facebook

Profil Siti Nur Azizah Ma'ruf, Putri Wapres yang Kabarnya Punya Biro Haji Furoda Tanpa Antre

Farah Nabilla
Profil Siti Nur Azizah Ma'ruf, Putri Wapres yang Kabarnya Punya Biro Haji Furoda Tanpa Antre
Calon Putri Wakil Presiden Maruf Amin, Siti Nur Azizah (Suara.com/Wivy)

Sosok putri wapres yakni Siti Nur Azizah Ma'ruf meski jarang terekspos publik ternyata dikabarkan punya biro haji tanpa antre. Simak profil Nur Azizah selengkapnya.

Suara.com - Siti Nur Azizah Ma'ruf, putri dari Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma'ruf Amin tengah dikabarkan menjalin kerja sama dengan sebuah biro haji tanpa antrean. Selain dikenap sebagai putri wakil presiden, Siti Nur Azizah juga dikenal sebagai pebisnis dan politisi. Seperti apa sosoknya?

Adapun sosok putri wapres tersebut terpampang dalam sebuah poster layanan biro haji Furoda yang digadang-gadang tanpa antrean. Tak tanggung-tanggung, biaya yang dipatok dalam jasa haji furoda tersebut mencapai 22.000 USD sekitar Rp319 juta hingga 25.500 USD atau Rp369 juta untuk 24 hari.

Jasa haji tanpa antre tersebut juga meliputi berbagai fasilitas dari pengurusan administrasi, transportasi, hingga akomodasi.

Poster layanan haji furoda putri wapres [Instagram/sahabatazizah]
Poster layanan haji furoda putri wapres [Instagram/sahabatazizah]

Poster tersebut dibagikan melalui laman akun Instagram pendukung Siti Nur Azizah, @sahabatazizah.

Baca Juga: Penjelasan Soal Pemberian Visa Haji Mujamalah

Diketahui bahwa jasa layanan tersebut disediakan oleh biro Ahsanta Travel dan didukung oleh PT. Sinergi Nusantara Anugerah-SNA.

Lantas, siapakah diri sosok putri Ma'ruf Amin yang kini jalin kerjasama dengan biro haji furoda tersebut?

Simak profil Siti Nur Azizah berikut.

Biodata Siti Nur Azizah Ma'ruf

Politisi perempuan dengan nama lengkap Siti Nur Azizah tersebut lahir di Jakarta, pada 5 September 1972.

Baca Juga: Cara Membuat Visa Haji dan 3 Perbedaan Jenisnya

Siti merupakan anak keempat dari pasangan K.H. Ma'ruf Amin dan (Alm.) Hj. Siti Churiyyah. Adapun ia merupakan anak keempat dari delapan bersaudara. 

Komentar