Polisi Khawatir Makin Banyak Gadis Muda Australia Dijual untuk Dinikahkan

Siswanto, ABC

Jum'at, 09 September 2022 | 12:11 WIB
Polisi Khawatir Makin Banyak Gadis Muda Australia Dijual untuk Dinikahkan
Ilustrasi pernikahan. (Pixabay/stocksnap)

Suara.com - Kubra* baru berusia 11 tahun ketika dia bertunangan dengan sepupunya yang lebih tua.

Gadis asal Sydney itu sudah mencoba meyakinkan keluarganya kalau hubungan mereka tidak sehat, bahkan "toxic", tetapi seruannya tidak didengar.

Pada usia 16 tahun, dia pergi ke luar negeri, yang tadinya ia pikir liburan mengunjungi keluarga.

Tapi sesampainya di sana, ia malah mendapat undangan ke pernikahannya sendiri, yang diselenggarakan tanpa persetujuannya.

"Saya menolak untuk menikah dengannya tetapi keluarga tunangan saya mengancam akan menyakiti saya dan mengambil paspor saya," kata Kubra.

"Saya sangat stres dan depresi karena semua yang terjadi ini."

Ia terpaksa mengikuti proses pernikahan itu, tapi berhasil mengakhirinya setelah setuju untuk membayar mertuanya A$30.000, atau lebih dari Rp300 juta.

Kisah Kubra hanyalah satu dari banyak kasus serius kawin paksa yang dilaporkan ke pihak kepolisian di Australia.

Polisi di Australia khawatir jika jumlahnya melonjak tahun ini karena meningkatnya perjalanan ke luar negeri.

baca juga

Polisi dan lembaga pemerintah sedang meneliti cara mengatasi masalah kompleks, yang menurut statistik, paling banyak terjadi di negara bagian New South Wales (NSW) dan Victoria.

Tahun lalu, Polisi Federal Australia (AFP) menerima lebih dari 80 laporan dari seluruh negara bagian, dan hampir setengahnya melibatkan anak-anak berusia di bawah 18 tahun.

Eleni Argy salah satu petugas yang menangani kasus ini.

Ia mengatakan para korban yang berusia muda dan kebanyakan perempuan "dijual" untuk mendapatkan uang.

Eleni bekerja di organisasi pemuda Taldumande, yang menyediakan akomodasi bagi remaja yang dipaksa untuk menikah di luar keinginan mereka.

"Ada keuntungan finansial. Ditukar dengan uang, mungkin juga dengan rumah, dan gadis-gadis itu benar-benar dijual," kata Eleni.

"Mereka dipersiapkan sejak usia sangat muda, semuda usia enam atau tujuh tahun."

Di Australia, kawin paksa masuk ke dalam kategori tindak pidana sejak tahun 2013.

Meski begitu, belum ada satu pun vonis yang dijatuhkan.

Kematian Ruqia Haidari, berusia 21 tahun, sempat menarik perhatian di Australia.

Ia diduga dijual oleh ibunya kepada seorang pria seharga A$15.000 di tahun 2019, hanya untuk dibunuh beberapa bulan kemudian.

Mohammad Ali Halimi membunuh perempuan asal Victoria ini dengan pisau dapur di rumah mereka di kota Perth pada Januari 2020, tempat Ruqia pindah setelah menikah dengannya.

Pada Agustus tahun lalu, Ali Halimi dijatuhi hukuman 19 tahun penjara.

Ibu dari Ruqia, Sakina Muhammad Jan mengaku tidak bersalah karena memaksa putrinya menikah dan kasus ini masih berjalan di pengadilan.

Komandan Hilda Sirec, dari Kepolisian Federal Australia memimpin tim yang menyelidiki perdagangan gadis-gadis ini.

Ia mengatakan timnya berperan untuk mengadili pelaku yang kebanyakan anggota keluarga dari para gadis, dan banyak korban tidak ingin menentang keluarga mereka.

Komandan Hilda khawatir jumlah kasus akan melonjak ketika pembatasan perbatasan COVID-19 dilonggarkan di seluruh dunia.

"Kami melihat laporan yang lebih signifikan dari tempat-tempat seperti NSW dan Victoria," katanya.

Dia mengatakan sebagian besar laporan datang dari komunitas, yang budaya perjodohan dalam pernikahan lebih umum terjadi.

Namun direktur Anti-Slavery Australia dari University of Technology Sydney, Jennifer Burn, menjelaskan perjodohan dan perkawinan paksa bukanlah hal yang sama.

"Di Australia, yang dimaksud perjodohan adalah di mana kedua belah pihak menyetujui pernikahan itu," kata Jennifer.

"Perkawinan paksa adalah kondisi di mana salah satu atau kedua belah pihak tidak memiliki kesempatan untuk membuat persetujuan penuh dan bebas untuk menikah, karena mereka telah dipaksa atau diancam."

Jennifer mengatakan tujuan utamanya adalah untuk mengatasi masalah ini, sebelum mencapai "titik krisis".

"Banyak dari mereka yang memaksakan pernikahan kepada orang lain mungkin benar-benar menginginkan yang terbaik untuk anak-anak mereka, kemudian menyesali tindakan mereka ketika melihat konsekuensinya pada kebahagiaan anak mereka," katanya.

Pihak berwenang dan sejumlah organisasi masyarakat bekerja sama untuk mengatasi masalah yang kompleks dengan meningkatkan kesadaran dalam kelompok berisiko, untuk mencegah kejahatan terjadi sejak awal.

*bukan nama sebenarnya

Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dari ABC News.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hasil Ekshumasi Sutrimo Diumumkan Pekan Ini!

Hasil Ekshumasi Sutrimo Diumumkan Pekan Ini!

News | Senin, 21 September 2026 | 14:32 WIB

Badai Dujuan Sapu Pesisir Jepang Hingga Lumpuhkan Penerbangan dan Kereta Api

Badai Dujuan Sapu Pesisir Jepang Hingga Lumpuhkan Penerbangan dan Kereta Api

News | Senin, 21 September 2026 | 14:31 WIB

Nusron Wahid Buka Suara Soal Isu Mundur dari Kepengurusan Golkar, Begini Katanya

Nusron Wahid Buka Suara Soal Isu Mundur dari Kepengurusan Golkar, Begini Katanya

News | Senin, 21 September 2026 | 14:31 WIB

Saat Pakar Disebut 'Goblok': Mengapa Pemimpin Negara Harus Berbicara Berbasis Data?

Saat Pakar Disebut 'Goblok': Mengapa Pemimpin Negara Harus Berbicara Berbasis Data?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 14:31 WIB

Cara Hitung Weton Jodoh Berdasarkan Hari dan Pasaran, Lengkap Artinya

Cara Hitung Weton Jodoh Berdasarkan Hari dan Pasaran, Lengkap Artinya

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 14:29 WIB

AS Mendadak Hentikan Serangan ke Iran, Harga Minyak Langsung Turun?

AS Mendadak Hentikan Serangan ke Iran, Harga Minyak Langsung Turun?

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 14:28 WIB

Antara Fiksi dan Sejarah, Problematika Netflix di Serial Monster: The Lizzie Borden Story

Antara Fiksi dan Sejarah, Problematika Netflix di Serial Monster: The Lizzie Borden Story

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 14:24 WIB

Bombardir Arab Saudi, Seberapa Dekat Houthi dan Iran?

Bombardir Arab Saudi, Seberapa Dekat Houthi dan Iran?

News | Senin, 21 September 2026 | 14:19 WIB

5 Eye Cream Berbahan Kafein untuk Atasi Mata Panda, Kulit Segar Seketika

5 Eye Cream Berbahan Kafein untuk Atasi Mata Panda, Kulit Segar Seketika

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 14:24 WIB

Bahas RUU Perampasan Aset di DPR, Eks Pimpinan KPK Soroti Lemahnya Pemburuan Aset Koruptor

Bahas RUU Perampasan Aset di DPR, Eks Pimpinan KPK Soroti Lemahnya Pemburuan Aset Koruptor

News | Senin, 21 September 2026 | 14:17 WIB

Terkini

Pesona Male Lead Tengil di Drama Undercover Affair, Sukses Bikin Penonton Salah Tingkah!

Pesona Male Lead Tengil di Drama Undercover Affair, Sukses Bikin Penonton Salah Tingkah!

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 16:23 WIB

Demi Korban atau Selamatkan Muka? Menelanjangi Borok Penanganan Kasus di SMAN 1 Sentolo

Demi Korban atau Selamatkan Muka? Menelanjangi Borok Penanganan Kasus di SMAN 1 Sentolo

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 16:20 WIB

Bukan Fraksi, PDIP Usul Syarat Capres Didukung Minimal 2 Parpol dan Maksimal 4 Partai

Bukan Fraksi, PDIP Usul Syarat Capres Didukung Minimal 2 Parpol dan Maksimal 4 Partai

News | Senin, 21 September 2026 | 16:18 WIB

Telur Ayam Cuma Rp15 Ribuan di Indomaret, Bayarnya Pakai Promo BRImo

Telur Ayam Cuma Rp15 Ribuan di Indomaret, Bayarnya Pakai Promo BRImo

Bri | Senin, 21 September 2026 | 16:17 WIB

Teaser Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Dirilis, Kisah Ale Ingin Akhiri Hidup

Teaser Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Dirilis, Kisah Ale Ingin Akhiri Hidup

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Paling Anjlok se-Asia Hari Ini, Ditutup di Level Rp17.847

Rupiah Paling Anjlok se-Asia Hari Ini, Ditutup di Level Rp17.847

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 16:13 WIB

Cara Menurunkan Desil Online Pakai HP, Begini Langkah Mudahnya!

Cara Menurunkan Desil Online Pakai HP, Begini Langkah Mudahnya!

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 16:11 WIB

PDIP Soal Syarat Capres: Setuju Minimal 2 Parpol, tapi Harus Ada Batas Maksimal

PDIP Soal Syarat Capres: Setuju Minimal 2 Parpol, tapi Harus Ada Batas Maksimal

News | Senin, 21 September 2026 | 16:11 WIB

Nonton Ulang Your Name: Saat Gen Z Terhubung dengan Banyak Orang, tapi Merasa Kesepian

Nonton Ulang Your Name: Saat Gen Z Terhubung dengan Banyak Orang, tapi Merasa Kesepian

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 16:08 WIB

12 Cara Cepat Mendinginkan HP Panas Agar Tak Sampai Meledak

12 Cara Cepat Mendinginkan HP Panas Agar Tak Sampai Meledak

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 16:05 WIB

×