Organ Babi Bisa Dihidupkan Kembali Usai Beberapa Jam Mati

Siswanto, BBC

Selasa, 09 Agustus 2022 | 10:53 WIB
Organ Babi Bisa Dihidupkan Kembali Usai Beberapa Jam Mati
BBC

Suara.com - Sekelompok peneliti di Universitas Yale, Amerika Serikat, dapat menghidupkan kembali sebagian organ tubuh babi satu jam setelah hewan itu mati. Ini dianggap sebuah terobosan yang berpotensi mengubah praktik pengobatan manusia.

Jika diterapkan pada manusia, teknik ini disebut juga diyakini bisa meningkatkan jumlah dan kualitas organ transplantasi serta memberi dokter lebih banyak waktu dalam menyelamatkan nyawa.

Studi ini juga membuktikan asumsi tentang apa yang terjadi di saat-saat antara hidup dan mati.

Para ahli mengatakan temuan itu "benar-benar luar biasa" dan "sangat signifikan".

Dalam riset ini, ketika jantung binatang percobaan berhenti berdetak, tubuh mereka kekurangan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk bertahan hidup. Ukuran organ lalu membengkak, pembuluh darah rusak dan sel - blok bangunan organ tubuh - mulai mati.

Kematian sel ini dianggap cepat dan permanen, tapi para peneliti di Universitas Yale memperbaiki beberapa kerusakan sel pada hewan yang telah mati selama satu jam.

"Kami dapat memulihkan beberapa fungsi sel, di berbagai organ vital, yang seharusnya mati," kata Profesor Nenad Sestan.

"Sel-sel ini bekerja beberapa jam setelah mereka seharusnya tidak berfungsi."

Baca juga:

baca juga

Dari otak ke tubuh

Tim peneliti menerapkan teknik serupa di otak babi pada tahun 2019. Sekarang, mereka telah mengadaptasi teknologi itu - yang disebut OrganEx - untuk bekerja di seluruh tubuh.

Ini menggunakan:

  • Darah sintetis untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Ini tidak menggumpal sehingga dapat menavigasi pembuluh darah yang rusak di dalam babi
  • Campuran 13 senyawa yang berfungsi menghambat proses kimia yang berujung pada kematian sel (dikenal sebagai apoptosis) dan untuk menenangkan sistem kekebalan
  • Alat untuk memompa cairan ke seluruh tubuh secara berirama untuk meniru denyut jantung yang berdetak

Eksperimen yang diterbitkan dalam jurnal Nature ini melibatkan sekitar 100 babi dan telah diberi persetujuan etis sebelum dilanjutkan.

Para ilmuwan membius hewan-hewan itu secara mendalam dan kemudian menghentikan jantung mereka.

Setelah mati selama satu jam, babi terhubung ke sistem OrganEx dan diberikan campuran kimia restoratif selama enam jam. Anestesi dilakukan selama eksperimen ini.

Setelah enam jam, para ilmuwan membedah organ babi seperti jantung, hati, dan ginjal. Lalu, mereka mencoba menghidupkan kembali sebagian organ tubuh Babi.

Hasilnya, terjadi pemulihan aktivitas listrik di jantung dan beberapa sel otot jantung dapat berkontraksi. Namun, organ-organ itu tidak berfungsi pada tingkat yang sama seperti sebelum kematian.

"Ada bagian yang tidak mati seperti yang kita duga sebelumnya. Kami telah menunjukkan bahwa kami benar-benar dapat memulai perbaikan sel pada tingkat molekuler. Kami dapat mendorong sel untuk tidak mati," ujar salah satu peneliti, Zvonimir Vrselja.

Pada satu titik, kepala dan leher babi mulai bergerak secara spontan. Ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh mereka memulihkan beberapa fungsi motorik, walau ini membutuhkan penyelidikan lebih lanjut.

Menurut ahli saraf, David Andrijevic, reaksi itu adalah "momen yang cukup mengejutkan". Namun, dia mengatakan itu "tidak menunjukkan aktivitas mental apa pun dari tubuh babi".

Sama seperti eksperimen tahun 2019, ada bukti perbaikan di otak. Tetapi tidak ada gelombang otak atau aktivitas listrik yang menunjukkan kesadaran.

Kemajuan di bidang medis?

Hasil eksperimen itu masih akan membutuhkan lebih banyak penelitian sebelum teknologi dapat diadaptasi untuk digunakan pada manusia.

Namun, tujuan awalnya adalah untuk mengawetkan organ transplantasi manusia lebih lama, sehingga bisa sampai ke pasien yang membutuhkan.

"Saya pikir teknologi ini memiliki banyak harapan untuk kemampuan kita menjaga organ setelah diambil dari donor," kata Stephen Latham, Direktur Pusat Interdisipliner untuk Bioetika Universitas Yale.

Ambisi yang lebih jauh dari riset ini antara lain adalah mendorong lebih banyak orang menjadi pendonor organ termasuk menjadikannya sebagai pengobatan.

Mengomentari penelitian ini, Sam Parnia, Direktur Penelitian Perawatan Kritis dan Resusitasi di Universitas New York, mengatakan penelitian ini "benar-benar luar biasa dan sangat signifikan" dan dapat membantu menjelaskan pengalaman mendekati kematian.

Dia berkata, metode itu juga dapat digunakan untuk membeli lebih banyak waktu bagi dokter untuk merawat orang-orang yang tubuhnya kekurangan oksigen, seperti mereka yang meninggal karena tenggelam atau serangan jantung.

Selain itu, kata dia, cara ini bisa menghidupkan kembali orang-orang dengan kondisi medis seperti itu beberapa jam setelah kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil dan Biodata Nevin Clash of Champions, Punya IPK 4.0 dari Yale University

Profil dan Biodata Nevin Clash of Champions, Punya IPK 4.0 dari Yale University

Lifestyle | Selasa, 30 Juli 2024 | 12:49 WIB

Mahasiswa Pro Palestina di Amerika Bersatu, Kampus Columbia Batalkan Kuliah sebagai Bentuk Protes

Mahasiswa Pro Palestina di Amerika Bersatu, Kampus Columbia Batalkan Kuliah sebagai Bentuk Protes

News | Selasa, 23 April 2024 | 11:19 WIB

Pertama Kali, Jepang Biakkan Babi untuk Cangkok Organ Manusia

Pertama Kali, Jepang Biakkan Babi untuk Cangkok Organ Manusia

News | Selasa, 13 Februari 2024 | 17:38 WIB

Studi Universitas Yale: Pandemi Covid-19 Akan Berakhir Tahun 2024

Studi Universitas Yale: Pandemi Covid-19 Akan Berakhir Tahun 2024

Health | Rabu, 06 Juli 2022 | 19:28 WIB

Terkini

5 Penyebab Kenapa Nasi di Rice Cooker Cepat Basi dan Cara Mengatasinya

5 Penyebab Kenapa Nasi di Rice Cooker Cepat Basi dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:55 WIB

Pasir Putih Situbondo Dibuka untuk Investor, Investasi Ditaksir Rp40 Miliar

Pasir Putih Situbondo Dibuka untuk Investor, Investasi Ditaksir Rp40 Miliar

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:49 WIB

6 Zodiak Paling Tidak Sabar: Anti Lelet dan Benci Hal yang Bertele-tele

6 Zodiak Paling Tidak Sabar: Anti Lelet dan Benci Hal yang Bertele-tele

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:43 WIB

Ekshumasi Sutrimo Digelar Tanpa Keluarga, Kuasa Hukum: Mereka Tak Kuat Lihat Jasad

Ekshumasi Sutrimo Digelar Tanpa Keluarga, Kuasa Hukum: Mereka Tak Kuat Lihat Jasad

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:38 WIB

GrabAcademy Buka Jalan Mitra Naik Kelas, dari Driver hingga Jadi Pengusaha

GrabAcademy Buka Jalan Mitra Naik Kelas, dari Driver hingga Jadi Pengusaha

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:35 WIB

Penjualan Eceran Juli 2026 Diprediksi Tumbuh 0,9 Persen, Makanan dan Minuman Jadi Penopang

Penjualan Eceran Juli 2026 Diprediksi Tumbuh 0,9 Persen, Makanan dan Minuman Jadi Penopang

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:20 WIB

Daftar Tuduhan Mantan Presiden Suriah Bashar Al Assad Hingga Divonis Hukuman Mati

Daftar Tuduhan Mantan Presiden Suriah Bashar Al Assad Hingga Divonis Hukuman Mati

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:17 WIB

WNI Jadi Korban Tewas! Ini Kronologi Kapal Kargo Diserang Rudal di Selat Bab el-Mandeb

WNI Jadi Korban Tewas! Ini Kronologi Kapal Kargo Diserang Rudal di Selat Bab el-Mandeb

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:17 WIB

Duel 2 Serum Wardah untuk Atasi Jerawat: Acne Care vs Acne Relief, Mana yang Beri Hasil Instan?

Duel 2 Serum Wardah untuk Atasi Jerawat: Acne Care vs Acne Relief, Mana yang Beri Hasil Instan?

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:15 WIB

Bintang Harry Potter Cuan Besar Gabung OnlyFans, Gaji 12 Bulan Setara Main Film Bertahun-tahun

Bintang Harry Potter Cuan Besar Gabung OnlyFans, Gaji 12 Bulan Setara Main Film Bertahun-tahun

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:11 WIB

×