Tragedi Hillsborough: Timeline 30 Tahun Menuntut Keadilan atas Kematian 96 Suporter Liverpool

Ruth Meliana Dwi Indriani | Suara.com

Rabu, 05 Oktober 2022 | 13:50 WIB
Tragedi Hillsborough: Timeline 30 Tahun Menuntut Keadilan atas Kematian 96 Suporter Liverpool
Suporter Liverpool berusaha memanjat ke tribun pada pertandingan semi final Piala FA antara Liverpool dan Nottingham Forest di Hillsborough, Sheffield, 5 April 1989. (Getty Images/Bob Thomas)

Suara.com - Tragedi Kanjuruhan mengingatkan akan Pengadilan Hillsborough yang  runtuh setelah 30 tahun terjadi pertempuran hukum atas tanggung jawab terkait insiden yang merenggut 96 nyawa suporter Liverpool.

Tragedi itu mirip dengan tragedi Kanjuruhan yang baru saja terjadi di Tanah Air. Mulai dari perdebatan antara siapa yang salah, suporter atau pihak kepolisian, hingga adanya tuduhan mengonsumsi minuman keras.

Peristiwa itu terjadi pada 15 April 1989 lalu di Stadion Hillsborough, Inggris. Tepatnya saat pertandingan semi final Piala FA yang mempertemukan Liverpool dan Nottingham Forest.

Menyadur dari The Independent, berkaca pada tragedi Hillsborough, berikut selengkapnya timeline selama 30 tahun menuntut keadilan atas kematian 96 suporter Liverpool.

April 1989

Tindakan perdata yang menuntut ganti rugi dimulai dalam beberapa hari pasca tragedi. Baik dari pihak korban maupun penyintas yang menderita luka fisik dan dampak psikologis.

Agustus 1989

Selang 31 hari, Taylor Inquiry menerbitkan laporan sementara yang menyimpulkan bahwa alasan utama tragedi itu adalah kegagalan polisi dan mengkritik Polisi South Yorkshire yang menyalahkan suporter Liverpool.

Lord Justice Taylor menyampaikan bahwa sebagian besar penggemar tidak mabuk. Mereka juga tidak melakukan dampak buruknya, seperti membuka gerbang keluar untuk memungkinkan diri masuk ke tanah dan gagal menunda kick-off.

Sheffield Wednesday FC juga dikritik karena jumlah pintu yang tidak memadai di area masuk Leppings Lane. Ditambah kualitas pembatas jalan yang buruk dan beberapa di antaranya runtuh selama insiden.

Laporan Taylor ini menyebabkan perubahan di seluruh Inggris pada stadion sepak bola. Terlihat pagar dilepas dan area tribun diubah menjadi tempat duduk biasa.

Agustus 1990

Crown Prosecution Service memutuskan bahwa setelah mempertimbangkan seluruh bukti dan dokumentasi, tidak ada satu pun yang membenarkan proses pidana terhadap petugas Kepolisian South Yorkshire, Sheffield Wednesday FC, serta Dewan Kota Sheffield.

Anggota masyarakat membuat 17 pengaduan yang dijadikan pertimbangan untuk tindakan disipliner. Ini direkomendasikan untuk David Duckenfield dan Bernard Murray, yang menjadi komandan darat pada hari tragedi.

Otoritas Pengaduan Polisi (PCA) menemukan ada cukup bukti untuk mendakwa mereka, yakni dengan "kelalaian tugas". Namun, Duckenfield sedang cuti sakit selama proses tersebut dan pensiun dengan alasan medis pada November 1991. Akhirnya, mengikuti saran dari yudisial, PCA memutuskan tidak melawan Murray.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

23 Polisi Diperiksa Polisi Terkait Tragedi Kanjuruhan

23 Polisi Diperiksa Polisi Terkait Tragedi Kanjuruhan

Kalbar | Rabu, 05 Oktober 2022 | 13:48 WIB

Korban Tragedi Kanjuruhan Bertambah, Ada yang Langsung Dibawa ke Rumah dari Stadion dan Langsung Dimakamkan

Korban Tragedi Kanjuruhan Bertambah, Ada yang Langsung Dibawa ke Rumah dari Stadion dan Langsung Dimakamkan

Bola | Rabu, 05 Oktober 2022 | 13:46 WIB

FIFA Disebut Bakal ke Indonesia setelah Tragedi Kanjuruhan Memakan Ratusan Korban Jiwa

FIFA Disebut Bakal ke Indonesia setelah Tragedi Kanjuruhan Memakan Ratusan Korban Jiwa

Bola | Rabu, 05 Oktober 2022 | 13:36 WIB

Jenderal Andika soal Anggotanya di Tragedi Kanjuruhan: Kami Periksa Unsur Pimpinan

Jenderal Andika soal Anggotanya di Tragedi Kanjuruhan: Kami Periksa Unsur Pimpinan

Riau | Rabu, 05 Oktober 2022 | 13:24 WIB

Penuh Isak Tangis, Ini Momen Pemain dan Pelatih Arema FC Tabur Bunga di Stadion Kanjuruhan

Penuh Isak Tangis, Ini Momen Pemain dan Pelatih Arema FC Tabur Bunga di Stadion Kanjuruhan

Video | Rabu, 05 Oktober 2022 | 13:21 WIB

Ada Prajurit Tak Ngaku Lakukan Kekerasan ke Suporter Aremania di Kanjuruhan, Panglima TNI Minta Bukti Video

Ada Prajurit Tak Ngaku Lakukan Kekerasan ke Suporter Aremania di Kanjuruhan, Panglima TNI Minta Bukti Video

News | Rabu, 05 Oktober 2022 | 13:21 WIB

Terkini

Jangan Salahkan Dirimu! Ini Langkah yang Harus Dilakukan Penyintas Kekerasan Seksual

Jangan Salahkan Dirimu! Ini Langkah yang Harus Dilakukan Penyintas Kekerasan Seksual

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:10 WIB

Geger Kekerasan Seksual di Pati, Cak Imin Minta Para Kiai Kumpul Deteksi Ponpes 'Nakal'

Geger Kekerasan Seksual di Pati, Cak Imin Minta Para Kiai Kumpul Deteksi Ponpes 'Nakal'

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:09 WIB

Dedi Congor Kabur dari Wartawan Usai Diperiksa Kasus Bea Cukai, KPK: Ada Dugaan Terima Uang

Dedi Congor Kabur dari Wartawan Usai Diperiksa Kasus Bea Cukai, KPK: Ada Dugaan Terima Uang

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:45 WIB

Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!

Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:34 WIB

Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi

Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:30 WIB

Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan

Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:23 WIB

Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok

Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:04 WIB

Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran

Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:52 WIB

Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus

Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:51 WIB

Dukung Asta Cita Prabowo Subianto, Kodim 0623 Cilegon Ajak Pelajar Melek Ketahanan Pangan

Dukung Asta Cita Prabowo Subianto, Kodim 0623 Cilegon Ajak Pelajar Melek Ketahanan Pangan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:50 WIB