Penipu Online Berhasil Mencuri dari Warga Australia Sekitar Rp20 Triliun di Tahun 2021

Siswanto, ABC

Kamis, 07 Juli 2022 | 00:10 WIB
Penipu Online Berhasil Mencuri dari Warga Australia Sekitar Rp20 Triliun di Tahun 2021
Ilustrasi Penipuan (Pexels/Sora Shimazaki).

"Warga kebanyakan tidak mengerti bagaimana cara perdagangan mata uang kripto, namun mereka juga tidak mau ketinggalan," jelas Delia Rickard.

Dijelaskan, modus lainnya yaitu berupa penipuan skema piramida dan ponzi, umumnya melibatkan aplikasi penipuan investasi ponzi.

Skema piramida versi modern ini menyebabkan korban tanpa sengaja menginvestasikan uang dalam skema penipuan yang dananya dipakai membayar investor sebelumnya.

Selain penipuan investasi, jenis lain yang mengalami peningkatan besar adalah pengalihan pembayaran.

Modusnya yaitu penipu menyamar sebagai pegawai bank, klien bisnis, atau bahkan agen pelunasan cicilan kredit properti.

Penipuan dengan modus mendapatkan akses komputer dari jarak jauh, seperti yang dialami Brian, juga meningkat.

Kerugian dari modus seperti ini meningkat menjadi 16 juta dolar, dengan korban terbanyak dari kalangan warga berusia di atas 65 tahun.

Penipu semakin piawai

Menurut Wakil Ketua ACCC Delia Rickard, penipu online kini semakin piawai.

"Saya mendengar cerita dari negara lain, di mana kelompok kejahatan terorganisir sudah meninggalkan bisnis narkoba dan beralih ke penipuan online," jelasnya.

baca juga

"Ada kekayaan besar yang bisa dihasilkan. Ada pasar di situs website bawah tanah yang menjual semua yang Anda butuhkan untuk menjadi penipu online," kata Delia.

Sebelum COVID, pada 2019, warga Australia mengalami kerugian sekitar 634 juta dolar. Pada tahun 2020, jumlahnya meningkat menjadi 850 juta dolar.

Saat itu, warga menghabiskan lebih banyak waktu sendirian dengan ponsel atau komputer, menyebabkan mereka rentan terhadap penipuan seperti phishing email.

Modus ini melibatkan penipu yang menyamar sebagai pegawai bank atau otoritas lainnya untuk mengelabui korban agar memberikan informasi data pribadi, termasuk password atau kata sandi.

Jumlah laporan penipuan phishing meningkat 183 persen dari 2019 hingga 2020. Pada tahun 2021, modus ini meningkat lagi sebesar 62 persen.

Pada tahun 2021 juga penipuan SMS mengalami lonjakan terbesar dalam sejarah Australia.

Mulai bulan Agustus 2021, ribuan orang Australia menerima pesan teks tentang panggilan tak terjawab, pesan suara, pengiriman, dan upload foto.

Pesan tersebut meminta korbannya untuk mengklik tautan yang mereka kirimkan. Korban yang mengklik tautan itu, otomatis terpapar malware yang memberikan akses ke kata sandi dan akun korban.

Kerugian yang dilaporkan dari modus penipuan yang dikenal sebagai Flubot ini tak sampai 11.000 dolar pada tahun 2021.

"Yang hilang dari para korban ini adalah sejumlah besar informasi data pribadi," kata Delia.

Upaya mengatasi penipuan

Peningkatan kerugian ini terjadi di tengah upaya berbagai lembaga pemerintah Australia mencoba menghentikan penipuan online.

"Saya belum pernah melihat begitu banyak penipuan online dibandingkan dua tahun terakhir," kata Delia Rickard.

"Setiap kali kami menerapkan strategi yang berhasil, para penipu bisa mengatasinya," jelasnya.

Ia mencontohkan panggilan telepon yang sebenarnya merupakan penipuan.

Pada Desember 2020, industri telekomunikasi menerapkan aturan untuk mendeteksi dan memblokir panggilan, atas rekomendasi dari Otoritas Komunikasi dan Media Australia.

Pada tahun 2021, perusahaan telekomunikasi memblokir 357 juta panggilan penipuan.

Tapi penipu hanya mengubah taktik mereka, dengan fokus pada SMS, seperti modus Flubot.

Sebagai tanggapan, perusahaan telekomunikasi Telstra memperkenalkan filter penipuan SMS pada bulan April tahun ini.

Tapi lagi-lagi, penipu mengubah taktik mereka.

"Sekarang kita melihat peningkatan penipuan pada aplikasi terenkripsi seperti WhatsApp," jelasnya.

Menurut dia, pihak perbankan bisa berbuat lebih banyak dalam mengatasi penipuan.

Di Australia, bank yang memproses transaksi online tidak memeriksa apakah nama rekening cocok dengan nomor rekening.

Hal ini memudahkan peretas untuk melakukan penipuan pengalihan pembayaran, meniru identitas bisnis atau pihak sah lainnya, dan meminta korban untuk mengirim pembayaran ke akun mereka.

Pemerintah Australia telah meminta perbankan untuk memperkenalkan verifikasi nama, juga dikenal sebagai konfirmasi penerima pembayaran, setidaknya sejak 2020, tapi sejauh ini kalangan perbankan menolak.

Seperti apa di tahun 2022?

Menurut Delia, laporan awal tahun ini menunjukkan bahwa kerugian akibat penipuan online akan berlipat ganda lagi.

Sejauh ini, katanya, kerugian yang dilaporkan ke Scamwatch sudah mendekati angka total tahun 2021.

Kerugian yang dialami Brian sebesar 38.700 dolar itu adalah bagian dari laporan tahun 2022.

Pensiunan dari Kota Albany di Australia Barat ini ditipu beberapa minggu lalu dan telah menjual mobil kesayangannya untuk memulihkan saldo banknya.

"Saya telah bekerja sepanjang hidupku untuk memiliki mobil ini," katanya.

"Sekarang saya tidak memilikinya lagi," tutur Brian.

Diproduksi oleh Farid Ibrahim dari artikel ABC News.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Intip Jarak Tempuh dan Harga Honda Super-N, Fitur Booster Jadi Andalan si 'Brio Listrik'

Intip Jarak Tempuh dan Harga Honda Super-N, Fitur Booster Jadi Andalan si 'Brio Listrik'

Otomotif | Senin, 22 Juni 2026 | 08:04 WIB

IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan

IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:01 WIB

Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound

Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:54 WIB

Rupiah Diramal Ambruk ke Rp18.000, Harga Emas Berpotensi Anjlok Rp20.000 Hari Ini, Ada Apa?

Rupiah Diramal Ambruk ke Rp18.000, Harga Emas Berpotensi Anjlok Rp20.000 Hari Ini, Ada Apa?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:54 WIB

Prakiraan Cuaca di Kota-kota Besar Hari Ini: Bandung dan Bandar Lampung Hujan Lebat

Prakiraan Cuaca di Kota-kota Besar Hari Ini: Bandung dan Bandar Lampung Hujan Lebat

News | Senin, 22 Juni 2026 | 07:46 WIB

SIG Bidik Pasar Renovasi Rumah Lewat MiniMix, Beton Siap Pakai Tembus Gang Sempit

SIG Bidik Pasar Renovasi Rumah Lewat MiniMix, Beton Siap Pakai Tembus Gang Sempit

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:45 WIB

Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat

Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:39 WIB

Asing Ramai-ramai Lepas Saham BUMI, Target Harganya Tetap Meroket

Asing Ramai-ramai Lepas Saham BUMI, Target Harganya Tetap Meroket

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:34 WIB

4 Zodiak Ini Bakal Ketiban Hoki Besar pada 22 Juni 2026, Apakah Kamu Termasuk?

4 Zodiak Ini Bakal Ketiban Hoki Besar pada 22 Juni 2026, Apakah Kamu Termasuk?

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 07:31 WIB

BPBD dan Dinkes Antisipasi Dampak Asap Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang

BPBD dan Dinkes Antisipasi Dampak Asap Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang

News | Senin, 22 Juni 2026 | 07:22 WIB

Terkini

Prakiraan Cuaca di Kota-kota Besar Hari Ini: Bandung dan Bandar Lampung Hujan Lebat

Prakiraan Cuaca di Kota-kota Besar Hari Ini: Bandung dan Bandar Lampung Hujan Lebat

News | Senin, 22 Juni 2026 | 07:46 WIB

BPBD dan Dinkes Antisipasi Dampak Asap Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang

BPBD dan Dinkes Antisipasi Dampak Asap Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang

News | Senin, 22 Juni 2026 | 07:22 WIB

Kebakaran Hebat Pabrik Sandal di Tanah Tinggi Tangerang, Asap Pekat Selimuti Langit Malam

Kebakaran Hebat Pabrik Sandal di Tanah Tinggi Tangerang, Asap Pekat Selimuti Langit Malam

News | Senin, 22 Juni 2026 | 07:13 WIB

Pesta Ulang Tahun Jakarta: Untuk Siapa Gemerlap Itu Bersinar?

Pesta Ulang Tahun Jakarta: Untuk Siapa Gemerlap Itu Bersinar?

News | Senin, 22 Juni 2026 | 06:30 WIB

Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz

Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz

News | Senin, 22 Juni 2026 | 03:44 WIB

Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499

Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 22:39 WIB

Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel

Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 21:45 WIB

Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!

Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 20:42 WIB

Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan

Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 20:11 WIB

SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!

SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:42 WIB