Soal Gejolak di Internal, Anggota Majelis Tinggi Demokrat: Kader yang Mundur Itu Tidak Loyal Terhadap Aturan

Chandra Iswinarno | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Kamis, 04 Agustus 2022 | 17:28 WIB
Soal Gejolak di Internal, Anggota Majelis Tinggi Demokrat: Kader yang Mundur Itu Tidak Loyal Terhadap Aturan
Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Syarief Hasan. [Suara.com/Novian Ardiansyah]

Suara.com - Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Syarief Hasan menegaskan, gejolak yang terjadi di tubuh partainya dengan mundurnya sejumlah kader di daerah tidak akan mengganggu persiapan menghadapi Pemilu 2024.

Pernyataan tersebut merespons sejumlah kader DPD Kepulauan Riau dan DPC DPC Sulawesi Selatan (Sulsel) yang mundur dalam beberapa waktu belakangan.

"Nggak apa-apa mundur enggak apa-apa. Sama sekali tidak menganggu," kata Syarief di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Menurut Syarief, gejolak yang terjadi di internal partainya tersebut bukan karena sistem pengkaderan yang bermasalah. Ia menilai justru hal terjadi karena kader tersebut tak loyal terhadap aturan.

"Mereka itu tidak loyal terhadap aturan," tuturnya.

Saat disinggung soal kasus pengunduran Ketua DPD Demokrat Kepulauan Riau, Syarief menegaskan, DPP tidak ingin didikte.

"Kalau dia tidak mau mengikuti aturan ya silahkan keluar siapa pun. Organisasi apalagi partai punya aturan dan semua harus taat terhadap aturan. Jadi mereka yang tidak taat terhadap aturan justu bagus kalau mereka memang keluar," tandasnya.

Mundur

Sebelumnya diberitakan, Ketua Partai Demokrat Kepri Asnah resmi keluar dari Partai Demokrat bentukan Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal ini ditandai dengan pencopotan seluruh atribut Partai Demokrat seperti baju, dan simbol Partai berupa bendera yang terlihat di kediaman Asnah yang berada di kawasan Bengkong Sadai, Senin (1/8/2022) sore.

Tak hanya itu, seluruh baliho dan spanduk Susilo Bambang Yudhoyono dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang berada di kediamannya juga langsung disobek oleh para simpatisan.

"Tidak sesuai dengan ideologi Partai, saat ini saya merasa tidak ada lagi satunya kata dan perbuatan. Itu menjadi alasan saya untuk mundur dari jabatan serta Partai Demokrat," tegasnya di hadapan simpatisan yang merupakan bagian Persaudaraan Pemuda Tempatan (Perpat).

Sekretaris DPD Partai Demokrat Kepri Joko Nugroho membantah pengurus DPD Partai Demokrat di daerah itu mundur serentak hingga 60 persen, menyusul keluarnya Asnah sebagai Ketua DPD Demokrat Kepri.

"Tidak benar itu 50, 55, atau 60 persen pengurus DPD Partai Demokrat Provinsi Kepri mengundurkan diri. Yang benar hanya 20 persenan saja. Itupun hanya kader-kader baru bawaan Asnah dari organisasi yang dipimpin suaminya," ujar dia dalam keterangan yang diterima suara.com, 3 Agustus 2022.

Menurutnya, sebagian besar pengurus, termasuk sekretaris, bendahara, kepala Bappilu, kepala BPOKK maupun posisi-posisi kunci lainnya, masih tetap bertahan. Begitu pula dengan kader-kader Demokrat lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Partai Demokrat Kepri Segera Gelar Musdalub untuk Memilih Pengganti Asnah

Partai Demokrat Kepri Segera Gelar Musdalub untuk Memilih Pengganti Asnah

Batam | Kamis, 04 Agustus 2022 | 13:30 WIB

Didik Mukrianto Sebut Demokrat Tak Jalankan Politik Dinasti atau Bisa Diatur untuk Kepentingan Pridadi

Didik Mukrianto Sebut Demokrat Tak Jalankan Politik Dinasti atau Bisa Diatur untuk Kepentingan Pridadi

Batam | Rabu, 03 Agustus 2022 | 19:14 WIB

AHY Ingatkan Tiga Ancaman Rusak Pemilu 2024: Politik Uang, Politik Identitas, Hoaks

AHY Ingatkan Tiga Ancaman Rusak Pemilu 2024: Politik Uang, Politik Identitas, Hoaks

Bekaci | Rabu, 03 Agustus 2022 | 18:12 WIB

Terkini

APPMBGI Ingatkan Potensi Tekanan Pasokan Pangan Imbas Program MBG

APPMBGI Ingatkan Potensi Tekanan Pasokan Pangan Imbas Program MBG

News | Minggu, 26 April 2026 | 11:05 WIB

Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade

Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade

News | Minggu, 26 April 2026 | 10:24 WIB

Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!

Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!

News | Minggu, 26 April 2026 | 09:47 WIB

Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan

Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan

News | Minggu, 26 April 2026 | 09:38 WIB

Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu

Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu

News | Minggu, 26 April 2026 | 09:27 WIB

Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!

Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:57 WIB

WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun

WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:53 WIB

Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat

Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:29 WIB

Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel

Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:18 WIB

SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!

SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:09 WIB