Suara.com - Suasana politik di antara para Parpol semakin panas. Kini, PDIP disebut pengamat politik Rocky Gerung tengah memojokkon Partai NasDem.
Rocky Gerung menyampaikan bahwa dalam beberapa hari ini PDIP tengah intensif memojokkkan Nasdem.
Sikap PDIP diartikan Rocky Gerung sebagai hilangnya ambisi untuk memajukan partainya sendiri.
Rocky menuturkan bahwa PDIP seharusnya perlu mengembangkan diri mereka sendiri untuk bertumbuh.
"Kan kalau dalam persidangan politik kalau NasDem tumbuh, maka PDIP harus tumbuh juga supaya terjadi konfrontasi pikiran dalam bentuk debat misalnya," ungkap Rocky Gerung dilihat Suara.com dalam video kanal YouTube 'Rocky Gerung Official'.
PDIP bahkan dinilai tak bisa mengembangkan diri apabila malah merusuhi NasDem.
Tak hanya itu, PDIP bahkan dianggap bermain tidak adil atau fair karena merasa unggul ketika lawan jatuh.
"Kalau PDIP ingin melecehkan NasDem itu artinya PDIP enggak mampu untuk menumbuhkan diri sendiri. Jadi menunggu orang lain jatuh baru merasa unggul. Jatuhin dong dalam permainan yang fair," kritik Rocky Gerung.
Meskipun demikian, Nasdem diprediksi tengah menyiapkan serangan balik atau sinyal baru.
Menurut Rocky juga, pertemuan Megawati dengan Jokowi disebut sebagai pendekatan. Hal itu dinilai Rocky supaya Jokowi tak marah dengan PDIP.
"Jadi tetap persaingan itu berlangsung tapi betul-betul ingin menghukum pak Jokowi karena peristiwa yang kemarin ya enggak usah bikin kehebohan dengan mengatur pertemuan dengan Ibu Mega lalu ditafsirkan sebagai pertemuan dua Soekarnoist, ngapain?" tutur Rocky Gerung.
PDIP Cemas? Rocky Gerung Nilai PDIP Tak Siap Pilpres 2024 Gegara Kekurangan Kader
Pengamat politik Rocky Gerung menilai PDI Perjuangan tengah tak siap menyambut Pilpres 2024 mendatang karena kurangnya kader.
Rocky juga menyebut bahwa PDIP sedang menunjukkan kecemasannya ketika Megawati bertemu Jokowi pada Sabtu (08/10/2022) lalu.
"Iya jadi terlihat bahwa PDIP itu cemas sekali," ungkap Rocky dilihat Suara.com dilnansir dari tayangan kanal YouTube 'Rocky Gerung Official'.