Pelecehan Seksual Berkedok Pengudusan di Bogor, Terjadi Sejak 2009

Siswanto, BBC

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 19:56 WIB
Pelecehan Seksual Berkedok Pengudusan di Bogor, Terjadi Sejak 2009
BBC

Suara.com - Empat korban pelecehan seksual oleh seorang pendeta di Bogor, Jawa Barat, berharap segera mendapat keadilan.

Sejak dilaporkan pada Desember tahun 2021, Polres Bogor disebut belum juga memeriksa pelaku. Sementara para korban mengalami trauma berat, kata kuasa hukum korban, Sheryn Marie.

Terungkapnya kasus dugaan pelecehan seksual berkedok ibadah pengudusan ini bermula dari kecurigaan pelapor sekaligus korban pada tahun 2019.

Kala itu, pelaku yang merupakan pendeta di sebuah gereja kristen di Bogor dipaksa untuk melakukan tindakan yang disebutnya sebagai pengudusan dengan dalih agar anaknya cepat dapat jodoh dan pekerjaan.

Sheryn mengatakan, korban menolak permintaan itu. Selain karena tidak mengerti dengan jelas seperti apa tata caranya, praktik itu juga asing baginya yang selama bertahun-tahun memeluk agama Katolik.

"Jadi korban ini dulunya Katolik, saat suaminya meninggal mendiang menitipkan istrinya kepada pelaku untuk bergabung di gereja itu," kata Sheryn Marie kepada BBC News Indonesia, Kamis (25/08).

Tapi pelaku, kata Sheryn, terus-terusan menghubungi korban dengan membawa-bawa nama Tuhan. Bahwa kalau pengudusan itu tidak dilakukan bakal membuat marah Tuhan.

Diancam begitu, korban terpaksa mengiyakan.

Di dalam kamar rumah korban, pelaku memerintahkan agar pintu dikunci dan gorden ditutup rapat.

baca juga

Baca juga:

Saat upacara ibadah pengudusan dilakukan, korban memejamkan mata sembari berdoa. Namun pelaku membentaknya kemudian mulai menjamah beberapa bagian tubuh korban.

Korban yang kaget akhirnya mengamuk lantas menyuruh pelaku pergi dari rumahnya.

Perasaan ketidaknyamanan itu, kata Sheryn, akhirnya diceritakan pada keluarganya. Di situlah, semuanya terbongkar kalau tak cuma korban yang mengalami pelecehan seksual berkedok ibadah pengudusan.

"Saat itu keluarganya kaget dan mereka saling cerita."

"Karena setiap kali mau melakukan pengudusan, dia (pelaku) selalu berpesan jangan bilang siapa-siapa. Jadi antara anak dan orangtua misalnya, tidak saling cerita," tambah Sheryn.

Pada Desember tahun 2021, korban melaporkan kasus itu ke Polres Bogor. Tiga korban lain yang juga saksi juga telah diperiksa.

Pelecehan seksual berkedok ibadah pengudusan terjadi sejak 2009

Dari kesaksian para korban, aksi pelaku itu sudah dilakukan sejak tahun 2009.

Bagi para korban, pelaku adalah pendeta yang dihormati dan disegani. Usianya pun sudah kepala lima sehingga menempatkan dirinya sebagai sosok bapak.

https://twitter.com/JoLibertyFilio/status/1560475103481450496

Di kalangan jemaat pula, pelaku minta dipanggil dengan sebutan papa.

Tiap kali melakukan aksinya, kata Sheryn, korban akan dibawa ke tempat gelap sehabis ibadah Minggu.

Di situ, pelaku mengeklaim bahwa Tuhan berbicara kepadanya dan memberikan perintah agar melakukan upacara pengudusan kepada korbannya yang masih berusia anak.

"Kamu harus dikuduskan bibirnya karena kamu sering berkata kasar, kalau kamu tidak dikuduskan nanti Tuhan marah sama papa," imbuh Sheryn menirukan ucapan pelaku pada korban.

"Korban saat itu masih SMP dan si pelaku menguduskan dengan mencium bibirnya."

Sheryn memperkirakan jumlah korban 10 orang.

Para korban, kata Sheryn, mengalami trauma berat.

Korban yang juga pelapor kasus ini, sampai pindah agama dari Kristen kembali ke Katolik. Saking traumanya dengan pendeta laki-laki, korban selalu menghindar kalau ada pendeta laki-laki yang khotbah saat ibadah.

Tiga korban lain mengalami depresi. Mereka bahkan berusaha keras melupakan peristiwa itu. Sebab pelecehan seksual tersebut dialami selama enam tahun.

"Awalnya mereka ini tidak mau jadi saksi, karena enggak mau bahas lagi. Soalnya mereka mengalami itu saat SMP dan SMA. Bahkan ada yang dari SMP sampai kuliah."

Bagaimana tanggapan gereja?

Pada awal tahun 2022, kuasa hukum korban sempat bertemu dengan pihak gereja. Tapi selama dua bulan itu, Sheryn menilai gereja kurang bisa diajak koordinasi dengan baik.

Informasi terakhir yang ia ketahui dan tersebar di media sosial Majelis Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Wilayah Jawa Barat telah memberhentikan pelaku dengan tidak hormat pada 9 Desember 2021.

Dengan dasar bahwa pelaku menyimpang dan melakukan pelanggaran sebagai Hamba Tuhan dan tidak menjalankan aturan gereja.

"Surat pemecatan itu juga baru kami terima beberapa hari lalu," tutur Sheryn.

Adapun pelaku dilaporkan atas pasal 289 KUHP tentang pencabulan.

"Kasusnya sampai sekarang masih berjalan dan kami harap pelaku segera diperiksa."

BBC News Indonesia sudah menghubungi Reskrim Polres Bogor, tapi hingga berita ini ditulis belum mendapat tanggapan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polres Bogor Usut Kasus Penyerangan Bobotoh Usai Tonton Persib

Polres Bogor Usut Kasus Penyerangan Bobotoh Usai Tonton Persib

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

ART Diduga Lecehkan Anak Berkebutuhan Khusus karena Dijanjikan Uang

ART Diduga Lecehkan Anak Berkebutuhan Khusus karena Dijanjikan Uang

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:48 WIB

Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Santriwati Berkedok Pengobatan

Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Santriwati Berkedok Pengobatan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Kronologi Pelecehan Seksual Influencer Sashfir di Toilet Restoran Steak Senopati

Kronologi Pelecehan Seksual Influencer Sashfir di Toilet Restoran Steak Senopati

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Kekerasan Seksual di Pesantren, Mengapa Terus Terjadi Objektifikasi

Kekerasan Seksual di Pesantren, Mengapa Terus Terjadi Objektifikasi

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Heboh Dugaan Kekerasan Guru di SMKN 27 Jakarta, Terduga Pelaku Resmi Dinonaktifkan

Heboh Dugaan Kekerasan Guru di SMKN 27 Jakarta, Terduga Pelaku Resmi Dinonaktifkan

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:04 WIB

Dugaan Pelecehan di ICM, Tamsil Linrung Tegaskan Tak Ada Intervensi: Semua Tunduk Aturan

Dugaan Pelecehan di ICM, Tamsil Linrung Tegaskan Tak Ada Intervensi: Semua Tunduk Aturan

News | Senin, 28 September 2026 | 07:36 WIB

Ketua Pembina ICM Minta Maaf atas Dugaan Pelecehan dan Perundungan Siswa

Ketua Pembina ICM Minta Maaf atas Dugaan Pelecehan dan Perundungan Siswa

News | Senin, 28 September 2026 | 07:29 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×