Dituding Bapak Politik Identitas, Anies Baswedan Tantang Balik: Tanya Masyarakat Nasrani, Diskriminatif Tidak?

Ruth Meliana Dwi Indriani, Elvariza Opita

Jum'at, 18 November 2022 | 19:44 WIB
Dituding Bapak Politik Identitas, Anies Baswedan Tantang Balik: Tanya Masyarakat Nasrani, Diskriminatif Tidak?
Anies Baswedan tiba di lokasi deklarasi, Grand Pacific Hall, Rabu (16/11/2022). (kontributor/uli febriarni)

Suara.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta kerap dijuluki sebagai bapak politik identitas. Namun tampaknya Anies sudah gerah menyandang sebutan ini berlama-lama, sehingga belakangan mencoba mendebatnya.

Salah satunya seperti dilihat Suara.com di kanal YouTube-nya, Anies menilai persepsi tersebut muncul ketika ia bertarung di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

Namun kini ia sudah purnatugas sebagai Gubernur DKI Jakarta. "Bisakah ditunjukkan kebijakan Anies yang intoleran? Bisakan ditunjukkan kebijakan Anies yang diskriminatif?" ujar Anies dikutip pada Jumat (18/11/2022).

"Bisakah ditunjukkan kebijakan Anies yang tidak memayungi semua? Bisakan ditunjukkan kebijakan Anies yang mencerminkan pandangan-pandangan partisan?" sambungnya.

Anies Baswedan membahas soal sebutan politik identitas. (YouTube/Anies Baswedan)
Anies Baswedan membahas soal sebutan politik identitas. (YouTube/Anies Baswedan)

Anies kemudian meminta publik untuk melihat rekam jejaknya alih-alih percaya dengan semua persepsi yang berkembang. Anies menyebut, ada dua lembaga survei yang telah mengevaluasi kepuasan publik di ujung periodenya.

"2 surveyor yang bukan sahabatnya Anies, Vox Populi dan LSI, yang satu (tingkat kepuasannya) 83% dan yang satu 80%. Artinya, nggak ada itu polarisasi yang diduga itu," jelasnya.

"Bagi siapapun yang menuding Anies intoleran, Anies tidak bersahabat dengan minoritas, Anies diskriminatif, itu adalah persepsi yang diciptakan di tahun 2017," imbuhnya.

Anies menilai persepsi itu sudah tidak valid lagi sebab ia pun bisa menunjukkan hasil kerjanya selama 5 tahun belakangan. Apalagi persepsi adalah penilaian orang lain dan Anies tidak berkapasitas menanggapinya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyapa warga saat acara perpisahan di Balai Kota, Jakarta pusat, Minggu (16/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyapa warga saat acara perpisahan di Balai Kota, Jakarta pusat, Minggu (16/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Ketika sudah tahun keempat saya mulai tanya, bisa tidak ada Anda tunjukkan kebijakan diskriminatif di Jakarta? Tidak ada," kata Anies.

baca juga

"Tanya saja sama masyarakat Nasrani, Hindu, Budha, mereka merasa diskriminatif tidak? Atau malah sebaliknya?" lanjut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

Hasilnya, menurut Anies, masyarakat justru memberi penilaian positif untuk kinerjanya. "Mereka bilang baru pertama kali nih kami diurusi sama gubernur. Saya bisa (tunjukkan), ada banyak buktinya," tegasnya.

"Jadi, yang terjadi justru sebaliknya," pungkasnya, memastikan bahwa julukan politik identitas sudah tidak relevan lagi dengannya karena Anies merasa sudah mengakomodir kebijakan terbaik untuk semua agama dan kebudayaan.

Untuk video selengkapnya dapat disaksikan di sini.

Partai NasDem Klaim Politik Identitas Terjadi Gara-gara Ahok

Ahok. (@basukibtp)
Ahok. (@basukibtp)

Ketua DPP Partai NasDem Effendy Choirie alias Gus Choi mengungkap pengakuan yang cukup mengejutkan. Sebab ia menilai bukan Anies lah yang memulai politik identitas melainkan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Prabowo atau Ganjar, Sosok Ini Dinilai Paling Layak Jadi 'The Next Jokowi', Siapa?

Bukan Prabowo atau Ganjar, Sosok Ini Dinilai Paling Layak Jadi 'The Next Jokowi', Siapa?

Mamagini | Jum'at, 18 November 2022 | 19:22 WIB

Ramai Survei Jelang Pilpres 2024, Pengamat Ingatkan Elektabilitas Bukan Jaminan Menang: Anies dan Jokowi Contohnya

Ramai Survei Jelang Pilpres 2024, Pengamat Ingatkan Elektabilitas Bukan Jaminan Menang: Anies dan Jokowi Contohnya

Mamagini | Jum'at, 18 November 2022 | 17:53 WIB

Pertemuan Anies Baswedan dan Gibran Disebut Ada Kepentingan Politik, Ini Komentar FX Rudy

Pertemuan Anies Baswedan dan Gibran Disebut Ada Kepentingan Politik, Ini Komentar FX Rudy

Surakarta | Jum'at, 18 November 2022 | 16:38 WIB

Dear Relawan, Anies Baswedan Ajak 'Saweran' demi Dukung Pencapresan: Biar Tak Ada Beban ke Pendonor Raksasa

Dear Relawan, Anies Baswedan Ajak 'Saweran' demi Dukung Pencapresan: Biar Tak Ada Beban ke Pendonor Raksasa

News | Jum'at, 18 November 2022 | 16:50 WIB

Politikus Senior PDIP Kritik Anies, 'Gak Ada Bakal Calon Presiden Sudah Berkeliaran', Ganjar Bagaimana?

Politikus Senior PDIP Kritik Anies, 'Gak Ada Bakal Calon Presiden Sudah Berkeliaran', Ganjar Bagaimana?

News | Jum'at, 18 November 2022 | 15:54 WIB

Dulu Satu Kubu, Kini NasDem Salahkan Ahok Terkait Politik Identitas di Jakarta: Tafsir Ayat Semaunya!

Dulu Satu Kubu, Kini NasDem Salahkan Ahok Terkait Politik Identitas di Jakarta: Tafsir Ayat Semaunya!

News | Jum'at, 18 November 2022 | 15:21 WIB

Terkini

Bersama PNM Mekaar, Mesin Jahit Tua Mampu Menghidupi Lima Keluarga

Bersama PNM Mekaar, Mesin Jahit Tua Mampu Menghidupi Lima Keluarga

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:30 WIB

Festival Merah Putih 2026 Hadirkan 17 Agenda Spektakuler di Kota Bogor

Festival Merah Putih 2026 Hadirkan 17 Agenda Spektakuler di Kota Bogor

Bogor | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:28 WIB

Inklusi Keuangan di Daerah 3T, Pendampingan Mantri BRI Jadi Solusi Warga Toraja Utara

Inklusi Keuangan di Daerah 3T, Pendampingan Mantri BRI Jadi Solusi Warga Toraja Utara

Bri | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:13 WIB

Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara

Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara

Jogja | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:12 WIB

Kemelekatan Adalah Derita

Kemelekatan Adalah Derita

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:05 WIB

Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah

Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah

Jabar | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:03 WIB

Pria Tewas Diduga Dianiaya saat Melerai Perkelahian di Hiburan Malam Karimun

Pria Tewas Diduga Dianiaya saat Melerai Perkelahian di Hiburan Malam Karimun

Batam | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:01 WIB

Berawal dari Teller, Ketangguhan Mantri BRI Ini Menginspirasi Warga Toraja Utara

Berawal dari Teller, Ketangguhan Mantri BRI Ini Menginspirasi Warga Toraja Utara

Bri | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:00 WIB

Soal Ucapan 'Londo Ireng', PDIP: Kritik Tak Boleh Dibungkam!

Soal Ucapan 'Londo Ireng', PDIP: Kritik Tak Boleh Dibungkam!

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:00 WIB

Situasi Jalan Tambak Berangsur Kondusif, Penyebab Bentrokan Masih Diselidiki

Situasi Jalan Tambak Berangsur Kondusif, Penyebab Bentrokan Masih Diselidiki

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 19:54 WIB

×