Kinerja PSSI Tangani Tragedi Kanjuruhan: Hukum Arema, Umumkan Temukan Miras

Ruth Meliana Dwi Indriani

Rabu, 05 Oktober 2022 | 12:33 WIB
Kinerja PSSI Tangani Tragedi Kanjuruhan: Hukum Arema, Umumkan Temukan Miras
Suporter sepak bola meletakkan atribut Arema saat mengikuti doa bersama bagi korban Tragedi Kanjuruhan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin (3/10/2022). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/hp.

Suara.com - Selain polisi, pihak Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) juga turut menangani tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (1/10/2022) yang menelan korban jiwa dalam laga Arema FC dan Persebaya Surabaya.

Langkah yang dilakukan mereka terbilang jauh lebih cepat, karena bisa menemukan sesuatu yang belum dicapai tim Polri. Adapun berikut kinerja PSSI dalam menangani tragedi Kanjuruhan sejauh ini.

Buntut tragedi di Stadion Kanjuruhan, Komdis PSSI memberikan sanksi kepada Ketua Panpel dan Security Officer Arema FC. Keputusan ini dibacakan oleh Ketua Komdis PSSI, Erwin Tobing dalam konferensi pers virtual pada Selasa (4/10/2022).

Adapun hukumannya, baik Ketua Panpel maupun Security Officer Arema FC dilarang melakukan aktivitas di lingkungan sepakbola seumur hidup. Hal ini bisa dibilang sama saja dengan pemecatan.

Abdul Haris selaku Ketua Pelaksana disebut harus bertanggung jawab atas kelancaran event besar seperti Liga 1 ini. Ia sepatutnya bisa mengantisipasi segala kemungkinan.

"Kami melihat Ketua Pelaksana tidak menjalankan tugasnya dengan baik dan cermat, dan tidak siap. Gagal mengantisipasi kerumunan orang datang padahal punya steward. Ada hal-hal yang harus disiapkan, pintu-pintu yang seharusnya terbuka, tapi tertutup," tulis keterangan tersebut.

"Ini menjadi perhatian dan pilihan kami adanya hal-hal yang kurang baik, mungkin pengalaman juga, kepada saudara ketua Panitia Pelaksana, Abdul Haris, tidak boleh beraktivitas di lingkungan sepakbola seumur hidup," sambungnya.

Sementara, security officer atau orang yang mengatur keluar masuk penonton di semua pintu adalah Suko Sutrisno. Ia seharusnya bertanggung jawab dalam hal ini, namun tidak terlaksana dengan baik.

"Merujuk pada pasal 68 huruf A, junto pasal 19, junto pasal 141 Komdis PSSI, tahun 2018, saudara Suko Sutrisno sebagai petugas keamanan, security officer tidak boleh beraktivitas di lingkungan sepakbola seumur hidup," jelas Erwin.

baca juga

Erwin juga menyebut bahwa panpel Arema FC tidak melakukan penggeledahan secara ketat. Ini lantaran pihaknya menemukan puluhan botol minuman keras (miras) yang diduga dibawa masuk oleh suporter ke dalam stadion.

Miras itu dianggapnya sebagai pemicu kekerasan yang berkaitan dengan kerusuhan Kanjuruhan, Sabtu lalu. Ia menyayangkan hal tersebut, terlebih jumlahnya yang mencapai puluhan botol.

"Ditemukan ada banyak minuman keras, botol badek dalam botol plastik. Itu sampai ada 42 botol belum sempat diminum di dalam stadion," katanya dalam konferensi pers virtual.

"Ini mengapa (minuman keras) bisa masuk, seharusnya kan ada penggeledahan. Yang bertanggung jawab itu pelaksana. Itu beberapa kelemahan-kelemahan yang kita temukan," lanjutnya.

Erwin Tobing dalam kesempatan yang sama juga mengaku tidak bisa memastikan jumlah penonton yang datang di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022), tepatnya saat terjadi tragedi.

Ia mengatakan tribun penonton yang belum menggunakan single seat (kursi tunggal) membuat jumlah mereka tidak terukur. Tak heran jika angkanya sendiri belum pasti.

"Tribun penonton di Kanjuruhan belum 'single seat' sehingga tidak terukur. Inilah yang membuat ada pihak yang mengatakan 40 ribu atau 45 ribu orang di sana," katanya.

Ketidakjelasan itu membuat pihak PSSI sulit untuk memastikan apakah kapasitas Stadion Kanjuruhan dalam laga Arema FC versus Persebaya sebetulnya melebihi batas atau tidak.

Mereka juga menyalahkan panitia pelaksana atas data penonton yang simpang siur. Namun, Erwin kerap menyarankan agar ke depannya stadion-stadion di Indonesia bisa memakai kursi tunggal serta pendataan tiket yang akurat.

Tak sampai di situ, Komdis PSSI juga memberikan sanksi kepada Klub Arema FC itu sendiri. Mereka dilarang menjadi tuan rumah pertandingan sepak bola dan dikenakan denda sebesar Rp250 juta.

Erwin Tobing mengatakan bahwa terdapat kesalahan dan kelalaian dari Badan Pelaksana atau klub Arema FC saat laga tanding antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu lalu.

"Dari hasil sidang, Arema FC dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebagai tuan rumah dan harus dilaksanakan di tempat yang jauh dari Malang," kata Erwin.

Keputusan ini, lanjut Erwin, dibuat berdasarkan Pasal 69 Ayat 1, Ayat 2 dan Ayat 3 Kode Disiplin PSSI Tahun 2018, Arema FC dilarang menggelar laga sebagai tuan rumah. 

"Pengulangan terhadap pelanggaran terkait hal di atas akan berakibat pada hukuman yang lebih berat. Ini adalah hasil sidang terhadap klub dan badan pelaksananya," lanjutnya.

Selain denda, Arema FC juga diperintahkan untuk pindah stadion. Mereka wajib mencari markas lain selain Stadion Kanjuruhan, jika ingin menggelar sisa laga kandang di Liga 1 2022-2023. Jaraknya sendiri harus 250 kilometer dari markas sebelumnya.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masih Misteri Siapa Sosok Komando Dibalik Penembakan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan Malang

Masih Misteri Siapa Sosok Komando Dibalik Penembakan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan Malang

Bandung | Rabu, 05 Oktober 2022 | 12:20 WIB

Arema FC Kena Sanksi Denda Rp250 Juta dan Dilarang Bertanding di Kandang

Arema FC Kena Sanksi Denda Rp250 Juta dan Dilarang Bertanding di Kandang

Tangsel | Rabu, 05 Oktober 2022 | 12:16 WIB

PROFIL Ketua PSSI Iwan Bule: Jenderal di Balik Pengungkapan Kasus Pembunuhan yang Melibatkan Mantan Ketua KPK Antasari Azhar

PROFIL Ketua PSSI Iwan Bule: Jenderal di Balik Pengungkapan Kasus Pembunuhan yang Melibatkan Mantan Ketua KPK Antasari Azhar

Denpasar | Rabu, 05 Oktober 2022 | 12:05 WIB

Heboh Kesaksian Penjual Dawet di Stadion Kanjuruhan Malang, Ternyata.....

Heboh Kesaksian Penjual Dawet di Stadion Kanjuruhan Malang, Ternyata.....

Sumut | Rabu, 05 Oktober 2022 | 12:04 WIB

Aji Santoso: Betapa Indahnya Kalau Suporter Persebaya dan Arema Bersatu

Aji Santoso: Betapa Indahnya Kalau Suporter Persebaya dan Arema Bersatu

Jatim | Rabu, 05 Oktober 2022 | 12:02 WIB

Buntut Tendangan Kungfu Oknum Tentara pada Suporter di Kanjuruhan, Pangdam V Brawijaya Datangi Korban dan Minta Maaf

Buntut Tendangan Kungfu Oknum Tentara pada Suporter di Kanjuruhan, Pangdam V Brawijaya Datangi Korban dan Minta Maaf

Hits | Rabu, 05 Oktober 2022 | 12:14 WIB

Terkini

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

×