Mirip Capres Kriteria Jokowi, Zulhas Sebut Ketua Umum Partai Dari KIB Juga Punya Kerutan di Wajah

Erick Tanjung, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 30 November 2022 | 21:44 WIB
Mirip Capres Kriteria Jokowi, Zulhas Sebut Ketua Umum Partai Dari KIB Juga Punya Kerutan di Wajah
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan alias Zulhas. [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara Tambing]

Suara.com - Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan alias Zulhas ikut menanggapi soal pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut pemimpin adalah yang memiliki kerutan di wajah. Menurutnya, para ketua umum partai dari Koalisi Indonesia Bersatu juga memilikinya.

Hal ini disampaikan oleh Zulhas setelah mengadakan makan malam bersama KIB di restoran Bunga Rampai, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2022). Dalam pertemuan ini, ia menyebut KIB juga turut membahas soal kandidat capres.

"Kami juga ngomong capres, capres gimana. Kalau kriterianya Pak Jokowi kan kerutan wajah," kata Zulhas kepada wartawan.

Sesuai kriteria Capres dari Jokowi, Zulhas menyebut Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto juga memiliki kerutan di wajah. Artinya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian ini juga ikut memikirkan rakyat.

Begitu juga dengan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Mardiono yang disebutnya juga memiliki kerutan di wajah.

"Tuh banyak lihat saja tuh Pak Erlangga kerutan semua tuh wajahnya ya Pak Mardiono juga," ucapnya.

Selain kerutan di wajah, Jokowi juga menyebut pemimpin yang memikirkan rakyat adalah yang rambutnya putih. Zulhas mengaku juga memenuhi kriteria ini, tapi bedanya jenggotnya yang berwarna putih.

"Kalau saya enggak rambut putih tapi jenggotnya putih lebih sakti," tuturnya.

Menteti Perdagangan RI ini juga menyebutkan nama-nama yang menjadi prioritas untuk diusung KIB dalam Pilpres 2024 mendatang berasal dari internal koalisi. Ketiga partai disebutnya sepakat untuk mengusung para Ketua Umum Partai dari KIB.

baca juga

"Kami tadi sepakat karena demokrasi itu kan pilarnya partai politik. Kalau ketua umum partai politik enggak berani nyapres terus gimana? Demokrasi kita gimana?" ujar Zulhas.

Namun, terdapat urutan prioritas untuk diusung berdasarkan raihan suara partai pada Pemilu 2019 lalu. Urutan pertama adalah Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

"Oleh karena itu prioritas ya tentu Golkar sebagai pemenang Pemilu nomor dua. Pak Airlangga prioritas ya pantas, layak pemenang pemilu nomor dua untuk jadi Capres," ucapnya.

Urutan kedua adalah Zulhas sendiri dan ketiga Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono.

"Berikutnya tentu ketua umum pan berikutnya atau umum P3 jadi diutamakan dari internal KIB," jelasnya.

Kendati demikian, ia menyebut pihaknya tak menutup kemungkinan adanya tokoh dari luar koalisi. Tiga partai anggota koalisi masih melakukan pembahasan mendalam untuk memastikan siapa calon yang akan diusung nantinya.

"Tentu nanti ada juga yang bergabung kita harapkan, mungkin nanti punya kandidat juga. Tentu ada juga yang teman-teman dari luar yang sudah beredar nama-nama tentu itu akan menjadi pertimbangan bagi kita," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diungkap Setelah Makan Malam, Ini Nama-nama Kandidat Capres dari Koalisi Indonesia Bersatu

Diungkap Setelah Makan Malam, Ini Nama-nama Kandidat Capres dari Koalisi Indonesia Bersatu

News | Rabu, 30 November 2022 | 21:21 WIB

Koalisi Indonesia Bersatu Makan Enak, Jurnalis Bersila di Lantai

Koalisi Indonesia Bersatu Makan Enak, Jurnalis Bersila di Lantai

Serang | Rabu, 30 November 2022 | 21:19 WIB

Bicara Soal KIB, Ketum PAN Zulhas: Kita Belajar Jangan Merasa Kecil Sebelum Bertanding

Bicara Soal KIB, Ketum PAN Zulhas: Kita Belajar Jangan Merasa Kecil Sebelum Bertanding

News | Rabu, 30 November 2022 | 20:34 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×