Pembunuhan Shinzo Abe Bisa Mengubah Jepang Selamanya

Siswanto, BBC

Senin, 11 Juli 2022 | 14:27 WIB
Pembunuhan Shinzo Abe Bisa Mengubah Jepang Selamanya
BBC

Suara.com - Sejak berita penembakan mantan perdana menteri Jepang Shinzo Abe tersiar, pesan mengalir dari teman dan kenalan, semuanya menanyakan pertanyaan yang sama: bagaimana ini bisa terjadi di Jepang?

Saya merasakan keheranan yang sama. Ketika Anda tinggal di sana, Anda terbiasa untuk tidak memikirkan tentang kejatahan.

Identitas dari korban penembakan membuat berita itu kian mengejutkan.

Shinzo Abe memang tak lagi menjabat sebagai perdana menteri Jepang, tapi dia masih menjadi figur yang besar di Jepang, dan mungkin politisi Jepang paling dikenal oleh publik dalam tiga dekade terakhir.

Siapa yang ingin membunuh Abe? Dan mengapa?

Saya mencoba memikirkan padanan dari insiden yang terjadi pada Abe - tindakan kekerasan politik lain yang juga mengejutkan penduduk setempat.

Salah satu yang terlintas dalam benak saya adalah penembakan Perdana Menteri Swedia Olof Palme pada tahun 1986.

Baca juga:

Ketika saya mengatakan orang di Jepang tidak berpikir tentang kejahatan kekerasan, saya tidak melebih-lebihkan.

baca juga

Ya, ada Yakuza, organisasi kelompok kriminal terorganisir yang terkenal kejam di Jepang.

Namun kebanyakan orang tidak berhubungan dengan mereka.

Bahkan para anggota Yakuza menghindari penggunaan senjata karena hukuman dari kepemilikan senjata ilegal di Jepang sangat berat.

Memiliki senjata di Jepang sangat sulit. Itu memerlukan catatan kriminal, latihan wajib, evaluasi psikologis dan pengecekan latar belakang, termasuk polisi melakukan wawancara dengan tetangga Anda.

Karena itu, kejahatan dengan senjata hampir tidak ada di Jepang.

Rata-rata, ada kurang dari 10 kematian terkait senjata di Jepang setiap tahun. Pada 2017, hanya ada tiga kasus.

Tak heran jika banyak perhatian terfokus pada pria bersenjata itu dan senjata yang dia gunakan.

Siapa dia? Di mana dia mendapatkan senjata itu?

Media Jepang melaporkan bahwa pria berusia 41 tahun itu adalah mantan anggota militer.

Tapi, pemeriksaan lebih dekat menunjukkan dia hanya menghabiskan tiga tahun di Angkatan Laut Jepang.

Senjata yang dia gunakan membuat kita lebih penasaran.

Foto-foto yang menunjukkan senjata itu tergeletak di tanah setelah penembakan menggambarkan apa yang tampak seperti senjata rakitan.

Dua potong pipa baja direkatkan dengan pita perekat hitam, dengan semacam pemicu buatan tangan - tampak seperti sesuatu yang dibuat dari tips yang didapat dari internet.

Jadi, apakah ini serangan politik yang disengaja, atau tindakan seorang dengan fantasi ingin menjadi terkenal, dengan menembak seseorang yang terkenal? Sejauh ini, kita tidak tahu.

Jepang tentu saja memiliki catatan kasus pembunuhan politik.

Yang paling terkenal adalah pada tahun 1960 ketika pemimpin partai sosialis Jepang, Inejiro Asanuma, ditikam di perut oleh seorang fanatik sayap kanan dengan pedang katana.

Meskipun kalangan ekstremis sayap kanan masih ada di Jepang, tak terbayang bahwa Abe, seorang nasionalis sayap kanan, akan menjadi target.

Akhir-akhir ini, jenis kejahatan lain menjadi hal yang lumrah di sini. Pria yang pendiam dan kesepian, dengan dendam terhadap seseorang atau sesuatu.

Pada 2019, seorang pria membakar sebuah gedung yang menampung studio animasi populer di Kyoto, menewaskan 36 orang.

Pria itu berkata pada polisi bahwa dia memiliki dendam terhadap studio itu karena telah "mencuri karyanya".

Dalam kasus lain yang terjadi pada 2008, seorang pemuda mengendarai truk ke kerumunan pembeli di distrik Akihabara Tokyo, lalu keluar dan mulai menikam penonton. Tujuh orang tewas.

Sebelum melakukan aksinya, pemuda itu mengunggah pesan di dunia maya, "Saya akan membunuh orang-orang di Akihabara" dan "Saya tak memiliki teman satu pun, saya diabaikan karena saya jelek. Saya lebih rendah dari sampah".

Belum jelas apakah penembakan Abe sesuai dengan kategori pertama atau kedua. Tapi satu hal yang pasti pembunuhan ini akan mengubah Jepang.

Mengingat betapa amannya negara ini, keamanan di Jepang bisa dibilang sangat longgar.

Selama kampanye pemilu, seperti yang sedang berlangsung, politisi benar-benar bisa dengan leluasa berdiri di sudut jalan memberikan pidato dan berjabat tangan dengan orang yang lalu lalang.

Hampir pasti itu menjadi alasan mengapa penyerang Abe bisa begitu dekat dan menembakkan senjata yang telah dia rakit

Pengamanan seperti itu pasti akan berubah setelah hari ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ricuh Suporter Persita vs Persija Berujung Sanksi, Total Denda Tembus Rp130 Juta

Ricuh Suporter Persita vs Persija Berujung Sanksi, Total Denda Tembus Rp130 Juta

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Keributan Suporter PSGC vs PSIS Berujung Sanksi Berat, Naga Warak Dihukum 6 Laga Away

Keributan Suporter PSGC vs PSIS Berujung Sanksi Berat, Naga Warak Dihukum 6 Laga Away

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Prof Mardiasmo Soroti Anggaran Pemerintah yang Terputus-putus, Dorong Program Berkelanjutan

Prof Mardiasmo Soroti Anggaran Pemerintah yang Terputus-putus, Dorong Program Berkelanjutan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Jasa Marga Buka Opsi Buyback Saham, Ini Pertimbangan Manajemen

Jasa Marga Buka Opsi Buyback Saham, Ini Pertimbangan Manajemen

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Rahasia Awet Muda BCL di Usia 40-an: Tolak Ubah Wajah, Pilih Cara Ini Agar Tetap Segar

Rahasia Awet Muda BCL di Usia 40-an: Tolak Ubah Wajah, Pilih Cara Ini Agar Tetap Segar

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:47 WIB

Suahasil Bantah Gaji PNS Dicairkan Lewat Kopdes, Tetap dari Kas Negara

Suahasil Bantah Gaji PNS Dicairkan Lewat Kopdes, Tetap dari Kas Negara

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:37 WIB

Perempuan Pelaku Usaha Perlu Lebih dari Sekadar Modal untuk Berkembang

Perempuan Pelaku Usaha Perlu Lebih dari Sekadar Modal untuk Berkembang

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:33 WIB

BI Mau Cabut Izin PJP jika Gunakan QRIS untuk Transaksi Judol

BI Mau Cabut Izin PJP jika Gunakan QRIS untuk Transaksi Judol

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Bahas Nyali Bung Karno dan Megawati, Sekjen PDIP: Pemimpin Harus Berani Lawan Ketidakadilan

Bahas Nyali Bung Karno dan Megawati, Sekjen PDIP: Pemimpin Harus Berani Lawan Ketidakadilan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Meski Capai Target, PGN Akui Penyaluran Gas Hadapi Kendala

Meski Capai Target, PGN Akui Penyaluran Gas Hadapi Kendala

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Terkini

Ricuh Suporter Persita vs Persija Berujung Sanksi, Total Denda Tembus Rp130 Juta

Ricuh Suporter Persita vs Persija Berujung Sanksi, Total Denda Tembus Rp130 Juta

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Keributan Suporter PSGC vs PSIS Berujung Sanksi Berat, Naga Warak Dihukum 6 Laga Away

Keributan Suporter PSGC vs PSIS Berujung Sanksi Berat, Naga Warak Dihukum 6 Laga Away

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Arti Bau Kemenyan atau Bunga Kantil di Rumah padahal Tidak Ada Wewangian

Arti Bau Kemenyan atau Bunga Kantil di Rumah padahal Tidak Ada Wewangian

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:48 WIB

Rahasia Awet Muda BCL di Usia 40-an: Tolak Ubah Wajah, Pilih Cara Ini Agar Tetap Segar

Rahasia Awet Muda BCL di Usia 40-an: Tolak Ubah Wajah, Pilih Cara Ini Agar Tetap Segar

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:47 WIB

Leapmotor Sebut Penghapusan Ganjil Genap Bisa Pengaruhi Minat Beli Mobil Listrik

Leapmotor Sebut Penghapusan Ganjil Genap Bisa Pengaruhi Minat Beli Mobil Listrik

Otomotif | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:45 WIB

Suahasil Bantah Gaji PNS Dicairkan Lewat Kopdes, Tetap dari Kas Negara

Suahasil Bantah Gaji PNS Dicairkan Lewat Kopdes, Tetap dari Kas Negara

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:37 WIB

Perempuan Pelaku Usaha Perlu Lebih dari Sekadar Modal untuk Berkembang

Perempuan Pelaku Usaha Perlu Lebih dari Sekadar Modal untuk Berkembang

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:33 WIB

BI Mau Cabut Izin PJP jika Gunakan QRIS untuk Transaksi Judol

BI Mau Cabut Izin PJP jika Gunakan QRIS untuk Transaksi Judol

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Drakor Bisbol GIFT Tayang 5 Desember, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

Drakor Bisbol GIFT Tayang 5 Desember, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Bahas Nyali Bung Karno dan Megawati, Sekjen PDIP: Pemimpin Harus Berani Lawan Ketidakadilan

Bahas Nyali Bung Karno dan Megawati, Sekjen PDIP: Pemimpin Harus Berani Lawan Ketidakadilan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:27 WIB

×