Komnas HAM Ikut Bersuara Soal SDN Pondok Cina 1: Hak Pendidikan Harus Dipenuhi

Diana Mariska | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Senin, 12 Desember 2022 | 18:21 WIB
Komnas HAM Ikut Bersuara Soal SDN Pondok Cina 1: Hak Pendidikan Harus Dipenuhi
Kegiatan di SDN Pondok Cina 1, Depok, Jawa Barat. (Suara.com/Faqih Fathurrahman)

Suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) ikut menyoroti relokasi SDN Pondok Cina 1, Depok, Jawa Barat, dan menegaskan bahwa Pemerintah Kota Depok harus mengedapankan hak pendidikan warganya.

Komisioner Bidang Pemajuan HAM di Komnas HAM, Anis Hidayah, mengatakan timnya telah mendatangi SDN Pondok Cina 1 yang saat ini akan digusur, dan kedatangan mereka bertujuan untuk bertemu dengan wali murid dan siswa.

Anis mengatakan kedatangan Komnas HAM juga untuk mencegah penggusuran.

"Concern Komnas HAM untuk mencegah penggusuran dan kekasaran," kata Anis saat dihubungi wartawan, Senin (12/12/2022).

Selain itu, kedatangan Komnas HAM ke lokasi juga guna memastikan terpenuhinya hak anak atas pendidikan yang nyaman.

"Dan memastikan hak anak atas lingkungan sekolah yang aman dan nyaman tidak terancam," kata Anis.

Tekait keputusan pemerintah Kota Depok untuk merekolasi SDN Pondok Cina 1 dan membangun masjid, hal itu disebut Anis seharusnya tidak perlu terjadi

"Mestinya tidak perlu terjadi, hak atas pendidikan dasar untuk warga negara harus dipenuhi," ujarnya.

Sebagai informasi, Pemkot Depok akan merelokasi SDN Pondok Cina 1 yang berada di Jalan Margonda Raya ke SDN Pondok Cina 3 dan 5. Berdasarkan rencana, Masjid Jami Al-Quddus akan dibangun di lokasi tersebut usai pembongkaran selesai.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mengeklaim pembangunan masjid itu sesuai dengan kebutuhan warga soal tempat ibadah.

"Kami tentunya mengakomodasi keinginan masyarakat Depok, khususnya warga Muslim, yang menyampaikan laporan ke Provinsi Jawa Barat tentang sulitnya mencari masjid untuk shalat di Jalan Margonda Raya," katanya, mengutip dari Antara.

Rencana itu pun mendapat penolakan dari sejumlah elemen masyarakat, khususnya siswa dan orang tua siswa.

Salah satu orang tua siswa, Cici (42), mengaku relokasi itu berpotensi mengganggu jam belajar para murid karena mereka terpaksa masuk sekolah di siang hari akibat keterbatasan ruang kelas.

"Kalau sekolah pagi, anak masih bisa les, mengaji, pas pulang sekolah. Kalau masuk siang, bagaimana sorenya mau mengaji,” kata Cici, saat ditemui Suara.com di lokasi pada Senin.

Di samping jam belajar, lokasi relokasi juga menjadi permasalahan bagi para siswa. Cici mengatakan jarak antara kediamannya dan SDN Pondok Cina 1 masih dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Namun, jika dipindahkan ke SDN Pondok Cina 5, ia harus mengeluarkan biaya untuk transportasi anaknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dilantik Hari Ini, Berikut Pesan Ketua DPD KNPI Kota Depok Terpilih: Tidak Boleh Lagi Ada Kubu-Kubuan

Dilantik Hari Ini, Berikut Pesan Ketua DPD KNPI Kota Depok Terpilih: Tidak Boleh Lagi Ada Kubu-Kubuan

| Senin, 12 Desember 2022 | 17:05 WIB

Puluhan Siswa Memilih Bertahan di SDN Pondok Cina 1 Meskipun Guru Telah Direlokasi

Puluhan Siswa Memilih Bertahan di SDN Pondok Cina 1 Meskipun Guru Telah Direlokasi

Video | Senin, 12 Desember 2022 | 18:00 WIB

Siswa SDN Pocin 1 Telantar Gegara Sekolah Digusur buat Bikin Masjid, Deolipa Ancam Polisikan Walkot Depok

Siswa SDN Pocin 1 Telantar Gegara Sekolah Digusur buat Bikin Masjid, Deolipa Ancam Polisikan Walkot Depok

News | Senin, 12 Desember 2022 | 16:32 WIB

Tolak Penggusuran dan Relokasi, Pamflet Hingga Spanduk Protes Penuhi SDN Pondok Cina 1 Depok

Tolak Penggusuran dan Relokasi, Pamflet Hingga Spanduk Protes Penuhi SDN Pondok Cina 1 Depok

Jakarta | Senin, 12 Desember 2022 | 15:53 WIB

Kasatpol PP 'Ngotot' SDN Pondok Cina 1 Diambilalih Pemda Jabar, Pernah Ramai Diduga Terima Setoran dari Bandar Miras

Kasatpol PP 'Ngotot' SDN Pondok Cina 1 Diambilalih Pemda Jabar, Pernah Ramai Diduga Terima Setoran dari Bandar Miras

News | Senin, 12 Desember 2022 | 17:38 WIB

Bertahan Agar Tidak Digusur Satpol PP, Orang Tua Siswa Rela Menginap di SDN Pondok Cina 1 Depok

Bertahan Agar Tidak Digusur Satpol PP, Orang Tua Siswa Rela Menginap di SDN Pondok Cina 1 Depok

News | Senin, 12 Desember 2022 | 14:33 WIB

Terkini

Nekat! Meski Ada Aparat, Pria Tak Dikenal Tetap Hajar Waketum PSI Bro Ron, Ini Kronologinya

Nekat! Meski Ada Aparat, Pria Tak Dikenal Tetap Hajar Waketum PSI Bro Ron, Ini Kronologinya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:04 WIB

KPK Bongkar Aliran Dana CSR BI ke Yayasan Milik Heri Gunawan dan Satori, Dua Eks Pejabat Diperiksa

KPK Bongkar Aliran Dana CSR BI ke Yayasan Milik Heri Gunawan dan Satori, Dua Eks Pejabat Diperiksa

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:01 WIB

Apakah Hukum Kurban Online Sah? Ini Panduan Berkurban via Digital Sesuai Syariat

Apakah Hukum Kurban Online Sah? Ini Panduan Berkurban via Digital Sesuai Syariat

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:01 WIB

Neraka di Sinaloa: 3.180 Orang Tewas, Ribuan Diculik dalam Perang Kartel

Neraka di Sinaloa: 3.180 Orang Tewas, Ribuan Diculik dalam Perang Kartel

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:00 WIB

UEA Diserang Rudal dan Drone, Negara Arab dan Eropa Ramai-ramai Hakimi Iran

UEA Diserang Rudal dan Drone, Negara Arab dan Eropa Ramai-ramai Hakimi Iran

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:39 WIB

Harga Sapi Kurban 2026 Mulai Rp5 Jutaan, Cek Perbandingan Jenis dan Estimasi Biayanya

Harga Sapi Kurban 2026 Mulai Rp5 Jutaan, Cek Perbandingan Jenis dan Estimasi Biayanya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:28 WIB

Bersihkan Jejak Digital Negatif, Pemerintah Masukkan 'Right to be Forgotten' ke Revisi UU HAM

Bersihkan Jejak Digital Negatif, Pemerintah Masukkan 'Right to be Forgotten' ke Revisi UU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22 WIB

Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Kunjungan Turis Asing ke AS Anjlok Akibat Masalah Visa

Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Kunjungan Turis Asing ke AS Anjlok Akibat Masalah Visa

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:16 WIB

Banjir Ciliwung Terjang Kebon Pala, Warga Desak Normalisasi Dipercepat

Banjir Ciliwung Terjang Kebon Pala, Warga Desak Normalisasi Dipercepat

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:01 WIB

Indonesia Rawan Jadi 'Sarang Sunyi' Penyakit Hantavirus, Epidemiolog Soroti Lemahnya Surveilans

Indonesia Rawan Jadi 'Sarang Sunyi' Penyakit Hantavirus, Epidemiolog Soroti Lemahnya Surveilans

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:51 WIB