Sanksi ke Ganjar Disebut untuk Cari Simpati, Pengamat Nilai PDIP Sedang Mainkan Strategi SBY saat Pilpres 2004

Farah Nabilla, Sekar Anindyah Lamase

Jum'at, 28 Oktober 2022 | 09:35 WIB
Sanksi ke Ganjar Disebut untuk Cari Simpati, Pengamat Nilai PDIP Sedang Mainkan Strategi SBY saat Pilpres 2004
Megawati dan SBY (Kolase)

Suara.com - Sanksi yang diberikan oleh PDI Perjuangan kepada kadernya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo alias FX Rudy, masih menjadi pembahasan hangat.

Hal itu juga dibahas oleh pengamat politik asal Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Agus Riwanto.

Agus menilai sanski tersebut merupakan langkah yang diambil oleh PDIP itu memunculkan dampak positif kepada kader yang bersangkutan dan partai.

Menurutnya juga, sikap yang ditempuh oleh PDI Perjuangan merupakan sebuah upaya untuk mencari simpati publik.

"Kalau dilihat dari budaya pop, sebenarnya saya lihat ini upaya PDIP justru ingin membuat simpati publik kepada tokoh-tokoh PDIP yang diduga menyatakan diri mencalonkan presiden dan mendukung capres, yang menyatakan kesiapan capres kan Pak Ganjar, yang mendukung kan Pak Rudy," kata Agus Riwanto, di Solo, Kamis (27/10/2022), dikutip dari wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com.

Agus memaparkan kondisi serupa ini pernah terjadi pada Pemilu 2004 lalu. Hal itu terjadi saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dibanjiri simpati publik, karena perselisihannya dengan Megawati Soekarnoputri.

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo memenuhi undangan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDIP untuk klarifikasi pernyataannya soal 'Siap Nyapres'.
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo memenuhi undangan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDIP untuk klarifikasi pernyataannya soal 'Siap Nyapres'.

Sehingga, Agus menganggap PDI Perjuangan tengah menggencarkan strategi serupa.

"Saat itu SBY dapat simpati publik yang tinggi, rating SBY naik. Kira-kira PDIP ingin memainkan narasi itu, jadi itu untuk PDIP lagi," lanjutnya menambahkan.

Agus menyatakan ada kesan bahwa PDI Perjuangan ingin menegaskan mereka merupakan partai yang sedang berkuasa.

baca juga

Oleh karena itu, pengusungan atau deklarasi capres seharusnya diputuskan oleh ketua umum sendiri. Strategi itu nantinya memungkinkan PDIP mendapatkan rating naik dan memperoleh simpati publik.

"Kalau ada orang yang berbicara sebelum ketua umum berbicara, maka itu tidak elok dan harus diberi sanksi. Jadi buat saya ini strategi politik yang dimainkan PDIP untuk meraih simpati publik, untuk PDIP sendiri dan menaikkan rating itu sendiri," jelas Agus.

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri saat berpidato di depan para kader partai yang menjabat sebagai kepala daerah. (Suara.com/Bagaskara)
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri saat berpidato di depan para kader partai yang menjabat sebagai kepala daerah. (Suara.com/Bagaskara)

Agus menegaskan bahwa strategi itu berada dalam garis yang positif dan bukan negatif. Sebab, langkah itu diharapkan publik memberi ruang simpati baik kepada partai maupun kader.

Selain itu, PDIP juga dikatakan tengah membertimbangkan tokoh yang akan dicalonkan sebagai capres dengan memberikan sanksi tersebut.

"Mau Ganjar atau Puan, dua-duanya sama kuat. Kalau PDIP melihat animo publik berdasarkan survei, tampak Ganjar hasilnya lebih tinggi dibandingkan tokoh lain," tutur dia.

"Seriusnya sampai dipanggil ke Jakarta, tidak seriusnya cuma ada sanksi teguran. Ada nggak suratnya, secara hukum kan itu bukan sanksi, itu sanksi moral namanya. Kalau secara hukum sanksi itu ditulis, sanksinya apa, kapan dikeluarkan, siapa yang menandatangani, dan itu dipublikasikan ke masyarakat. Kan nggak juga," sambungnya.

Menurutnya, dengan kondisi partai saat ini, PDIP akan realistis kedepannya dengan melihat posisi survei publik lebih menentukan daripada keinginan partai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengamat Politik Sebut Sanksi yang Diberikan ke Ganjar dan Rudy akan Membuat Simpati Publik Semakin Besar

Pengamat Politik Sebut Sanksi yang Diberikan ke Ganjar dan Rudy akan Membuat Simpati Publik Semakin Besar

Surakarta | Jum'at, 28 Oktober 2022 | 07:54 WIB

Pasrah dengan Sanksi PDI Perjuangan, Rudy Tegaskan Tak Ada Niat untuk Membenci Keluarga Bung Karno

Pasrah dengan Sanksi PDI Perjuangan, Rudy Tegaskan Tak Ada Niat untuk Membenci Keluarga Bung Karno

Surakarta | Jum'at, 28 Oktober 2022 | 07:42 WIB

Tolak Pemberian Buah Alpukat, Ganjar Pranowo: Pejabat Kok Jalukan, Itu Gratifikasi

Tolak Pemberian Buah Alpukat, Ganjar Pranowo: Pejabat Kok Jalukan, Itu Gratifikasi

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Oktober 2022 | 07:17 WIB

Lihat Lahan Singkong dan Pengolahan Tepung Mocaf, Ganjar: Ini Praktik Menjaga Ketahanan Pangan Alternatif

Lihat Lahan Singkong dan Pengolahan Tepung Mocaf, Ganjar: Ini Praktik Menjaga Ketahanan Pangan Alternatif

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Oktober 2022 | 06:35 WIB

Cerita FX Rudy Dipanggil DPP PDIP hingga Berdebat 1,5 Jam: Kalau Kasih Sanksi yang Adil

Cerita FX Rudy Dipanggil DPP PDIP hingga Berdebat 1,5 Jam: Kalau Kasih Sanksi yang Adil

Surakarta | Kamis, 27 Oktober 2022 | 22:33 WIB

CEK FAKTA: Presiden Jokowi Tampar Surya Paloh di Hadapan Petinggi PDIP, Benarkah?

CEK FAKTA: Presiden Jokowi Tampar Surya Paloh di Hadapan Petinggi PDIP, Benarkah?

Hits | Kamis, 27 Oktober 2022 | 20:29 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×