Myanmar Dikutuk Tetangga Gegara Eksekusi Mati 4 Aktivis Demokrasi

Bangun Santoso

Rabu, 27 Juli 2022 | 05:48 WIB
Myanmar Dikutuk Tetangga Gegara Eksekusi Mati 4 Aktivis Demokrasi
Eksekusi mati aktivis demokrasi di Myanmar [Foto: ANTARA]

Suara.com - Pemerintah Malaysia mengutuk pelaksanaan hukuman mati yang dilakukan junta Myanmar terhadap empat aktivis demokrasi dan menganggap itu sebuah kejahatan terhadap kemanusiaan.

"Malaysia mengutuk eksekusi empat aktivis demokrasi oleh junta. Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan dengan jelas menunjukkan bahwa junta sedang mengolok-olok 5PC (5 poin Konsensus ASEAN)," kata Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah melalui Twitter, Selasa (26/7/2022).

Pada 22 Juli lalu, ia mengatakan kabinet memutuskan dua masalah penting, bahwa Myanmar tidak diizinkan untuk mengirim perwakilan politik untuk seluruh pertemuan tingkat menteri ASEAN, dan kebutuhan akan kerangka kerja dengan tujuan akhir yang jelas untuk mengimplementasikan Konsensus Lima Poin.

Tujuan akhirnya adalah Myanmar yang demokratis, inklusif, adil, damai, harmonis, dan sejahtera yang hak-hak sipil dan politiknya dijamin oleh Konstitusi.

ASEAN, menurut Saifuddin, harus bekerja sama dengan Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB Dr Noeleen Heyzer dan komunitas internasional, guna menyelesaikan persoalan tersebut.

Pelaksanaan hukuman mati itu terjadi kurang dari dua minggu setelah Utusan Khusus Ketua ASEAN untuk Myanmar, Menteri Luar Negeri Kamboja Prak Sokhonn, mengunjungi Myanmar dan hanya sekitar seminggu sebelum pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Phnom Penh pada 3 Agustus.

"Kami melihatnya seolah-olah junta mengolok-olok ASEAN 5PC dan saya pikir kami perlu melihat masalah ini dengan serius," ujar dia.

ASEAN, pada Selasa, juga mengeluarkan teguran keras atas eksekusi mati yang dilakukan militer yang berkuasa di Myanmar terhadap aktivitas demokrasi negara itu, dengan menyebutnya sebagai tindakan yang "sangat tercela".

Kamboja selaku Ketua ASEAN saat ini mengeluarkan rilis bahwa pelaksanaan hukuman mati tersebut hanya seminggu sebelum pertemuan ke-55 tingkat menteri ASEAN, dan tindakan itu sangat tercela. Sekaligus menunjukkan kurangnya kemauan junta untuk mendukung Lima Poin Konsensus. (Sumber: Antara)

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ASEAN Para Games 2022: Ribuan Atlet dari 9 Negara Sudah Tiba di Kota Solo, Ini Daftarnya

ASEAN Para Games 2022: Ribuan Atlet dari 9 Negara Sudah Tiba di Kota Solo, Ini Daftarnya

Surakarta | Selasa, 26 Juli 2022 | 21:39 WIB

Kontingen Negara Peserta ASEAN Para Games 2022 Mulai Berdatangan

Kontingen Negara Peserta ASEAN Para Games 2022 Mulai Berdatangan

Sport | Selasa, 26 Juli 2022 | 19:30 WIB

Kontingen ASEAN Para Games 2022 Mulai Berdatangan di Kota Solo

Kontingen ASEAN Para Games 2022 Mulai Berdatangan di Kota Solo

Surakarta | Selasa, 26 Juli 2022 | 17:58 WIB

Puan Ajak Masyarakat Dukung Tim Indonesia di Asean Para Games XI

Puan Ajak Masyarakat Dukung Tim Indonesia di Asean Para Games XI

DPR | Selasa, 26 Juli 2022 | 17:25 WIB

ASEAN Sebut Eksekusi Mati Aktivis Myanmar Aksi Sangat Tercela

ASEAN Sebut Eksekusi Mati Aktivis Myanmar Aksi Sangat Tercela

Sumbar | Selasa, 26 Juli 2022 | 17:16 WIB

Militer Myanmar Eksekusi Mati 4 Aktivis Demokrasi, ASEAN Meradang

Militer Myanmar Eksekusi Mati 4 Aktivis Demokrasi, ASEAN Meradang

Jatim | Selasa, 26 Juli 2022 | 16:08 WIB

Waspada Inflasi di Asia Tenggara: Ekonomi Myanmar Terancam, Indonesia Aman?

Waspada Inflasi di Asia Tenggara: Ekonomi Myanmar Terancam, Indonesia Aman?

Bisnis | Selasa, 26 Juli 2022 | 14:31 WIB

Terkini

816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta

816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 22:22 WIB

Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature

Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 22:08 WIB

Geledah 13 Lokasi dan Sita 74 Kg Emas Tapi Belum Ada Tersangka, Polda: Masih Pendalaman Paripurna

Geledah 13 Lokasi dan Sita 74 Kg Emas Tapi Belum Ada Tersangka, Polda: Masih Pendalaman Paripurna

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 22:08 WIB

Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling!

Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling!

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:44 WIB

Open House Sekolah Rakyat di Lombok Barat, Gus Ipul: Siswa Tunjukkan Banyak Perubahan

Open House Sekolah Rakyat di Lombok Barat, Gus Ipul: Siswa Tunjukkan Banyak Perubahan

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:23 WIB

Drama Putri Mandalika Berbahasa Inggris Meriahkan Open House Sekolah Rakyat Lombok

Drama Putri Mandalika Berbahasa Inggris Meriahkan Open House Sekolah Rakyat Lombok

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:18 WIB

Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah

Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:00 WIB

Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara

Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 20:58 WIB

Pengakuan Negara Belum Cukup, Hak Penghayat Kepercayaan Masih Jadi PR Pemerintah

Pengakuan Negara Belum Cukup, Hak Penghayat Kepercayaan Masih Jadi PR Pemerintah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 20:18 WIB

Dari Dugaan Korupsi hingga Blackout Sumatera, Polri Temukan Harta Bernilai Rp543 Miliar

Dari Dugaan Korupsi hingga Blackout Sumatera, Polri Temukan Harta Bernilai Rp543 Miliar

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:43 WIB

×