Australia Sempat Panik, Apakah Ancaman PMK dari Indonesia Kini Sudah Lewat?

Siswanto | ABC | Suara.com

Selasa, 11 Oktober 2022 | 14:36 WIB
Australia Sempat Panik, Apakah Ancaman PMK dari Indonesia Kini Sudah Lewat?
Sebanyak 42 sapi di Depok alami gejala penyakit mulut dan kuku. Kini sapi itu tengah diobati. (Antara)

Suara.com - Hanya beberapa bulan yang lalu, hampir semua outlet berita di Australia memuat laporan ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang dapat mengancam dan berpotensi merugikan perekonomian Australia lebih dari A$80 miliar. Bagaimana keadaannya sekarang?

Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Indonesia telah memicu kepanikan pada industri pertanian Australia, mendorong seruan dari pemimpin oposisi untuk melarang perjalanan ke Bali.

Seruan-seruan itu tidak diindahkan, Australia tetap bebas dari PMK dan penyakit itu perlahan-lahan memudar dari perhatian arus utama.

Itu tidak berarti kekhawatiran telah mereda, tetapi dengan langkah-langkah baru di perbatasan dan penyebaran vaksin di Indonesia, sifat wabah ini disebut telah memasuki fase yang baru.

Lalu selanjutnya bagaimana?

Penyakit mulut dan kuku sangat menular pada ternak dan dapat ditularkan melalui alas kaki dan pakaian, serta pada makanan.

Jika seekor babi di Australia mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi PMK, atau jika seorang pelancong yang pulang sempat melintasi peternakan dengan sepatu yang membawa serpihan PMK, penyakit ini dapat menyebar dengan cepat melalui sapi, domba, kambing, babi dan rusa.

Ini akan berisiko dan industri ekspor daging dan susu Australia akan ditutup dalam semalam.

Sejak PMK terdeteksi di Indonesia pada bulan Mei, lebih dari 400.000 penumpang telah melakukan perjalanan ke Australia dari Indonesia.

Pejabat biosekuriti sejauh ini hanya mengeluarkan 31 pemberitahuan pelanggaran kepada pelancong yang gagal melaporkan produk yang kemungkinan besar membawa PMK.

Pada akhir Juli, seorang penumpang dari Indonesia didenda A$2.664 (hampir Rp27 juta) karena mencoba menyelundupkan dua sosis daging sapi McMuffins dan croissant ham ke Australia.

Sebuah pastry daging sapi buatan sendiri dari Indonesia, yang secara sukarela diserahkan di Bandara Adelaide oleh seorang penumpang dari Denpasar, kemudian diuji dan ditemukan mengandung PMK.

Selain itu, sebanyak 7.298 "barang berisiko" telah dilaporkan kepada pejabat di perbatasan.

Semua pelancong yang datang dari Indonesia sekarang diprofilkan risikonya oleh tim biosekuriti dan diberi arahan lebih lanjut oleh petugas.

Setiap penumpang yang kembali dari Indonesia diharuskan untuk menginjak keset disinfektan — suatu tindakan yang diwajibkan oleh pemerintah pada bulan Juli dan diperkirakan tidak dihentikan dalam waktu dekat.

Setiap surat yang datang dari Indonesia juga sekarang disaring dan diperiksa.

Tidak semua produk yang dikirim lewat pos dari Indonesia diuji PMK, tetapi dari 505 sampel yang diajukan untuk pengujian, hanya satu yang positif.

Bagaimana kondisi di Indonesia?

Australia telah bebas PMK selama lebih dari satu abad.

Penyakit ini dapat ditemukan di puluhan negara di seluruh dunia, tetapi kedekatan Australia dengan Indonesia membuat kasus PMK di sana membuat Australia khawatir.

Seiring dengan tingginya arus pelancong liburan sekolah yang terus-menerus berjemur di Bali dalam beberapa pekan terakhir, pejabat Indonesia mengklaim kawanan ternak di sana bebas PMK.

Tidak ada kasus baru PMK yang dilaporkan selama berbulan-bulan.

Namun klaim ini telah dipertanyakan oleh para ahli di Bali.

Ketika ABC baru-baru ini mengunjungi peternakan di luar wilayah tersebut, mereka menemukan ternak yang menunjukkan gejala PMK yang jelas.

Australia tidak dapat memvaksinasi PMK, kecuali jika ada wabah yang terdeteksi.

Dalam upaya untuk mencegah virus keluar dari Indonesia, Australia telah berkomitmen memberikan satu juta vaksin PMK untuk digunakan pada ternak di Indonesia, 600.000 di antaranya sudah didistribusikan ke Bali.

Pemerintah Australia juga telah memberikan pelatihan bagi dokter hewan yang bekerja di Indonesia.

Di tengah perdebatan politik yang memanas pada akhir Juli, Pemimpin Oposisi Peter Dutton termasuk di antara beberapa tokoh partai koalisi yang menyerukan pemerintah untuk menutup perjalanan dari Indonesia.

ABC minggu ini bertanya kepada Dutton apakah dia masih meminta penutupan perbatasan ke Indonesia, tetapi tidak mendapat tanggapan.

Pemerintah Australia sendiri menyatakan tidak memiliki rencana untuk menutup perbatasan dengan Indonesia.

Sementara itu banyak petani dan peternak di Australia juga sudah memiliki rencana biosekuriti yang mengharuskan pengunjung untuk masuk, membersihkan sepatu dan memakai alat pelindung agar tidak menyebarkan penyakit apa pun.

Beberapa telah menganggap ancaman biosekuriti terbaru sebagai petunjuk untuk meninjau dan memperbarui rencana proteksi yang mereka buat.

Apakah ancaman itu akan hilang?

Seperti halnya pandemi COVID-19, vaksinasi ternak secara luas akan memainkan peran sentral dalam penanggulangan PMK di Indonesia.

Pemerintah Australia mengatakan langkah-langkah biosekuriti saat ini akan terus berlanjut selama ada wabah di Indonesia.

Ketika PMK menyebar ke Bali, banyak perhatian di Australia terfokus pada risiko yang ditimbulkan oleh para pelancong dalam membawa PMK pada pakaian atau alas kaki dan menyebarkannya ke ternak.

Menteri Pertanian Murray Watt mengatakan bahaya yang lebih besar ditimbulkan oleh produk hewani yang membawa PMK yang diangkut ke Australia.

"

"Ini adalah risiko serius, dan kami menganggapnya serius.

"

"Kami sekarang memiliki upaya tanggap terkuat dari pemerintah Australia terkait ancaman biosekuriti dalam sejarah negara kami."

Artikel ini disadur oleh Hellena Souisa dari artikel ABC News.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih

Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 19:24 WIB

Bantai Australia 4-0, Vietnam Raih Tempat Ketiga Piala AFF Futsal 2026

Bantai Australia 4-0, Vietnam Raih Tempat Ketiga Piala AFF Futsal 2026

Bola | Minggu, 12 April 2026 | 20:14 WIB

Isu Pindah Tuan Rumah Menguat, AFC Tegaskan Piala Asia 2027 Tetap di Arab Saudi

Isu Pindah Tuan Rumah Menguat, AFC Tegaskan Piala Asia 2027 Tetap di Arab Saudi

Bola | Minggu, 12 April 2026 | 17:20 WIB

Dunia Desak Israel Segera Berhenti Serang Lebanon

Dunia Desak Israel Segera Berhenti Serang Lebanon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 06:17 WIB

Intip Pesona 5 Pantai Eksotis di Australia Barat, Ada Spa Alami di Tengah Karang

Intip Pesona 5 Pantai Eksotis di Australia Barat, Ada Spa Alami di Tengah Karang

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 17:48 WIB

Comeback Epik! Timnas Futsal Indonesia Hajar Australia, Melaju ke Semifinal

Comeback Epik! Timnas Futsal Indonesia Hajar Australia, Melaju ke Semifinal

Bola | Rabu, 08 April 2026 | 15:28 WIB

PM Australia Terbang ke Singapura, Amankan Pasokan BBM di Tengah Lonjakan Harga

PM Australia Terbang ke Singapura, Amankan Pasokan BBM di Tengah Lonjakan Harga

News | Selasa, 07 April 2026 | 14:26 WIB

Fantastis! Guru Ini Dapat Gaji Rp60 Juta Per Bulan, Kok Bisa? Begini Cara Legalnya

Fantastis! Guru Ini Dapat Gaji Rp60 Juta Per Bulan, Kok Bisa? Begini Cara Legalnya

News | Selasa, 07 April 2026 | 12:39 WIB

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

News | Selasa, 07 April 2026 | 08:27 WIB

Sah! Menkeu Purbaya Restui Penggunaan Dana Desa Untuk Kopdes Merah Putih

Sah! Menkeu Purbaya Restui Penggunaan Dana Desa Untuk Kopdes Merah Putih

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 11:39 WIB

Terkini

36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan

36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:08 WIB

Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan

Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:02 WIB

SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia

SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:59 WIB

Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran

Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:52 WIB

Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?

Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:35 WIB

Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman

Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:14 WIB

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:48 WIB

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:42 WIB

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:30 WIB

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:04 WIB