Perang Ukraina: Siapa dan Apa yang Menyebabkan Ledakan di Jembatan Krimea?

Siswanto | BBC | Suara.com

Senin, 10 Oktober 2022 | 15:21 WIB
Perang Ukraina: Siapa dan Apa yang Menyebabkan Ledakan di Jembatan Krimea?
BBC

Suara.com - Paul Adams BBC News

Apa yang kita ketahui sejauh ini tentang penyebab ledakan dahsyat di Jembatan Kerch, Krimea, akhir pekan lalu?

Ada banyak teori tentang penyebabnya, namun dari semua itu tak ada yang benar-benar kredibel.

Rusia dengan cepat menyebut bahwa ledakan itu dipicu oleh bom truk, tanpa mengatakan siapa yang merencanakannya.

Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh Ukraina melakukan serangan di jembatan tersebut sebagai “aksi terorisme“.

Baca juga:

Teori bom dari dalam truk

Rekaman kamera keamanan yang dirilis di media sosial menunjukkan sebuah truk – yang diduga berkendara dari kota Krasnodar di Rusia, sekitar satu jam perjalanan dari jembatan – melaju ke barat melintasi jembatan pada saat ledakan terjadi.

Pejabat Rusia menyebut Samir Yusubov, pria asal Krasnodar berusia 25 tahun, sebagai pemilik truk dan kerabatnya, Makhir Yusubov adalah orang yang mengemudi truk itu.

Namun, ketika dicermati secara mendalam, rekaman vídeo itu menunjukkan bahwa truk tersebut tak ada hubungan dengan ledakan itu.

Rekaman video itu menunjukkan bola api besar meledak tepat di belakang – dan satu sisi – truk, saat mulai melintasi bagian jembatan yang terelevasi.

Teori tentang bom truk yang menyebar luas dengan cepat di Rusia memicu kecurigaan.

Itu mengindikasikan Kremlin lebih memilih menyimpulkan ledakan itu sebagai aksi terorisme ketimbang kemungkinan yang lebih mengkhawatirkan: bahwa itu adalah tindakan sabotase yang berani dilakukan Ukraina.

“Saya telah melihat banyak kendaraan besar membawa alat peledak sepanjang hidup saya,“ ujar mantan pakar bahan peledak di militer Inggris kepada saya.

“Ini tidak terlihat seperti itu.”

Penjelasan yang lebih masuk akal, lanjutnya, adalah ledakan besar di bawah jembatan – yang mungkin dikirim menggunakan semacam drone maritim rahasia.

"Jembatan pada umumnya dirancang untuk menahan beban ke bawah dan sejumlah beban ke samping karena angin,” jelasnya.

"Jembatan itu pada umumnya tak dirancang untuk menahan beban ke atas. Saya pikir fakta ini dimanfaatkan dalam serangan Ukraina.”

Beberapa pengamat mencatat bahwa di salah satu video kamera keamanan lainnya, sesuatu yang tambak seperti gelombang haluan perahu kecil muncul di sebelah salah satu penyangga jembatan, sepersekian detik sebelum ledakan.

Teori kapal tak berawak misterius

Beberapa pengamat mencatat bahwa di salah satu video kamera keamanan lainnya, sesuatu yang tampak seperti haluan kapal kecil muncul di sebelah salah satu penyangga jembatan, sepersekian detik sebelum ledakan.

Apa jenis kapal itu?

Pada 21 September, foto-foto yang beredar luas di media sosial Rusia menunjukkan kapal tak berawak misterius yang terdampar di dekat pangkalan angkatan laut Rusia di kota Sevastopol, Krimea.

Kapal itu menyerupai kayak besar berwarna hitam yang tertutup, lengkap dengan sensor yang dipasang di haluan dan perangkat seperti periskop berwarna putih di atasnya.

Menurut laporan setempat, kapal itu ditarik ke arah laut dan diledakkan.

“Satu bagian dari kendaraan tak berawak ditemukan,“ ungkap gubernur Sevastopol – area yang dikuasai Rusia.

“Setelah survei selesai, peralatan ini dihancurkan di laut oleh ledakan. Tak ada yang terluka.“

Ini bukan kali pertama laporan yang menunjukkan Ukraina memiliki akses ke peralatan rahasia semacam itu beredar.

“Ada laporan yang mengindikasikan bahwa Ukraina memiliki peralatan yang dikendalikan oleh pengendali jarak jauh untuk mengawasi dan melakukan serangan," kata pakar bahan peledak Inggris itu kepada saya.

“Konsep operasional ini telah berkembang selama bertahun-tahun, tak hanya dalam hitungan bulan.“

Jika memang begitu cara Ukraina berhasil melakukan serangan di Jembatan Kerch, yang berjarak ratusan mil dari wilayah yang dikuasai Ukraina, maka itu adalah salah satu operasi paling ambisius yang dilakukan oleh Kyiv sejauh ini.

Akan tetapi, selain beberapa selentingan kabar di ibukota, tak ada yang mengonfirmasi teori tersebut.

Teori pertikaian lembaga keamanan Rusia

Bahkan, dalam pernyataannya setelah insiden ledakan, kepala kantor Presiden Zelensky, Mykhailo Podolyak, tampaknya mendukung teori bom truk yang diyakini oleh Moskow.

“Jawabannya harus dicari di Rusia,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Ledakan itu, katanya, adalah hasil dari pertikaian antara berbagai bagian dari lembaga keamanan Rusia.

“Ini adalah manifestasi nyata dari konflik antara FSB (dinas intelijen internal Rusia)/PMC (kontraktor militer swasta) di satu sisi, dan Kementerian Pertahanan/staf umum Federasi Rusia di sisi lain,“ katanya kemudian.

Mungkinkan Podolyak mengetahui sesuatu yang tak diketahui orang banyak? Atau apakah dia, mungkin, menjelek-jelekkan Moskow yang tampak gugup dengan kemunduran Rusia baru-barua ini di medan perang di Ukraina?

Yang benar adalah, kita tidak tahu.

Sama seperti episode sebelumnya – termasuk tenggelamnya kapal utama Armada Laut Hitam Rusia, Moskva, dan serangan misterius pada Agustus silam yang menghancurkan pangkalan udara Rusia di Krimea – Kyiv dengan sengan hati membuat semua orang menebak-nebak.

Ini semua adalah bagian dari kampanye informasi Ukraina yang sangat sukses, bersamaan dengan upaya militernya, sejak invasi skala penuh yang dilakukan Rusia pada Februari.

Untuk saat ini, itu tampaknya berhasil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sesudah Ledakan Jembatan Krimea, Rusia Lancarkan Serangan Balasan

Sesudah Ledakan Jembatan Krimea, Rusia Lancarkan Serangan Balasan

News | Selasa, 11 Oktober 2022 | 11:30 WIB

Terkini

Siasat Licin Kiai AS Hindari Polisi, Kabur ke Wonogiri Naik Travel Demi Tak Terlacak

Siasat Licin Kiai AS Hindari Polisi, Kabur ke Wonogiri Naik Travel Demi Tak Terlacak

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:28 WIB

Soal Homeless Media jadi Mitra Bakom, Indonesia New Media Forum Buka Suara

Soal Homeless Media jadi Mitra Bakom, Indonesia New Media Forum Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:23 WIB

Kapolri Minta Jajaran Polri Perkuat Sinergi dengan APH Hadapi Dinamika Global

Kapolri Minta Jajaran Polri Perkuat Sinergi dengan APH Hadapi Dinamika Global

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:10 WIB

Viral Aksi Bejat Pria Rekam Rok Penumpang dari Kolong Peron Stasiun Kebayoran, Polisi Buru Pelaku

Viral Aksi Bejat Pria Rekam Rok Penumpang dari Kolong Peron Stasiun Kebayoran, Polisi Buru Pelaku

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:09 WIB

Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK

Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:57 WIB

Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut

Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:51 WIB

Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP

Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:48 WIB

Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan

Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:35 WIB

Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus

Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:28 WIB

Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?

Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:12 WIB