Data Pelanggaan Diretas, Australia Perintahkan Perusahaan Telekomunikasi Ganti Rugi

Diana Mariska Suara.Com
Kamis, 29 September 2022 | 14:12 WIB
Data Pelanggaan Diretas, Australia Perintahkan Perusahaan Telekomunikasi Ganti Rugi
Ilustrasi hacker mencuri informasi (Shutterstock).

Suara.com - Pemerintah Australia memerintahkan raksasa telekomunikasi Optus untuk membayar biaya penggantian identitas jutaan pelanggan yang menjadi korban pencurian data.

Keputusan dalam kasus peretasan data terbesar di Australia itu disampaikan pada Kamis (29/9).

Kasus yang menimpa sekitar 10 juta pelanggan Optus itu (atau setara dengan 40 persen populasi Australia) adalah akibat dari kesalahan Optus, sehingga anak perusahaan Singtel itu wajib bertanggung jawab, kata Asisten Menteri Perbendaharaan Stephen Jones.

"Optus jelas bertanggung jawab untuk membayar ongkos dan implikasi dari [kesalahan] ini kepada pelanggannya, apakah itu penggantian surat izin mengemudi, apakah itu penggantian paspor, atau kartu identitas penting lainnya," kata Jones kepada pers di Sydney.

Dia tidak menyebut berapa biaya penggantian yang dimaksud.

Optus telah meminta maaf atas peretasan itu dan mengatakan akan membayar biaya pemantauan transaksi selama setahun bagi pelanggan yang paling terdampak.

Komentar pejabat itu semakin membuat tegang hubungan antara pemerintah Australia dan penyedia telekomunikasi terbesar kedua di negara itu.

Para penyedia layanan internet, bank, dan badan pemerintah kini bergegas untuk meminimalkan risiko peretasan serupa.

Pemilik sebuah akun anonim di ruang percakapan daring menuntut tebusan uang 1 juta dolar (Rp 15,24 miliar) agar dia tidak menjual data pelanggan Optus.

Tuntutan itu kemudian ditarik dan sang pemilik akun meminta maaf atas tingginya publisitas kasus tersebut.

Optus dan penegak hukum belum memverifikasi tuntutan itu meskipun para pakar keamanan siber mengatakan kemungkinan besar tuntutan tersebut otentik.

Data pelanggan yang dicuri mencakup nomor paspor, nomor surat izin mengemudi, nomor asuransi kesehatan pemerintah, nomor telepon, dan alamat rumah.

Kasus itu telah mendorong para pengamat dan anggota parlemen untuk meminta penggantian dokumen.

Sementara itu, para penyedia jasa internet mengatakan mereka menjalankan pemeriksaan ekstra terhadap keamanan siber untuk mengurangi risiko peretasan serupa.

"Mengingat kebocoran data Optus baru-baru ini, kami sedang bekerja sama dengan mitra keamanan siber kami dan badan pemerintah terkait untuk meningkatkan pemeriksaan," kata seorang juru bicara penyedia internet TPG Telecom Ltd, yang melayani sekitar enam juta pelanggan.

Seorang juru bicara Telstra Corp, penyedia internet terbesar di Australia, mengatakan via surel, "Kami akan terus mempertimbangkan langkah-langkah apa yang perlu diambil sambil mempelajari lebih jauh insiden yang menimpa Optus." [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI