PGN Melihat Potensi Kerja Sama dengan PT Inti untuk Membangun Jaringan Gas di Indonesia

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Senin, 12 September 2022 | 14:28 WIB
PGN Melihat Potensi Kerja Sama dengan PT Inti untuk Membangun Jaringan Gas di Indonesia
Ilustrasi smart meter atau unit meteran gas. (Dok: PGN)

Suara.com - Dalam rangka menunjang infrastruktur pendukung pembangunan jaringan gas (jargas) 400.000 Sambungan Rumah (SR) tahun 2022, PGN Group melihat potensi kerja sama dengan PT Inti mengenai pengadaan smart meter atau unit meteran gas, yang berfungsi untuk mengukur dan mencatat pemakaian gas bumi oleh pelanggan secara otomatis.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Achmad Muchtasyar menjelaskan, terobosan ini dilakukan untuk mengimplementasi digitalisasi pada perhitungan pemakaian gas bumi, yang dapat langsung terhubung dengan sistem billing terintegrasi PGN. Unit meteran gas yang berteknologi tinggi ini pun dapat diimplementasikan dalam model pembayaran pra bayar (prepaid) maupun pasca bayar (post paid).

“Smart meter akan menggantikan pencatatan meter manual oleh petugas PGN untuk rumah tangga maupun UMKM. Dengan menggunakan produk dalam negeri dalam menunjang pembangunan jargas, maka diharapkan bisa meningkatkan pemanfaatan TKDN minimal 45%,” ujar Achmad, Jumat (9/9/2022).

Sementara itu, Direktur Sales dan Operasi PGN, Faris Aziz mengungkapkan, rumah tangga merupakan segmen pelanggan yang kontribusi jumlah dan pertumbuhan paling besar bagi PGN. Sampai Triwulan 2 2022, jargas telah teralisasi sebanyak 711.179 SR yang tersebar di 17 provinsi, 67 kota/ kabupaten.

“Implementasi smart meter tetap menjamin pengukuran pemakaian gas tercatat secara realtime dan akurat, dan pelanggan dapat mengakses hasil pengukuran melalui aplikasi PGN Mobile. Pencatatan otomatis ini juga mempermudah pengelolaan keuangan keluarga terkait tagihan gas setiap bulan,” jelas Faris.

Keamanan juga bertambah dengan adanya layanan tambahan smart meter, karena pemakaian gas akan termonitor dan tercatat otomatis. Hal ini dapat memimalkan kontak fisik saat pandemi karena petugas tidak perlu datang ke rumah untuk melakukan mencatatan manual.

"Keunggulan smart meter lainnya adalah memungkinkan dan memudahkan PGN menganalisa big data, yang mana akan terlihat secara jelas consumer behaviour, sehingga mendukung kecepatan pengambilan keputusan bisnis dan peningkatan layanan kepada pelanggan," jelas Faris.

Komisaris PGN yang hadir dalam kunjungan kerja di PT Inti, Warih Sadono dan Christian Siboro menyampaikan, sesuai Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), pembangunan jaringan gas ditujukan bagi 4,7 juta sambungan rumah tangga atau setara 0,7 juta ton LPG pada tahun 2025. PGN siap membangun jargas sebanyak 1 (satu) juta sambungan rumah tangga (SR) secara bertahap.

"Benefit jaringan gas 4,7 juta sambungan rumah tangga adalah dapat menyerap 390 ribu tenaga kerja, mengurangi impor LPG sampai dengan 676 juta kilogram, menghemat anggaran negara sampai dengan Rp6,58 triliun per tahun, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Gas bumi juga dinilai sebagai bahan bakar fosil yang paling bersih. Pemanfaatan 1 juta SR per tahun dapat mengurangi emisi karbon sampai dengan 60.000 ton CO2 per tahun," ujar Christian.

“Selain kolaborasi dengan pemerintah, PGN juga berkolaborasi dengan BUMD maupun mitra swata lainnya, baik melalui pipa maupun non pipa. Upaya bersama ini merupakan salah satu langkah untuk mengoptimasi pemanfaatan kekayaan gas bumi domestik. Penggunaan gas bagi konsumsi rumah tangga, tidak membebani neraca perdagangan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” imbuh Warih.

Secara berkelanjutan, PGN terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi digital dalam menjalankan bisnis gas bumi. Mengingat aspek penguasaan teknologi menjadi salah satu pondasi utama untuk keberhasilan pemanfaatan gas bumi.

Target peningkatan jumlah pelanggan dan berkembangnya infrastruktur gas bumi akan optimal dengan dukungan penguasaan teknologi yang andal di lingkup Subholding Gas Group.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kejar Target 1 Juta Sambungan, Jaringan Gas Bumi Layani 4.153 Rumah Tangga Baru di Probolinggo

Kejar Target 1 Juta Sambungan, Jaringan Gas Bumi Layani 4.153 Rumah Tangga Baru di Probolinggo

News | Minggu, 11 September 2022 | 19:50 WIB

Subholding Pertamina Bakal Jual Gas Alam Cair dalam Bentuk Tabung Seperti LPG

Subholding Pertamina Bakal Jual Gas Alam Cair dalam Bentuk Tabung Seperti LPG

Bisnis | Jum'at, 09 September 2022 | 21:43 WIB

Subholding Gas Pertamina Salurkan Gaslink ke Rest Area KM 88 Purbaleunyi-TCD Taman Mini

Subholding Gas Pertamina Salurkan Gaslink ke Rest Area KM 88 Purbaleunyi-TCD Taman Mini

Bisnis | Kamis, 08 September 2022 | 22:00 WIB

Indonesia Bakal Punya Bunker untuk Gas Alam Cair Pertama

Indonesia Bakal Punya Bunker untuk Gas Alam Cair Pertama

Bisnis | Senin, 05 September 2022 | 21:20 WIB

Subholding Gas Pertamina Pasok Gas Bumi Hingga 17,5 BBTUD ke FajarPaper

Subholding Gas Pertamina Pasok Gas Bumi Hingga 17,5 BBTUD ke FajarPaper

Bisnis | Jum'at, 02 September 2022 | 20:18 WIB

Palembang Target Tambah 28.000 Jaringan Gas Kota Sambungan Rumah Tangga

Palembang Target Tambah 28.000 Jaringan Gas Kota Sambungan Rumah Tangga

Sumsel | Jum'at, 02 September 2022 | 06:15 WIB

Terkini

Kapan KRL Bekasi-Cikarang Kembali Normal? KAI Beri Bocoran Jadwal Operasional

Kapan KRL Bekasi-Cikarang Kembali Normal? KAI Beri Bocoran Jadwal Operasional

News | Rabu, 29 April 2026 | 10:29 WIB

Iran Tetapkan Aturan Pelayaran di Selat Hormuz Usai Konflik dengan AS

Iran Tetapkan Aturan Pelayaran di Selat Hormuz Usai Konflik dengan AS

News | Rabu, 29 April 2026 | 10:27 WIB

BGN Tak Toleransi Pelanggaran, SPPG Bermasalah Disetop Insentif

BGN Tak Toleransi Pelanggaran, SPPG Bermasalah Disetop Insentif

News | Rabu, 29 April 2026 | 10:18 WIB

Stasiun Bekasi Timur Masih Ditutup, Bangkai Gerbong KRL Belum Dipindahkan

Stasiun Bekasi Timur Masih Ditutup, Bangkai Gerbong KRL Belum Dipindahkan

News | Rabu, 29 April 2026 | 10:12 WIB

Dampak Uni Emirat Arab Keluar dari OPEC, Dunia Makin Krisis Pasokan Minyak Mentah?

Dampak Uni Emirat Arab Keluar dari OPEC, Dunia Makin Krisis Pasokan Minyak Mentah?

News | Rabu, 29 April 2026 | 10:09 WIB

Menghitung Biaya 76 Tahun Perang AS dari Korea hingga Iran: Tembus Triliunan Dolar

Menghitung Biaya 76 Tahun Perang AS dari Korea hingga Iran: Tembus Triliunan Dolar

News | Rabu, 29 April 2026 | 10:06 WIB

Mengejutkan! UEA Keluar dari OPEC

Mengejutkan! UEA Keluar dari OPEC

News | Rabu, 29 April 2026 | 09:51 WIB

Langgar Izin Tinggal, 2 WNA China Dipulangkan Lewat Bandara Juanda

Langgar Izin Tinggal, 2 WNA China Dipulangkan Lewat Bandara Juanda

News | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB

Pejabat Inggris Sindir Israel Sekutu Spesial Amerika saat Pertemuan Trump - Raja Charles, Maksudnya?

Pejabat Inggris Sindir Israel Sekutu Spesial Amerika saat Pertemuan Trump - Raja Charles, Maksudnya?

News | Rabu, 29 April 2026 | 09:34 WIB

Israel Langgar Gencatan Senjata, Bunuh 3 Tim Medis di Lebanon

Israel Langgar Gencatan Senjata, Bunuh 3 Tim Medis di Lebanon

News | Rabu, 29 April 2026 | 09:33 WIB