5 Penyebab Resesi Ekonomi, Waspada Bisa Terjadi di Indonesia!

Chyntia Sami Bhayangkara

Jum'at, 15 Juli 2022 | 13:34 WIB
5 Penyebab Resesi Ekonomi, Waspada Bisa Terjadi di Indonesia!
Ilustrasi resesi - penyebab resesi ekonomi (shutterstock)

Suara.com - BMenteri Keuangan Sri Mulyani sempat menyampaikan besar kemungkinan bahwa Indonesia akan terjerat resesi. Dikutip dari berbagai sumber, beberapa negara juga  terancam resesi antara lain adalah Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Australia, Korea Selatan dan beberapa negara di Eropa. Lantas, bagaimana dengan Indonesia? Apa penyebab resesi?

Terjadinya resesi ekonomi seringkali diindikasikan dengan menurunnya atau meningkatnya harga-harga komoditas dalam negeri, di mana jika tidak segera diatasi, maka resesi akan berlangsung dalam jangka waktu lama sehingga menjadi depresi ekonomi.

Jika ekonomi suatu negara sudah sampai pada tahap resesi, maka pemulihan ekonomi akan jauh lebih sulit dilakukan dan berujung pada terjadiya krisis ekonomi. Kira-kira, apa penyebab resesi ekonomi?

Penyebab Resesi Ekonomi

Mari mengenal lebih dekat faktor-faktor apa saja yang menyebabkan resesi ekonomi pada suatu negara:

1. Ketidakseimbangan produksi dan konsumsi

Keseimbangan antara produksi dan konsumi akan menjadi dasar pertumbuhan ekonomi. Di saat produksi dan konsumsi tidak seimbang, maka akan terjadi masalah dalam siklus ekonomi.

Jika tingginya produksi tidak diikuti dengan tingginya konsumsi, maka akan berakibat pada penumpukan stok persediaan barang. Sebaliknya, jika produksi rendah sedangkan konsumi tinggi maka kebutuhan dalam begeri tidak mencukupi dan negara melakukan impor.

Hal tersebut juga akan berakibat penurunan laba perusahaan yang berpengaruh pada lemahnya pasar modal.

baca juga

2. Perlambatan pertumbuhan ekonomi

Pertumbuhan ekonomi dalam skala global, digunakan sebagai suatu ukuran untuk menentukan baik buruknya kondisi ekonomi suatu negara. Jika pertumbuhan ekonomi negara mengalami kenaikan secara signifikan, maka itu artinya negara tersebut dalam kondisi ekonomi yang kuat.

Begitupun sebaliknya, pertumbuhan ekonomi menggunakan acuan produk domestik bruto yang merupakan hasil penjumlahan dari konsumsi, pengeluaran pemerintah, investasi dan ekspor yang dikurangi impor. 

Jika produk domestik bruto mengalami penurunan dari tahun ke tahun, maka dapat dipastikan bahwa pertumbuhan ekonomi negara yang bersangkutan mengalami kelesuan atau resesi.

3. Terjadinya inflasi atau deflasi yang tinggi

Di satu sisi, inflasi memang diperlukan untuk mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi, namun inflasi yang terlalu tinggi justru mempersulit kondisi ekonomi. Hal ini karena harga-harga komoditas melonjak sehingga tidak bisa dijangkau semua kalangan masyarakat, terutama pada kelas ekonomi menengah ke bawah.

Kondisi ekonomi juga akan semakin parah jika inflasi tidak diikuti dengan daya beli masyarakat yang tinggi. Tidak hanya inflasi yang menjadi penyebab inflasi, namun juga deflasi di mana harga-harga komoditas yang menurun drastis (deflasi) bisa memengaruhi tingkat pendapatan dan laba perusahaan yang rendah. Sehingga akibatnya, biaya produksi tidak tertutup sehingga volume produksi rendah.

4. Tingkat pengangguran tinggi

Jika suatu negara tidak mampu menciptakan lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal, maka tingkat pengangguran di negara tersebut akan menjadi tinggi. Sehingga risikonya, daya beli rendah akan memicu tindak kriminal untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

5. Hilangnya kepercayaan investasi

Untuk menjalankan roda perekonomian dan mengembangkannya, otoritas setiap negara dituntut untuk mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif baik dari segi keamanan atau proyek-proyek strategis.

Tujuannya adalah supaya dapat menarik minat investor untuk berinvestasi. Namun, jika pertumbuhan ekonomi turun maka memicu hilangnya kepercayaan untuk berinvestasi.

Hilangnya kepercayaan dalam berinvestasi ini tentu akan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi semakin lambat. Bisnis lesu, dan banyak produsen yang mengurangi volume produksi.

Demikian ulasan singkat mengenai resesi ekonomi dan apa saja faktor yang menjadi penyebabnya. 

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pos Indonesia Rambah Layanan Transaksi Keuangan Digital dengan Mengembangkan Pospay

Pos Indonesia Rambah Layanan Transaksi Keuangan Digital dengan Mengembangkan Pospay

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2022 | 13:33 WIB

Kenaikan PJP2U Bikin Harga Tiket Pesawat Mahal, Alvin Lie: Seharusnya Diumumkan Dulu

Kenaikan PJP2U Bikin Harga Tiket Pesawat Mahal, Alvin Lie: Seharusnya Diumumkan Dulu

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2022 | 13:15 WIB

Hyundai Stargazer Resmi Diperkenalkan, Konsumen Sudah Bisa Lakukan Pemesanan

Hyundai Stargazer Resmi Diperkenalkan, Konsumen Sudah Bisa Lakukan Pemesanan

Otomotif | Jum'at, 15 Juli 2022 | 13:11 WIB

Wisatawan Indonesia Antusias Sambut Liburan Tengah Tahun, Destinasi Favorit Ada di Asia Tenggara

Wisatawan Indonesia Antusias Sambut Liburan Tengah Tahun, Destinasi Favorit Ada di Asia Tenggara

Lifestyle | Jum'at, 15 Juli 2022 | 13:09 WIB

Pindah ke EAFF Tak Garansi Timnas Indonesia Bisa Hadapi Jepang hingga Korsel di Turnamen Regional

Pindah ke EAFF Tak Garansi Timnas Indonesia Bisa Hadapi Jepang hingga Korsel di Turnamen Regional

Bola | Jum'at, 15 Juli 2022 | 13:05 WIB

Selain AFF, Berikut 4 Federasi di Bawah Naungan AFC

Selain AFF, Berikut 4 Federasi di Bawah Naungan AFC

Bola | Jum'at, 15 Juli 2022 | 13:03 WIB

Terkini

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

×