Ada-ada Aja! Sapi Kurban Kini Dijual di E-Commerce, Malah Mau Dibeli Pakai Paylater Demi Gratis Ongkir

Farah Nabilla, Elvariza Opita

Sabtu, 02 Juli 2022 | 07:19 WIB
Ada-ada Aja! Sapi Kurban Kini Dijual di E-Commerce, Malah Mau Dibeli Pakai Paylater Demi Gratis Ongkir
Viral warganet bertanya hukum membeli hewan kurban dengan paylater demi gratis ongkir dan cashback. (Twitter/@txtdarionlshop/@mengsedihkita)

Suara.com - Dunia perbelanjaan online tampaknya semakin kreatif saja. Bahkan produk-produk yang dijual juga kian beragam menyesuaikan momen datangnya Hari Raya Idul Adha pada Minggu, 10 Juli 2022.

Tak terkecuali hewan kurban. Kambing bahkan sapi ikut diperjualbelikan di marketplace, seperti yang terlihat pada tangkapan layar unggahan akun Twitter @txtdarionlshop berikut ini.

Terlihat seseorang berniat membeli seekor sapi kurban dengan bobot di kisaran 200-225 kilogram. Terlihat sapi kurban tersebut dibanderol harga Rp 15.105.000 untuk satu ekor.

Keberadaan sapi yang diperjualbelikan di e-commerce saja tampaknya sudah membuat publik tak bisa berkata-kata. Namun pertanyaan si calon pembeli sepertinya lebih membuat publik mengelus dada lantaran begitu mengocok perut.

Sebab si calon pembeli rupanya berniat untuk bertanya bagaimana hukum membeli hewan kurban memakai fitur cicilan yang tersedia di aplikasi, alias paylater.

Kocaknya lagi, ia memilih membayar memakai paylater lantaran mengejar gratis ongkos kirim hingga cashback sampai senilai lebih dari Rp 450.000!

"Apa hukumnya beli hewan kurban pake shopee paylater? Kurban duluan tapi bayar bulan depan?" tanyanya, seperti dikutip Suara.com pada Jumat (1/7/2022). "Lumayan dapat gratis ongkir. Makasih."

Namun tampaknya ia bukan satu-satunya calon pembeli dengan pemikiran serupa. Sebab ada pula calon pembeli hewan kurban, kali ini membeli domba atau kambing dengan bobot 27-30 kg, memakai paylater.

"Boleh ga ya kurban pake paylater? Mana dapet kesbek (cashback) + gratis ongkir," tuturnya.

baca juga

Kali ini bahkan terlihat jelas keuntungan si calon pembeli. Pasalnya ia hanya perlu membayar Rp 1.980.000 untuk hewan kurban sekaligus ongkos kirimnya, sementara harga hewan kurbannya sendiri dibanderol Rp 2 juta.

Belum lagi ditambah dengan potensi cashback sampai ratusan ribu rupiah yang bisa didapatkan si pembeli asal bertransaksi memakai paylater.

Tentu saja warganet langsung meramaikan konten ini dengan komentar-komentar kocak. Termasuk menduga pahala kurban akan ditahan sampai cicilan dilunasi pembeli.

"Gimana ni pak ustadz," celetuk @txtdarionlshop yang tidak habis pikir dengan pertanyaan si calon pembeli.

"Pahalanya di pending sampe lu lunasin pembayarannya si [kayaknya]," komentar warganet.

"Sama malekat pahalanya ditahan," kata warganet.

"Pahalanya masuk tiap bulan, telat bayar paylater pahalanya dipotong," seloroh yang lainnya.

Namun sebenarnya, seperti apa hukumnya membeli hewan kurban dengan utang?

Hukum Berkurban dengan Biaya Utang

Salah satu sapi kurban yang dimiliki oleh pedagang hewan kurban di kawasan Batam Center. Saat ini para pedagang memprediksi kuota hewan kurban tidak mencukupi (suara.com/partahi)
Salah satu sapi kurban yang dimiliki oleh pedagang hewan kurban di kawasan Batam Center. Saat ini para pedagang memprediksi kuota hewan kurban tidak mencukupi (suara.com/partahi)

Paylater pada dasarnya adalah berutang, apalagi jika mencicil dengan jangka waktu tertentu maka dikhawatirkan bisa menimbulkan riba atau bunga.

Kemudian mengutip muhammadiyah.or.id, sejatinya orang yang sangat dianjurkan untuk berkurban adalah mereka yang mempunyai kelapangan alias kelebihan harta.

Terdapat beberapa tolok ukur, seperti orang ini harus sudah mampu memenuhi kebutuhan pokoknya, serta mampu memenuhi kebutuhan penyempurna lain yang lazim.

"Apabila seseorang masih membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut, maka dia terbebas dari menjalankan sunah kurban," tutur muhammadiyah.or.id.

Karena itulah, sangat tidak disarankan seseorang untuk berutang demi berkurban, apalagi jika ia memaksakan diri dan kesulitan untuk melunasi kewajibannya di masa depan.

Namun hal ini berbeda dengan seseorang yang mendapat dana talangan kurban dengan syarat dana tersebut bisa dikembalikan.

Misalnya saja dana talangan diberikan untuk seorang pegawai yang mempunyai gaji tetap atau lebih, atau kepada orang yang mempunyai deposito namun belum jatuh tempo. Dengan demikian, orang-orang ini dinilai masih mampu untuk segera mengganti dana talangannya segera setelah harta yang dimiliki cair.

"Oleh sebab itu, apabila seseorang ingin melaksanakan ibadah kurban, sementara ia tidak mempunyai uang yang cukup untuk membeli hewan kurban secara seketika pada waktu ibadah kurban tiba, sebaiknya ia berusaha untuk menabung, sehingga dana kurban akan terasa lebih ringan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mau Kondangan, Ibu di Tangsel Malah Dijotos Pengendara Sampai Benjol

Mau Kondangan, Ibu di Tangsel Malah Dijotos Pengendara Sampai Benjol

Jakarta | Jum'at, 01 Juli 2022 | 21:27 WIB

Aksi Emak Ini Pilih Gorengan yang Dibeli Bikin Gregetan 'Bekas Tangan Dia'

Aksi Emak Ini Pilih Gorengan yang Dibeli Bikin Gregetan 'Bekas Tangan Dia'

Your Say | Jum'at, 01 Juli 2022 | 20:35 WIB

Bukan dengan Pacar, Perempuan Ini Deep Talk Bareng Ojek Online Saat Lelah dengan Kehidupan

Bukan dengan Pacar, Perempuan Ini Deep Talk Bareng Ojek Online Saat Lelah dengan Kehidupan

Lifestyle | Jum'at, 01 Juli 2022 | 20:15 WIB

Beraksi Lagi! TNI Gadungan Ditangkap Saat Bertunangan dengan Kembang Desa, Ternyata Sudah Makan Banyak Korban

Beraksi Lagi! TNI Gadungan Ditangkap Saat Bertunangan dengan Kembang Desa, Ternyata Sudah Makan Banyak Korban

News | Jum'at, 01 Juli 2022 | 20:28 WIB

Pengakuan Pria yang Viral Karena Berkelahi di Gianyar : Saya Mengalami Emosi Sesaat

Pengakuan Pria yang Viral Karena Berkelahi di Gianyar : Saya Mengalami Emosi Sesaat

Bali | Jum'at, 01 Juli 2022 | 19:27 WIB

Bintang 1 Sampai Server Down, MyPertamina Kena Banyak Masalah di Hari Pertama, Publik: Efek Gak Dapat Ridho Netizen

Bintang 1 Sampai Server Down, MyPertamina Kena Banyak Masalah di Hari Pertama, Publik: Efek Gak Dapat Ridho Netizen

News | Jum'at, 01 Juli 2022 | 20:15 WIB

Cegah PMK, Kementan Imbau Warga Minta Sertifikat Kesehatan Saat Beli Hewan Kurban

Cegah PMK, Kementan Imbau Warga Minta Sertifikat Kesehatan Saat Beli Hewan Kurban

News | Jum'at, 01 Juli 2022 | 19:02 WIB

Viral! Fantastisnya Biaya SPI Kuliah Kedokteran Mulai Ratusan Juta Sampai Rp 1,2 Miliar, Warganet Ikut Syok

Viral! Fantastisnya Biaya SPI Kuliah Kedokteran Mulai Ratusan Juta Sampai Rp 1,2 Miliar, Warganet Ikut Syok

News | Jum'at, 01 Juli 2022 | 17:44 WIB

Terkini

Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya

Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya

Foto | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:00 WIB

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

Jawa Tengah | Kamis, 30 Juli 2026 | 05:51 WIB

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

×