudan Pangeran MBS yang dituduh terkait pembunuhan Khashoggi.

Hakim mengatakan kasus itu akan diserahkan ke aparat yudisial di Arab Saudi, yang menolak mengekstradisi para tersangka ke Turki.

Langkah itu dikecam para aktivis HAM yang menyebutnya sebagai pemutihan kasus tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selidiki Dugaan Pelanggaran Bos West Ham, Polisi Inggris Terima Laporan Tambahan

Selidiki Dugaan Pelanggaran Bos West Ham, Polisi Inggris Terima Laporan Tambahan

Bola | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:12 WIB

Mendagri Tegaskan Komitmen Dukung Program Prioritas Nasional dalam Rencana Kerja 2027

Mendagri Tegaskan Komitmen Dukung Program Prioritas Nasional dalam Rencana Kerja 2027

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:10 WIB

Selat Hormuz Memanas: Asuransi Tolak Jamin Kapal RI, Pemerintah Siapkan Skenario Darurat Energi

Selat Hormuz Memanas: Asuransi Tolak Jamin Kapal RI, Pemerintah Siapkan Skenario Darurat Energi

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:09 WIB

Semifinal Piala AFF U-19 2026: Head to Head Timnas Indonesia U-19 vs Australia

Semifinal Piala AFF U-19 2026: Head to Head Timnas Indonesia U-19 vs Australia

Bola | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:08 WIB

Kena Serangan Jantung, Haji Bolot Sudah 2 Minggu Dirawat di Rumah Sakit

Kena Serangan Jantung, Haji Bolot Sudah 2 Minggu Dirawat di Rumah Sakit

Entertainment | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:10 WIB

Said Iqbal Ungkap Prabowo Minta Permenaker Outsourcing Direvisi, Mau Dihapus?

Said Iqbal Ungkap Prabowo Minta Permenaker Outsourcing Direvisi, Mau Dihapus?

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:58 WIB

Chef Arnold Pilih Mundur sebagai Juknis MBG: Programnya Sangat Rumit

Chef Arnold Pilih Mundur sebagai Juknis MBG: Programnya Sangat Rumit

Entertainment | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:57 WIB

IHSG Terkoreksi 0,28% Setelah Investor Lanjutkan Ambil Cuan, BBCA Masih Naik

IHSG Terkoreksi 0,28% Setelah Investor Lanjutkan Ambil Cuan, BBCA Masih Naik

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:56 WIB

Bukan Sekadar Awet Muda, Tren Regenerative Aesthetics Jadi Pilihan Baru untuk Menua dengan Anggun

Bukan Sekadar Awet Muda, Tren Regenerative Aesthetics Jadi Pilihan Baru untuk Menua dengan Anggun

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:54 WIB

Sikat 'Tangan Kanan' Sony Sanjaya! Asep Yusuf Ditetapkan Tersangka usai Akali Jatah Dapur MBG

Sikat 'Tangan Kanan' Sony Sanjaya! Asep Yusuf Ditetapkan Tersangka usai Akali Jatah Dapur MBG

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:54 WIB

Terkini

Mendagri Tegaskan Komitmen Dukung Program Prioritas Nasional dalam Rencana Kerja 2027

Mendagri Tegaskan Komitmen Dukung Program Prioritas Nasional dalam Rencana Kerja 2027

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:10 WIB

Selat Hormuz Memanas: Asuransi Tolak Jamin Kapal RI, Pemerintah Siapkan Skenario Darurat Energi

Selat Hormuz Memanas: Asuransi Tolak Jamin Kapal RI, Pemerintah Siapkan Skenario Darurat Energi

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:09 WIB

Said Iqbal Ungkap Prabowo Minta Permenaker Outsourcing Direvisi, Mau Dihapus?

Said Iqbal Ungkap Prabowo Minta Permenaker Outsourcing Direvisi, Mau Dihapus?

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:58 WIB

Sikat 'Tangan Kanan' Sony Sanjaya! Asep Yusuf Ditetapkan Tersangka usai Akali Jatah Dapur MBG

Sikat 'Tangan Kanan' Sony Sanjaya! Asep Yusuf Ditetapkan Tersangka usai Akali Jatah Dapur MBG

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:54 WIB

Terungkap! Makelar Minta Rp1,6 Miliar ke Pemkab Muara Enim untuk Ubah Hasil Audit BPK

Terungkap! Makelar Minta Rp1,6 Miliar ke Pemkab Muara Enim untuk Ubah Hasil Audit BPK

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:51 WIB

Dari OTT Muara Enim, KPK Sita Uang Rp 200 Juta, Mobil, dan Dokumen

Dari OTT Muara Enim, KPK Sita Uang Rp 200 Juta, Mobil, dan Dokumen

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:35 WIB

Prabowo dan Strategi Merangkul Tokoh Buruh

Prabowo dan Strategi Merangkul Tokoh Buruh

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:31 WIB

Jusuf Kalla Temui Prabowo di Istana, Datang Bersama Putranya

Jusuf Kalla Temui Prabowo di Istana, Datang Bersama Putranya

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:26 WIB

JK Minta Waktu Temui Prabowo, Ungkap Hasil Obrolan 1 Jam di Istana Merdeka

JK Minta Waktu Temui Prabowo, Ungkap Hasil Obrolan 1 Jam di Istana Merdeka

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:24 WIB

Pramono Gertak Perundung Bocah 6 Tahun di Senen: Kalau Dia Pemegang KJP, Kami Tarik!

Pramono Gertak Perundung Bocah 6 Tahun di Senen: Kalau Dia Pemegang KJP, Kami Tarik!

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:17 WIB