Kisah Warga Sri Lanka di Ukraina Dibebaskan dari Brutalitas Tentara Rusia

Siswanto | BBC | Suara.com

Rabu, 21 September 2022 | 13:25 WIB
Kisah Warga Sri Lanka di Ukraina Dibebaskan dari Brutalitas Tentara Rusia
BBC

Suara.com - Direbutnya kembali Kota Izyum oleh tentara Ukraina mengungkap sejumlah dugaan kekejaman yang dilakukan tentara Rusia.

Salah satu korbannya adalah warga Sri Lanka di kota tersebut.

Peringatan: beberapa rincian di artikel ini mungkin membuat Anda tidak nyaman.

Saya tak pernah menyangka akan bisa keluar dari kota ini dalam keadaan hidup, kata Dilujan Paththinajakan.

Dilujan adalah satu dari tujuh warga Sri Lanka yang ditangkap tentara Rusia di Izyum Mei lalu.

Mereka ditangkap saat berjalan kaki, guna menyelamatkan diri, dari kota tempat mereka menetap, Kupiansk di Ukraina timur laut, ke rumah famili mereka di Kharkiv.

Baca juga:

Jarak Kupiansk-Kharkiv sekitar 120 kilometer.

Mereka ditangkap tentara Rusia saat melewati pos pemeriksaan pertama.

Tangan mereka diikat, mata mereka ditutup dengan kain dan dibawa perusahaan peralatan mesin di Vovchansk, di dekat perbatasan Rusia.

Penangkapan di pos pemeriksaan ini menjadi awal dari masa-masa sulit selama empat bulan. Warga Sri Lanka ini menjadi tawanan, pekerja paksa, dan bahkan disiksa.

Padahal, saat meninggalkan Sri Lanka, mereka berharap bisa melanjutkan studi atau mencari pekerjaan.

Tetapi, di tangan tentara Rusia mereka menjadi tawanan. Makanan yang mereka terima sungguh minimal dan hanya sekali saja menggunakan toilet, itu pun hanya untuk dua menit.

Mandi juga hanya dua menit.

'Kuku dicabut dengan tang'

Para laki-laki, yang rata-rata berusia 20 tahunan, semuanya ditempatkan di satu ruangan yang sama.

Satu-satunya perempuan, Mary Edit Uthaikumar, yang berusia 50 tahun, ditempatkan di ruang terpisah.

Kami ditempatkan di satu ruangan mereka memukuli kami kalau kami ke toilet. Mereka tak membolehkan kami bertemu satu sama lain. Kami berada di situ selama tiga bulan, jar Mary.

Mary, yang wajahnya punya bekas luka akibat bom mobil, mengidap penyakit jantung. Yang membuatnya sengsara bukan efek penyakit jantung, tetapi adalah kesendirian saat berada di tahanan.

Saat sendiri, saya merasa khawatir dan takut. Mereka memberi saya pil, namun saya tidak meminumnya, ungkap Mary.

Tawanan lain mengalami perlakuan yang lebih buruk.

Ada yang disiksa dan tawanan lain dicabut kuku kakinya dengan tang.

Kami ditempatkan di satu ruangan mereka memukuli kami kalau kami ke toilet. Mereka tak membolehkan kami bertemu satu sama lain. Kami berada di situ selama tiga bulan, jar Mary.

Mary, yang wajahnya punya bekas luka akibat bom mobil, mengidap penyakit jantung. Yang membuatnya sengsara bukan karena efek penyakit jantung, tetapi adalah sendiri saat berada di tahanan.

Saat sendiri, saya merasa khawatir dan takut. Mereka memberi saya pil, namun saya tidak meminumnya, ungkap Mary.

Tawanan lain mengalami perlakuan yang lebih buruk.

Ada yang disiksa dan tawanan lain dicabut kuku kakinya dengan tang.

Mereka juga dipukul tanpa alasan oleh tentara Rusia yang mabuk.

Mereka memukuli kami dengan senapan berulang kali, kata Thinesh Gogenthiran yang berusia 35 tahun.

Terkapar dua hari

Seorang tentara memukul perut saya dan saya terkapar selama dua hari. Lalu mereka meminta uang, kata Thinesh.

Kami sangat marah, tetapi juga sedih. Kami menangis setiap hari, kata Dilukshan Robertclive, yang berusia 25 tahun.

Yang membuat kami bertahan adalah doa dan kenangan akan keluarga, imbuhnya.

Rusia membantah menjadikan warga sipil sebagai sasaran serangan. Mereka juga menolak tuduhan melakukan kejahatan perang.

Namun, di lapangan ada laporan kasus-kasus kekejaman dengan korban warga Ukraina dan warga Sri Lanka yang kuat diduga dilakukan tentara Rusia saat mendukuki kota-kota di Ukraina.

Pihak berwenang Ukraina menemukan lokasi kuburan di satu hutan di dekat Izyum. Saat beberapa jenazah diangkat, terdapat bekas luka-luka penyiksaan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenski mengatakan telah ditemukan lebih 10 kamar-kamar penyiksaan di kota-kota di kawasan Kharkiv yang dibebaskan oleh tentara Ukraina.

Tujuh warga Sri Lanka bisa menghirup udara kebebasan setelah tentara Ukraina kembali merebut teritori di timur, termasuk Vovchansk.

Begitu bebas, mereka melanjutkan perjalanan ke Kharkiv dengan jalan kaki. Tanpa alat komunikasi, mereka tak bisa menghubungi kawan atau keluarga.

Dibantu polisi

Namun seseorang mendapati mereka dan memberi tahu polisi setempat.

Salah seorang polisi meminjamkan telepon genggam.

Pada saat itulah Ainkaranathan Ganesamoorthi, 40 tahun, untuk pertama kalinya bisa melihat wajah istri dan anaknya melalui layar telepon seluler untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan.

Ia tak kuasa membendung air mata bahagia.

Warga Sri Lanka lain bergantian menghubungi keluarga.

Sebagai ucapan terima kasih, mereka memeluk kepala polisi.

Mereka sekarang berada di satu tempat rehabilitasi di Kharkiv.

Mereka diberi pakaian baru, makanan dalam jumlah cukup, dan pemeriksaan kesehatan. Di tempat ini juga ada kolam renang dan pusat kebugaran.

Sekarang saya merasa lega dan juga sangat bahagia, kata Dilukshan dengan senyum lebar di wajahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas

Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas

Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:07 WIB

Minyak Mentah Rusia Segera Masuk RI, Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman

Minyak Mentah Rusia Segera Masuk RI, Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:52 WIB

Temui Menlu Iran, Putin Sebut Siap Mediasi Konflik di Timur Tengah

Temui Menlu Iran, Putin Sebut Siap Mediasi Konflik di Timur Tengah

Video | Rabu, 29 April 2026 | 19:00 WIB

Kedubes Rusia Sampaikan Duka atas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Kedubes Rusia Sampaikan Duka atas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

News | Rabu, 29 April 2026 | 19:44 WIB

Ukraina Tuduh Israel Bantu Perdagangan Gandum Curian Rusia

Ukraina Tuduh Israel Bantu Perdagangan Gandum Curian Rusia

News | Rabu, 29 April 2026 | 10:36 WIB

Abbas Araghchi Jumpa Putin, Rusia Buka Peluang Jadi Mediator Iran-AS

Abbas Araghchi Jumpa Putin, Rusia Buka Peluang Jadi Mediator Iran-AS

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:46 WIB

Kapal Mewah Rp8 T Milik Taipan Rusia Tembus Blokade Hormuz, AS Gak Berani Nyerang

Kapal Mewah Rp8 T Milik Taipan Rusia Tembus Blokade Hormuz, AS Gak Berani Nyerang

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:24 WIB

Menlu Iran Abbas Araghchi ke Rusia di Tengah Negosiasi Buntu Teheran-Washington

Menlu Iran Abbas Araghchi ke Rusia di Tengah Negosiasi Buntu Teheran-Washington

News | Senin, 27 April 2026 | 11:58 WIB

Ukraina Terancam Krisis Senjata Akibat Amerika Serikat Terlalu Fokus Urus Perang Iran

Ukraina Terancam Krisis Senjata Akibat Amerika Serikat Terlalu Fokus Urus Perang Iran

News | Sabtu, 25 April 2026 | 07:16 WIB

Terkini

Argentina Darurat Wabah Hantavirus, Puluhan Orang Terjangkit

Argentina Darurat Wabah Hantavirus, Puluhan Orang Terjangkit

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:53 WIB

Rektor UI Tegaskan Kampus Tak Boleh Asal Jalankan Program Makan Bergizi Gratis

Rektor UI Tegaskan Kampus Tak Boleh Asal Jalankan Program Makan Bergizi Gratis

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:53 WIB

9 Fakta Maut Erupsi Gunung Dukono: Pendakian Terlarang Berujung Tragedi

9 Fakta Maut Erupsi Gunung Dukono: Pendakian Terlarang Berujung Tragedi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:50 WIB

Di KTT ASEAN, Prabowo Sebut Diversifikasi Energi Kini Jadi Kebutuhan Mendesak

Di KTT ASEAN, Prabowo Sebut Diversifikasi Energi Kini Jadi Kebutuhan Mendesak

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:46 WIB

Respons Kejagung Soal Vonis Bebas Tiga Terdakwa Kredit Sritex

Respons Kejagung Soal Vonis Bebas Tiga Terdakwa Kredit Sritex

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:43 WIB

Imigrasi Tangkap 210 WNA Terduga Pelaku Penipuan Investasi Daring di Batam

Imigrasi Tangkap 210 WNA Terduga Pelaku Penipuan Investasi Daring di Batam

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:39 WIB

Lebih Ganas dari PMK! Ancaman Penyakit BEF Hantui Sapi Kurban di Bekasi: Telat Sehari Bisa Mati

Lebih Ganas dari PMK! Ancaman Penyakit BEF Hantui Sapi Kurban di Bekasi: Telat Sehari Bisa Mati

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:16 WIB

Pakar UGM Tolak Kampus Ikut Kelola MBG, Khawatir Perguruan Tinggi Kehilangan Independensi

Pakar UGM Tolak Kampus Ikut Kelola MBG, Khawatir Perguruan Tinggi Kehilangan Independensi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:05 WIB

Rasa Haru Selimuti Rumah Duka Haerul Saleh, Peti Jenazah Diantar Para Pimpinan BPK

Rasa Haru Selimuti Rumah Duka Haerul Saleh, Peti Jenazah Diantar Para Pimpinan BPK

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:53 WIB

Lantai 4 Rumah Anggota BPK Haerul Saleh Hangus 80 Persen

Lantai 4 Rumah Anggota BPK Haerul Saleh Hangus 80 Persen

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:45 WIB