Saat Angkatan Udara Australia mengirimkan puluhan pasien ke rumah sakit, staf kesehatan berpacu untuk menstabilkan kondisi pasien yang terluka dan memulangkan mereka ke negara bagian masing-masing untuk perawatan lebih lanjut."
"Saya masih ingat berjalan menaiki tanjakan [pesawat] Hercules dan melihat itu penuh dengan tumpukan tandu orang-orang yang terluka parah," kata Dr Brian.
"Korban luka bakar lainnya benar-benar [ditumpuk] tiga di atas tandu militer."
Inovasi untuk atasi luka bakar
Puluhan pasien yang selamat dari bom Bali mengalami luka bakar tingkat tiga yang parah hingga ke lapisan kulit mereka, merusak ujung saraf dan mengancam organ vital lainnya.
Dr Fiona Wood, spesialis luka bakar ternama, bersama dengan timnya di Rumah Sakit Royal Perth, membantu menyelamatkan 28 pasien menggunakan teknik inovatifnya yang dikenal sebagai "spray-on skin".
Teknologi pertama di dunia ini memungkinkan sel-sel kulit sehat untuk dibiakkan dan disemprotkan ke luka sehingga bisa mengurangi bekas luka bakar secara permanen.
"Ini jadi membuka cakrawala kita soal perawatan luka bakar]," kata Dr Wood.
"Masyarakat memahami tingkat keparahan dan sifat dari luka bakar, sehingga dimulailah program yang juga didukung oleh masyarakat."
Dr Fiona dinobatkan sebagai Australian of the Year pada tahun 2005 setelah membantu korban dengan luka bakar.
Sementara inovasi medis penyelamat nyawa itu hingga kini terus membantu mereka yang mengalami luka bakar.
"Kami sedang mencoba memahami kekuatan rekayasa jaringan dan bagaimana kami dapat menggunakannya untuk menyembuhkan luka bakar," katanya.
Bahkan dengan pengalaman luas dalam menangani luka bakar, Dr Wood mengatakan dia terkejut dengan dampak ledakan bom pada luka di kulit.
"Kompleksitas cedera pasien dari Bali cukup membuka mata," kata Dr Wood.
"Bom Bali telah mengejutkan Australia, karena membuat [dampak] terorisme menjadi dekat dengan kami."
Lahirnya pusat tanggap darurat nasional
Dr Len Notaras, mantan manajer umum Royal Darwin Hospital, mengatakan saat itu timnya menangani cedera yang mengerikan dalam situasi penuh tantangan